Semen menjadi salah satu bahan bangunan paling penting dalam setiap proyek, mulai dari yang kecil hingga besar. Sehingga penting untuk mempelajari tentang cara menghitung kebutuhan semen supaya dapat memperkirakan budget yang dibutuhkan.

Dalam proyek pembangunan, semen digunakan sebagai bahan untuk merekatkan material supaya membentuk suatu konstruksi. Bahan ini biasanya dicampur dengan air dan akan mengeras setelah digabungkan dengan material lainnya.

Keutamaan dan Pentingnya Menghitung Kebutuhan Semen

Ketika ingin membangun rumah atau proyek pembangunan lainnya, semen menjadi bahan utama yang memiliki fungsi paling vital. Sehingga menghitung seberapa banyak kebutuhan semen merupakan hal yang penting.

1. Menghemat Waktu Pembangunan

Proses pembangunan rumah membutuhkan berbagai bahan dan waktu yang tidak sebentar. Salah satu alasan mengapa menetapkan kebutuhan semen menjadi hal yang penting adalah untuk menghemat waktu pengerjaan.

Pasalnya dengan mengetahui seberapa banyak semen yang dibutuhkan, Anda bisa memperkirakan jumlah yang harus dibeli. Sehingga proses pembangunan tidak tertunda karena adanya kekurangan bahan semen.

2. Mendapatkan Campuran Semen yang Lebih Bagus

Dengan mengetahui cara menghitung kebutuhan semen, Anda bisa mendapatkan campuran bahan yang lebih bagus. Saat proses penyusunan anggaran, biasanya pemilik proyek akan membuat daftar bahan yang dibutuhkan, termasuk semen.

Anda dapat memasukkan beberapa jenis semen yang ingin digunakan, supaya bisa mendapatkan campuran yang bagus. Setelah itu, perhitungkan semua jumlah kebutuhan dan budget yang harus dikeluarkan sampai proyek pembangunan selesai.

Baca Juga  Apa Itu Mezzanine? Lengkap Beserta Contoh Desain Rumah Mezzanine

Cara Menghitung Kebutuhan Semen pada Plesteran Dinding

Umumnya semen digunakan untuk membangun plesteran dinding. Untuk membuat konstruksi ini, para pekerja proyek harus menghitung jumlah semen yang dibutuhkan. Berikut adalah cara termudah untuk menentukan seberapa banyak semen yang akan digunakan.

1. Ukur Luas Ruangan

Menurut aturannya, jumlah semen yang digunakan harus pas dengan ukuran ruangan atau bangunan yang akan dikerjakan. Artinya, pemilik proyek membutuhkan informasi tentang luas konstruksi bangunan supaya dapat menetapkan jumlah kebutuhan semen.

Proses penghitungan kebutuhan semesn dapat dilakukan dengan mudah karena adanya alat bantu kalkulator beton. Namun, Anda juga membutuhkan gambaran dimensi ruang untuk menentukan ukuran dan luas konstruksi yang akan dibangun.

Denah menjadi komponen penting yang dibutuhkan untuk mengukur luas ruangan. Lakukan pengukuran pada setiap sisi ruang. Misalnya jika ruangan yang ingin dibangun berbentuk kotak dengan ukuran 4 x 5 meter, maka luasnya jadi 20 meter persegi.

2. Hitung Kebutuhan Semen per Meter Persegi

Setelah menemukan ukuran dan luas ruangan, maka selanjutnya Anda perlu memperkirakan kebutuhan semen per meter persegi. Sehingga pada hasil akhirnya nanti, dapat ditemukan jumlah semen yang sesuai dengan budget.

Cara menghitung kebutuhan semen per meter persegi adalah mengalikannya dengan luas ruangan. Contohnya, jika 1 meter persegi membutuhkan 10 kg semen, maka untuk memenuhi kebutuhan seluruh ruangan, dibutuhkan 2 meter persegi x 10 kg = 200 kg semen.

3. Tentukan Jumlah Sak Semen yang Harus Dibeli

Kebanyakan semen yang dijual di pasaran dikemas dalam bentuk sak. Sehingga Anda harus melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui berat setiap satu sak semen. Pasalnya setiap toko bangunan memiliki harga semen yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, apabila suatu toko bangunan menjual 1 sak semen dengan bobot 40kg, maka untuk 200kg kebutuhan semen, Anda harus membeli 5 sak. Penghitungan ini nantinya masih harus disesuaikan dengan ukuran ruangan yang ingin dibangun.

