Biaya bangun rumah dapat diperhitungkan sendiri oleh sang pemilik. Akan tetapi, setidaknya harus memiliki pengetahuan tentang desain layout, spesifikasi material, dan juga harga material di pasaran. Untuk itulah banyak yang menyerahkan urusan membangun rumah kepada profesional.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus dipelajari sebelum memutuskan untuk membangun rumah sendiri. Misalnya luas lahan yang dimiliki, melakukan organisasi ruang yang dibutuhkan, termasuk juga area terbuka atau taman.

Estimasi Biaya Bangun Rumah

Ada beberapa tips untuk menghitung estimasi biaya membangun rumah impian. Tentunya semua orang ingin memiliki hunian atau rumah untuk keberlangsungan hidup. Meski begitu, semua punya kemampuan dan estimasi yang berbeda.

1. Perhitungkan Lokasi

Dalam membangun rumah impian, tentu kriteria lokasi sangat penting. Misalnya, dekat dengan tempat kerja, dekat dengan jalan utama, ada akses angkutan umum, dan lain sebagainya. Semakin dekat posisi lokasi dengan pusat bisnis biasanya harganya akan lebih mahal.

Berbeda dengan lokasi yang tanpa akses jalan, atau berada di kampung maka harganya akan lebih murah. Terlebih lagi lokasi tersebut merupakan tanah rawan banjir maka juga harus diperhitungkan berbagai faktor tersebut agar nyaman untuk hunian.

2. Menentukan Luasan Lahan dan Tipe Rumah

Setelah mendapatkan lokasi yang cocok, maka dapat memperhitungkan luasan lahan yang ingin dimiliki. Luasan ini akan menentukan luasan ruangan atau tipe rumah yang akan dibangun. Misalnya saja luasan lahan 100 m2 tentu akan berbeda dengan 1000 m2.

Baca Juga  Mengenal Ukuran Batako, Jenis dan Harganya!

Hal ini juga sangat ditentukan oleh budget atau biaya yang dimiliki untuk bisa menghitung biaya membangun rumah sendiri. Jika ingin meminjam di bank atau melakukan KPR, pastikan kembali kemampuan untuk membayar cicilan agar tidak kesulitan dikemudian hari.

3. Menggambar Denah

Setelah memiliki luasan lahan yang pasti, maka dapat dimulai untuk merancang atau menggambar denah ruangan sesuai dengan kebutuhan. Usahakan membuat desain rumah yang sesuai dengan biaya. Anda bisa menghitung estimasi biaya dari harga per meter persegi di lokasi tersebut.

Jika membeli melalui developer, maka segala urusan luasan lahan dan juga desain biasanya sudah pasti dari pengembang perumahan. Berbeda halnya dengan membeli lahan sendiri dan membangunnya dari nol.

4. Menghitung Biaya Material

Komponen biaya pertama yang perlu diperhitungkan adalah spesifikasi material yang akan digunakan. Hal ini penting untuk mengetahui harga bangun rumah per meter. Anda bisa memperhitungkan material seperti batu, pasir, semen, dan lainnya untuk pondasi.

Selain itu, juga ada beberapa material dinding hingga atap. Semuanya harus diperhitungkan dengan seksama. Jika memungkinkan, gunakan kualitas material terbaik. Akan tetapi, jika terbentur masalah biaya maka dapat menggunakan material yang sesuai budget.

5. Menghitung Biaya Tenaga Kerja

Setelah material, tentu saja harus ada tenaga kerja atau yang biasa disebut tukang untuk bisa mengerjakan proses pembangunan rumah tersebut. Anda juga harus memperhitungkan tenaga tersebut apakah borongan atau harian.

Upah borongan biasanya merupakan kesepakatan antara pemilik dan juga tukang di awal dengan waktu pengerjaan tertentu dan biayanya sudah pasti. Sedangkan upah harian dibayar per hari dan pengerjaannya harus dilakukan kontrol secara ketat.

Biaya Bangun Rumah Per Meter

Biaya membangun rumah per meter perseginya dapat diperhitungkan berdasarkan luasan yang akan dibangun. Dapat diambil contoh misalnya rumah yang berukuran atau tipe 36, 45, 90, hingga rumah yang lebih luas.

