Atap merupakan salah satu elemen penting dari rumah. Tanpa adanya atap, maka rumah tidak akan bisa dihuni. Jika Anda adalah orang yang tidak suka dengan hal biasa dan menyukai hal yang anti mainstream, maka tak ada salahnya untuk menggunakan atap sirap sebagai atap rumah.

Atap sirap biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan lama seperti keraton, museum, dan bangunan lama yang masih mempertahankan kesan tradisional. Namun, jenis atap ini tetap bisa digunakan sehingga membuat rumah terlihat unik dan berbeda dari rumah pada umumnya.

Mengenal Apa Itu Atap Sirap

Mungkin bagi orang awam, jenis atap ini masih terdengar cukup asing. Hal ini juga karena atap sirap sudah cukup jarang digunakan sebagai atap rumah. Atap ini merupakan atap yang berasal dari bahan baku kayu.

Dulu, atap jenis ini cukup terkenal sehingga banyak digunakan. Oleh karena itu, atap ini sering dijumpai pada bangunan lama seperti keraton, balai konservasi, museum ataupun tempat ibadah yang telah ada sejak zaman dulu.

Meskipun hasil variasi dari atap kayu, jenis atap ini ini terkenal memiliki beberapa kelebihan. Hal inilah yang membuat sebagian orang pada saat ini tertarik untuk menggunakan atap jenis sirap ini pada rumahnya. Tampilan atap yang alami membuat rumah terlihat lebih estetik.

Selain itu, atap ini terkenal dengan ketahanannya terhadap panas. Bahkan, atap ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Selain sebagai atap rumah, atap jenis ini ternyata juga digunakan sebagai konstruksi jembatan, bantalan kereta api, hingga konstruksi kapal.

Baca Juga  5 Ukuran Bathtub dan Jenis Bathtub Terbaik Paling Terkenal di Indonesia

Kelebihan dari Atap Sirap

Atap sirap memiliki banyak sekali kelebihan. Kelebihan inilah yang membuatnya diminati oleh beberapa orang. Adapun beberapa kelebihan dari atap jenis sirap adalah sebagai berikut:

1. Dapat Menyerap Panas dengan Baik

Memiliki rumah yang adem dan sejuk merupakan idaman bagi semua orang. Jika Anda menginginkan rumah yang terhindar dari panasnya hawa terik matahari, maka dapat menggunakan atap ini. Karena terbuat dari material kayu, jenis atap ini dapat menyerap panas dengan baik.

Pada siang hari, atap ini akan menahan hawa panas dari teriknya matahari. Dengan demikian, suhu di dalam ruangan akan menjadi lebih sejuk. Pemilik rumah tidak perlu lagi menyalakan kipas ataupun pendingin ruangan. Dengan demikian, biaya konsumsi listrik pun dapat dihemat.

2. Mudah dalam Proses Pemasangannya

Hal lainnya yang menjadi kelebihan dari atap jenis sirap ini adalah kemudahan dalam proses instalasinya. Hal ini karena atap jenis ini memiliki bobot yang sangat ringan sehingga lebih mudah diangkat dan dipindahkan.

Ini tentu saja berbeda dari jenis atap yang terbuat dari tanah liat, besi, ataupun alderon yang cukup berat untuk dipindahkan. Sehingga proses instalasi memerlukan waktu yang lebih lama.

3. Dapat Memberikan Kesan Alami pada Rumah

Kelebihan lainnya dari atap jenis ini adalah dapat memberikan kesan alami pada rumah. Bukan hanya alami, atap jenis ini juga akan memberikan kesan estetik pada rumah. Bentuk dari atap ini adalah lembaran tipis memanjang.

Bentuk tersebutlah yang membuat atap ini dapat menambah kesan alami. Selain berwarna coklat kayu, ternyata atap jenis sirap ini juga memiliki warna lainnya. Warna tersebut terdiri dari warna hitam, abu-abu tua, hingga merah kekuningan.

Baca Juga  Apa Itu Atap Spandek? Kelebihan dan Jenis-jenisnya

4. Terbukti Awet dan Tahan Lama

Meskipun terbuat dari material kayu, atap ini memiliki ketahanan yang luar biasa. Hal ini karena atap jenis ini memiliki kayu yang berkualitas. Biasanya, kayu yang digunakan adalah jenis kayu yang sudah terjamin ketahanannya.