Baca Juga  Rincian Harga Biaya Pasang Keramik per Meter

Cara Menghitung Kebutuhan Semen pada Pondasi

Selain plesteran dinding, para pemilik proyek juga harus menghitung jumlah kebutuhan semen pada pondasi. Cara ini digunakan supaya proporsi pondasi yang dibangun akan lebih kuat dan sesuai dengan standar pembangunan.

Untuk menghitung kebutuhan pada pondasi, caranya cukup berbeda. Anda harus mempertimvangkan nilai ketebalan, kedalaman, dan dimensi dari pondasi yang ingin dibangun. Biasanya material yang digunakan selainsemen, adalah pasir dan beton.

Contohnya, ketika Anda ingin membangun pondasi dengan panjang 38 m, ketebalan 25 cm, dan lebar 25 cm, maka cara menghitungnya adalah dengan mengubah satuannya terlebih dahulu. Berikut penjabaran lengkap dari penghitungan kebutuhan semen tersebut:

Panjang pondasi: 38 m

Ketebalan pondasi: 25 cm (0,25 m)

Lebar pondasi: 25 cm (0,25 m)

Berat jenis beton bertulang: 2.400 kg per m3.

Hitung dulu volumenya dengan rumus: 38 x 0,25 x 0,25 = 2,375 m3.

Kemudian kalikan dengan berat jenis beton bertulang: 2,375 m3 x 2.400 kg/m3 = 5.700.000 kg.

Tentukan kebutuhan semen dengan cara: 1/6,5 x 5.700.000 kg = 876,9 kg.

Kebutuhan jumlah sak semen: 876,9 kg / 40 kg = 21,9 atau dibulatkan menjadi 22 sak.

Kesimpulannya, apabila Anda ingin membangun pondasi yang panjangnya 38 meter, maka kebutuhan semennya adalah 22 sak. Jumlah ini adalah perhitungan yang jumlahnya masih bisa berubah karena berbagai faktor lain.

Cara Menghitung Kebutuhan Semen pada Lantai

Setiap proyek pembangunan pasti membutuhkan lantai. Menurut standarisasi konstruksi di Indonesia, lantai rumah dengan ukuran 1 m2 memerlukan semen paling tidak 10 kg. berikut adalah cara menghitung kebutuhan semen untuk lantai.

Ukuran lantai dalam meter: 4 m x 3 m

Penghitungan luas lantai: 4 m x 3m = 12 m2.

Jumlah semen yang dibutuhkan: 12 m2 x 10 kg = 120 kg.

Baca Juga  Mengenal Ukuran Spandek dan Harganya (Terbaru!)

Kebutuhan jumlah sak semen: 120 kg / 20 kg = 2,4 sak.

Hasil akhir tersebut lebih baik dibulatkan ke atas untuk menghindari adanya kekurangan semen. Jadi untuk luas ruangan sebesar 12 m2 membutuhkan semen sebanyak 2,5 hingga 3 sak.

Jenis-jenis Semen Sesuai SNI

Di Indonesia ada berbagai jenis semen yang biasanya digunakan dalam proyek pembangunan. Semen-semen berikut ini terbuat dari bahan pilihan terbaik dan ada sebagian yang dicampur dengan material tertentu:

  • Ordinary Portland Cement (OPC): semen yang paling banyak diproduksi untuk berbagai keperluan proyek pembangunan.
  • Portland Pozzolana Cement (PPC): semen yang digunakan untuk konstruksi yang membutuhkan daya tahan yang kuat, seperti jembatan, jalan raya, dan bendungan.
  • Rapid Hardening Cement: mengandung bahan kapur yang tinggi sehingga lebih cepat mengeras dan sering digunakan dalam pembangunan konstruksi beton.
  • Quick Setting Cement: memiliki pengaturan waktu yang lebih sedikit dibandingkan dengan jenis lainnya sehingga sering dipakai untuk pengerjaan beton di bawah permukaan air.
  • Semen Putih: merupakan varian White Portland yang memiliki kandungan iron dan mangan dalam proses produksinya, serta paling sering digunakan untuk keperluan dekorasi.
  • Semen Mortar: komposisinya terdiri dari semen, pasir, filler dan bahan lainnya yang lebih cepat kering.

Dalam setiap proyek pembangunan, semen menjadi bahan utama yang paling dibutuhkan. Untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan baku, maka Anda perlu mempelajari tentang cara menghitung kebutuhan semen.

Selain itu, pastikan Anda menggunakan semen yang terbuat dari bahan dan material berkualitas. Temukan semen terbaik dengan kualitas tinggi di Tokban Marketplace. Cek ketersediaan barangnya pada laman berikut ini  https://tokban.com/product-category/semen/.