Renovasi rumah dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti perbaikan bagian bangunan yang rusak, menambah ruangan, atau membuat tampilan rumah lebih kekinian. Ketika akan melakukan renovasi diperlukan perhitungan estimasi biaya renovasi rumah yang tepat.

Bagaimana cara untuk menghitung biaya atau budget untuk renovasi rumah? Apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan biaya tersebut? Artikel ini akan memberikan informasi lebih lengkap tentang cara dan tips menentukan budget renovasi rumah!

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah?

Renovasi rumah pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor, seperti jenis renovasi, bahan bangunan, tenaga kerja, dan berbagai faktor lainnya.

Bagaimana cara menghitung biaya untuk melakukan renovasi rumah? Berikut ini cara untuk memperhitungkan biaya tersebut, yaitu:

1. Menghitung Biaya Berdasarkan Luas Tanah dan Bangunan Rumah

Biaya yang satu ini harus dipertimbangkan ketika akan membangun ruangan baru untuk rumah. Perhitungannya didasarkan pada luas per meter bangunan dan tanah yang akan dibangun. Misalnya, biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 2.000.000/m2.

Anggaran atau budget yang perlu disediakan untuk membangun bangunan baru renovasi rumah seluas 50 m2 adalah Rp 2.000.000/ m2 x 50 m2 sebesar Rp 100.000.000.

Baca Juga  12 Kelebihan Dinding GRC Board Untuk Rumah Modern Minimalis

2. Mempertimbangkan Biaya Jasa dan Material Bangunan

Renovasi rumah tentu saja memerlukan berbagai jenis material bangunan. Selain itu, pemilik rumah juga harus mengeluarkan biaya untuk membayar jasa tenaga kerja yang akan melakukan renovasi rumah.

Cara menghitung estimasi anggaran renovasi rumah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan biaya material bangunan yang diperlukan dan jasa tenaga kerja. Besarnya anggaran yang perlu dipersiapkan kurang lebih sekitar Rp 2.500.000 hingga Rp 4.000.000/ m2.

3. Biaya untuk Tenaga Kerja

Rencana anggaran biaya renovasi rumah juga dapat dihitung dengan harus mempertimbangkan biaya untuk tenaga kerja yang mengerjakan seluruh proses renovasi.

Biaya tenaga kerja ini dapat dibedakan menjadi beberapa sistem, yaitu borongan harian, borongan jasa, dan juga sistem borongan penuh. Pemilihan borongan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan renovasi rumah.

Pekerja untuk mengerjakan borongan harian dapat diberi upah kurang lebih sebesar Rp 125.000 hingga Rp 150.000 untuk setiap pekerja per harinya. Jika ingin menggunakan sistem ini, maka pastikan untuk memilih tenaga kerja profesional dan terpercaya agar durasi renovasi tidak terlalu lama.

Sementara itu, biaya borongan jasa memperhitungkan luas bangunan yang akan direnovasi. Berapa biaya yang harus dikeluarkan? Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 1.000.000 per m2 hingga Rp 1.500.000 per m2 bahkan bisa lebih besar.

Sistem borongan penuh juga dapat dipilih untuk renovasi rumah. Kelebihan sistem ini adalah perhitungan biaya yang diperlukan untuk renovasi rumah akan dihitungkan langsung oleh kontraktor. Pemilik rumah hanya perlu memeriksa spesifikasi biaya yang diajukan kontraktor.

4. Biaya Lain-lain yang Dibutuhkan

Selain mempertimbangkan biaya tenaga kerja dan biaya material bahan bangunan, jangan lupa untuk mempersiapkan anggaran biaya lain-lain. Besarnya biaya lain-lain yang perlu dipersiapkan adalah 10% dari total semua estimasi biaya yang sudah diperhitungkan.

Estimasi atau Perkiraan Besarnya Biaya untuk Melakukan Renovasi Rumah

Renovasi rumah standar dan rumah mewah tentu saja memerlukan biaya yang berbeda. Berapa besarnya estimasi anggaran untuk renovasi rumah sederhana dan mewah? Berikut ini perkiraan biaya yang dibutuhkan, yaitu:

Baca Juga  8 Pilihan Tanaman Hias Depan Rumah Terbaik Supaya Hunian Menjadi Asri

1. Perkiraan Anggaran untuk Renovasi Rumah Standar

Berapa rata-rata biaya renovasi rumah sederhana? Besarnya biaya ini juga harus mempertimbangkan harga jasa tenaga kerja dan material yang digunakan. Material bangunan yang digunakan dapat berupa material bangunan dengan kualitas sedang hingga tinggi.