Anda pun tidak perlu terlalu sering memperbaiki ataupun mengganti atap. Material kayu dapat bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Setelah sudah lama digunakan, biasanya nilai seni dan estetika pada atap akan bertambah.

Jenis-Jenis Atap Sirap yang Harus Diketahui

Atap jenis sirap ternyata memiliki berbagai jenis. Biasanya, pembagian jenis ini disesuaikan berdasarkan jenis kayu yang digunakan sebagai material dari atap. Adapun beberapa jenis atap berdasarkan material kayu penyusunnya antara lain adalah:

1. Atap Sirap dari Kayu Ulin

Kayu ulin adalah jenis kayu yang paling banyak digunakan sebagai material pembuatan atap jenis sirap. Bahkan, sebagian orang mengira bahwa atap jenis ini hanya dapat dibuat dengan kayu ulin saja. Ada banyak alasan mengapa kayu ulin paling banyak dipilih sebagai bahan baku atap ini.

Hal tersebut karena daya tahan dari kayu ulin itu sendiri. Kayu ini dapat tetap awet dan kokoh meskipun terpengaruh dengan faktor cuaca. Bahkan, saking kuatnya, kayu ulin dijuluki sebagai kayu besi. Selain digunakan sebagai atap, kayu ulin juga digunakan sebagai bantalan kereta api.

2. Atap Sirap dari Kayu Cedar

Ternyata, atap ini tak hanya digunakan di Indonesia saja. Atap jenis ini juga ternyata eksis di luar negeri khususnya di negara-negara Barat. Biasanya bahan material penyusun atap jenis ini adalah kayu cedar.

Di luar negeri sendiri, hampir semua atap jenis sirap dibuat dengan menggunakan material yang berasal dari jenis kayu ini. Meskipun terbuat dari bahan yang berbeda, daya tahan dari kayu ini pun sangatlah baik. Biasanya atap jenis ini sering digunakan sebagai atap rumah tradisional Barat.

Baca Juga  Plitur Adalah : Mengenal Perbedaan Pernis dan Plitur yang Wajib Diketahui

Kayu cedar ini memiliki warna kemerahan dan kekuningan. Biasanya, jenis kayu cedar yang digunakan sebagai atap adalah tipe yellow cedar dan juga tipe western red cedar.

3. Atap Sirap dari Kayu Bangkirai

Meskipun tidak terkenal seperti kayu ulin, tetapi kayu bangkirai ini memiliki daya tahan yang luar biasa. Kayu ini tumbuh subur di daerah Kalimantan. Oleh karena itu, kayu ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia terutama Kalimantan sebagai bahan baku pembuatan atap sirap.

Daya tahan dari kayu ini yang membuatnya dijadikan sebagai bahan baku atap rumah. Banyak orang percaya bahwa kayu ini dapat menghalau cuaca dengan baik sehingga keadaan rumah menjadi baik-baik saja. Selain itu, atap dari bahan material ini dapat bertahan lama.

4. Atap Sirap Kayu Merbau

Julukan kayu besi juga diberikan kepada kayu jenis ini. Julukan ini diberikan oleh masyarakat yang berada di timur untuk menamai jenis dari pohon merbau ini. Daya tahan dari kayu merbau ini pun dianggap sama dengan jenis kayu ulin.

Atap dari bahan kayu merbau ini juga dapat dijadikan sebagai pengganti dari atap berbahan dasar kayu ulin. Karena kayu ulin sudah cukup sulit untuk didapatkan, maka masyarakat dapat mulai melirik atap ulin yang dibuat dengan kayu merbau. Tenang saja karena kualitas dari kayu ini tidak dapat diragukan.

Jika Anda menginginkan rumah dengan tema dan sentuhan tradisional, maka pilihlah jenis atap sirap. Meskipun terbuat dari kayu, atap ini terkenal memiliki daya tahan yang baik. Jika Anda ingin mencari referensi atap jenis ini dan desain interior ruangan lainnya, maka silahkan kunjungi Tokban.com/blog.