Baca Juga  8 Pilihan Tanaman Hias Depan Rumah Terbaik Supaya Hunian Menjadi Asri

1. Biaya Membangun Rumah Tipe 36

Dalam hal ini, luasan tanah dianggap sudah tidak menjadi permasalahan dan tidak dihitung. Selanjutnya, yang dihitung adalah luasan bangunan saja. Misalnya bangunan tipe 36 biasanya memiliki luas 6 m x 6m. Sedangkan luas lahannya harus lebih luas atau sama dengan 36 m2.

Cara menghitung biaya pembangunan secara kasar adalah dengan mencari tahu estimasi biaya pembangunan rumah per meter persegi. Misalnya biaya membangun per meternya adalah 2,5 juta. Maka perhitungannya adalah 36 m2 x 2,5 juta = Rp90 juta.

Biaya bangun rumah tipe 36 relatif lebih murah dan mungkin paling realistis untuk bisa diaplikasikan.

2. Biaya Membangun Rumah 150 m2

Selanjutnya bisa diestimasikan untuk membangun rumah dengan ukuran 150 m2. Dengan spesifikasi rumah yang setingkat lebih dari sederhana, tetapi bukan spesifikasi rumah mewah. Biayanya juga akan berbeda.

Jika diestimasikan secara kasar, maka biaya rumah dengan spesifikasi menengah adalah sekitar 3,5 juta per meter persegi. Untuk itu jika dihitung maka, 150 m2 x 3,5 juta = Rp525 juta.

Jika ingin mengetahui rinciannya maka dapat dibagi dalam beberapa perhitungan berikut ini:

  • Pekerjaan pondasi harga totalnya adalah sekitar 1,5 juta
  • Pekerjaaan struktur dari sloof, plat lantai, dan kolom harga totalnya adalah sekitar 80 juta
  • Pekerjaan atap adalah sekitar 16 juta
  • Pekerjaan arsitektural sekitar 40 juta
  • Pekerjaan kusen, pintu, dan jendela adalah sekitar 10 juta
  • Pekerjaan finishing adalah sekitar 16 juta
  • Instalasi pemipaan air bersih adalah sekitar 5,5 juta
  • Instalasi pemipaan air kotor adalah sekitar 15 juta
  • Instalasi listrik adalah sekitar 3 juta

Dari jumlah total tersebut, maka biaya material total adalah sekitar Rp187 juta. Biaya ini tidak tergolong dalam biaya membangun rumah sederhana karena spesifikasinya yang cukup mewah.

Baca Juga  12 Kelebihan Dinding GRC Board Untuk Rumah Modern Minimalis

Selain biaya tersebut, ada perhitungan luasan lahan, material, dan juga tukang. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya luasan lahan 150 m2 x 2 juta = 300 juta
  • Biaya material (sudah dihitung) = 187 juta
  • Biaya tukang 4 orang x 130 ribu x 180 hari = 93,6 juta
  • Total biaya adalah Rp580, 6 juta

Total biaya ini tidak berbeda jauh dari biaya yang sudah diestimasikan di awal. Hal ini disebabkan oleh adanya biaya lain-lain yang tidak diperhitungkan.  

3. Biaya Membangun Rumah 300 m2

Untuk rumah 300 meter persegi biasanya merupakan tipe rumah mewah yang permeternya bisa mencapai 4 juta rupiah. Sebenarnya berapa biaya per meter bangun rumah 2022? Hal ini sangat bergantung dari tipe dan spesifikasi rumah yang diinginkan.

Untuk membangun seluas 300 m2, maka biaya yang dibutuhkan adalah 300 m2 x 4 juta = Rp1,2 miliar. Perhitungan kasar dari rumah dengan ukuran ini adalah sekitar Rp1,2 milyar.

4. Biaya Renovasi

Selain membangun rumah dari awal, tentunya ada beberapa orang yang sudah memiliki rumah dan ingin merenovasi rumah tersebut. Hal ini tentunya berbeda dengan perhitungan biaya membangun rumah minimalis.

Untuk melakukan renovasi, pertama tentukan terlebih dahulu detail item yang akan direnovasi. Selanjutnya cari harga bahan atau material dan hitung kebutuhan. Selain itu, juga diperlukan biaya tenaga kerja yang akan merenovasinya.

Biaya renovasi tidak selalu lebih murah daripada membangun baru. Untuk itu perhatikan detail yang harus direnovasi dan skala prioritasnya.

Sebenarnya biaya bangun rumah ini tidak terlalu sulit diperhitungkan, namun harus menyesuaikan dengan kemampuan biaya. Jika ingin membeli peralatan lengkap seputar bahan bangunan dengan harga murah, langsung saja kunjungi Tokban.com.