Renovasi rumah sederhana atau standar biasanya membutuhkan biaya kurang lebih sebesar Rp 3.600.000 hingga Rp 4.000.000 per m2.

2. Perkiraan Anggaran untuk Renovasi Rumah Mewah

Biaya renovasi rumah mewah pastinya lebih tinggi dibandingkan biaya untuk renovasi rumah sederhana. Rata-rata anggaran yang perlu dipersiapkan untuk melakukan renovasi rumah mewah adalah di atas Rp 4.500.000 per m2.

Material bangunan yang digunakan berupa material bangunan berkualitas, seperti platfon gypsum, plesteran semen instan, dinding bata ringan, dan lain sebagainya.

Contoh Rencana Anggaran Biaya Renovasi Rumah

Jika masih bingung menentukan anggaran yang perlu dipersiapkan, maka coba cari dan pelajari contoh RAB atau rancangan anggaran untuk renovasi rumah. Berikut ini gambaran contoh perhitungan RAB renovasi rumah, yaitu:

Misalnya, rumah type 60 akan direnovasi dengan penambahan bangunan rumah seluas 20 m2. Renovasi rumah dilakukan dengan sistem borongan jasa tenaga kerja dengan biaya Rp 2.000.000. Sementara itu, harga tanahnya sebesar Rp 1.500.000/ m2.

Besarnya anggaran yang harus dipersiapkan untuk renovasi rumah tersebut, yaitu:

Total biaya

= (Biaya Sistem Borongan Jasa x Luas Rumah) + (Harga Tanah x Luas Tanah yang Akan Dibangun)

= (Rp 2.000.000 x 60) + (Rp 1.500.000 x 20)

= Rp 120.000.000 + Rp 30.000.000

= Rp 150.000.000

Berdasarkan perhitungan di atas, maka pemilik rumah harus mempersiapkan anggaran sebesar Rp 150.000.000 untuk melakukan renovasi rumah.

Tips untuk Melakukan Renovasi Rumah

Renovasi rumah yang memerlukan biaya cukup tinggi tentu saja tidak boleh dilakukan asal-asalan. Pemilik rumah harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk melakukan renovasi rumah.

Baca Juga  Mengenal Plafon Gypsum : Keunggulan & Model Plafon Gypsum Minimalis

Berikut ini tips yang sebaiknya dilakukan ketika melakukan renovasi rumah, yaitu:

1. Persiapkan Rencana Renovasi Rumah dengan Matang

Tips pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan rencana renovasi rumah dengan matang. Rencana renovasi rumah tersebut berupa luas bangunan yang akan direnovasi, desain renovasi rumah, dan lain sebagainya.

Penyusunan rencana renovasi rumah dapat dibuat dengan melakukan riset atau mencari inspirasi dari berbagai sumber.

2. Persiapkan Anggaran Renovasi Rumah Lebih Awal

Sebaiknya hitung perkiraan anggaran untuk renovasi rumah. Setelah memperhitungkannya, pastikan untuk mempersiapkan biaya jauh-jauh hari sebelum melakukan renovasi rumah. Jangan lupa juga siapkan dana darurat sebesar 10% dari total perkiraan anggaran renovasi rumah.

3. Pilih Material Bangunan Berkualitas

Tips lainnya yang penting untuk dilakukan adalah mulai memilih bahan bangunan yang akan digunakan dalam proses renovasi rumah. Buatlah daftar bahan bangunan yang diperlukan beserta jumlahnya. Selain itu, pilih juga merk bahan bangunan yang akan digunakan untuk renovasi.

Tentukan juga tempat untuk membeli bahan bangunan berkualitas dan terpercaya. Pastikan untuk memilih toko bangunan yang menjual material bahan bangunan lengkap dengan harga terjangkau.

4. Pastikan untuk Menggunakan Tenaga Kerja Professional

Jangan lupa juga untuk memilih sistem borongan yang sesuai untuk renovasi rumah dan kebutuhan. Selain itu, pastikan jasa tenaga kerja yang digunakan memang sudah professional dalam melakukan renovasi rumah agar hasilnya memuaskan.

Pilih juga tenaga kerja yang memiliki komitmen menyelesaikan renovasi rumah sesuai dengan waktu yang sudah disepakati bersama.

Biaya renovasi rumah sangat beragam ditentukan oleh berbagai faktor. Biaya tersebut dapat lebih terjangkau ketika memilih bahan bangunan berkualitas dengan harga murah untuk renovasi rumah. Langsung saja beli bahan bangunan untuk renovasi di https://tokban.com!