Berkata kegunaan serta kemampuan membuat ruangan lebih cantik, keramik dinding banyak dipakai, khususnya di kamar mandi, meja dapur, bahkan dinding luar rumah. Cara pasang keramik dinding yang sudah dicat sebetulnya tidak terlalu sulit dilakukan.

Tetapi memang ada trik-trik tertentu yang harus diperhatikan. mengingat keramik dinding ditempel secara vertikal, tentunya berisiko keramik jatuh jika perekatnya kurang kuat. Bagi para pemula yang mau mencoba memasang keramik dinding sendiri di rumah, yuk cek panduan berikut!

Kegunaan Keramik Dinding

Tidak hanya sebagai pemanis ruangan, keramik dinding punya beberapa manfaat, khususnya menjaga agar ruangan tetap terlihat seperti baru. Inilah beberapa keuntungan yang didapatkan jika memasang keramik dinding di dapur, kamar mandi dan lainnya: 

1. Dinding Mudah Dibersihkan

Keramik akan melindungi dinding dari kotoran. Misalnya di dapur, dinding terhindar dari risiko cipratan minyak, bumbu dan kotoran lainnya. Permukaan keramik yang halus dan berpori-pori kecil ini mudah untuk dibersihkan hanya dengan lap basah.

2. Warna Tidak Pudar

Tanpa perawatan sekalipun, warna keramik tetap terlihat mencolok. Tidak seperti cat yang cenderung pudar setelah beberapa tahun, sehingga harus dicat ulang supaya mempertahankan estetika.

3. Mencegah Lumut

Area yang lembab seperti kamar mandi rentan ditumbuhi oleh lumut. Dengan mengetahui cara pasang keramik dinding kamar mandi, dinding pun terlindung dari risiko lumut, jamur bahkan retak akibat terus-menerus terkena air.

4. Pilihan Desain Banyak

Banyak sekali pilihan motif dan warna keramik dinding yang bisa dipilih. Tidak hanya itu, keramik dinding juga mempunyai kilau pada permukaannya, membuat ruangan terlihat lebih modern dan bersih. Asyiknya lagi, keramik dinding dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Baca Juga  Lantai Vinyl: Keunggulan, Jenis, dan Tips Memilihnya!

 

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Setelah mengetahui manfaat dari keramik dinding, mari mulai bekerja dan memasangnya di dinding rumah. Tetapi ada beberapa alat dan bahan yang harus dipersiapkan dalam cara memasang keramik dinding yang benar, di antaranya:

1. Alat

  • Benang
  • Kain katun
  • Meteran ukur
  • Paku
  • Palu karet
  • Sarung tangan untuk pengaman
  • Sendok semen

 

2. Bahan

  • Air
  • Keramik dinding
  • Pasir
  • Semen

 

Cara Pasang Keramik Dinding bagi Pemula

Sekilas memang mudah memasang keramik dinding, tetapi salah langkah saja bisa mempengaruhi kualitas akhirnya. Bisa-bisa keramik mudah pecah jika kurang perekat. Untuk mengawalinya, mari simak sama-sama tutorial sebagai berikut:

1. Lindungi Permukaan

Sebelum memulai semuanya, lindungi dulu lantai ruangan yang hendak dikerjakan. Selama proses pemasangan keramik dinding, pastinya akan ada semen yang terciprat ke lantai atau furniture. Singkirkan furniture dan lapisi lantai dengan koran atau plastik. Barulah mulai pekerjaan.

2. Rendam Keramik

Keramik yang dibeli dalam kardus sudah kehilangan sebagian besar dari kandungan air. Untuk mengembalikannya, maka keramik perlu direndam dulu selama kurang lebih 30 menit. Merendam keramik membantu mengisi pori-pori keramik dengan air.

Dengan begitu, semen bisa merekat lebih kuat. Sebaliknya, keramik yang langsung diberi perekat tanpa direndam cenderung mudah lepas. Pasalnya semen akan terserap masuk ke dalam pori-pori dan membuat bagian belakang keramik kosong.

3. Buat Adonan Perekat

Sembari menunggu keramik direndam, cara pasang keramik dinding meja dapur atau kamar mandi selanjutnya adalah membuat adonan perekat. 

Campurkan semen, pasir dan beton dengan perbandingan 5:1:1 pada wadah, kemudian aduk menggunakan sendok semen. Tambahkan air secukupnya sampai adonan berubah menjadi pasta yang mudah diaplikasikan.

Baca Juga  Pengertian Rumah Sehat dan Ciri-Cirinya

4. Siapkan Dinding

Ambil meteran ukur, benang da paku untuk memulai pengukuran. Idealnya, paku pertama diletakkan di bagian tengah bidang kerja, sehingga mudah untuk menentukan jalur pemasangan keramik yang diinginkan.

Selain itu, berikan batasan pada bagian kanan-kiri dan atas-bawah dinding. Beri jarak kurang lebih 1-1,5 cm dari dinding untuk memastikan tebal perekat sama rata.

5. Tempel Keramik Dinding

Cara pasang keramik dinding yang belum diplester sebetulnya sedikit lebih sulit, karena permukaan yang kurang rata. Jadi sangat disarankan hanya menggunakan keramik pada dinding yang sudah halus dan siap tempel.

Ambil keramik yang sudah direndam, lalu tiriskan. Oleskan adonan perekat dengan tebal kurang lebih 1-1,5 cm pada dinding. Kemudian pasang keramik pada dinding dan ketok keramik menggunakan palu karet untuk memastikan benar-benar menempel sempurna.

Lakukan pemasangan keramik dari bawah ke atas. Gunakan benang untuk meratakan tata letak keramik yang sudah dipasang.

6. Bersihkan Keramik

Sekarang sudah mendekati langkah terakhir, yaitu membersihkan keramik dinding dari kotoran-kotoran yang menempel. 

Gunakan kain katun untuk menghapus noda-noda semen. Lakukan pembersihan dari atas ke bawah. Kemudian bereskan pula ruangan tersebut dari alat dan bahan yang digunakan, sehingga ruangan terlihat lebih rapi dan bersih.

7. Grout Keramik

Jika keramik sudah kering, biasanya memakan waktu 2 sampai 3 hari, saatnya melakukan grout keramik. Siapkan nat dan aplikasikan nat pada keramik untuk meningkatkan daya rekatnya. Setelah nat mengering, bersihkan kelebihan nat menggunakan kain katun. 

Tunggu nat kering selama kurang lebih 24 jam atau tergantung anjuran yang dijelaskan pada produk. Jika terdapat anjuran dari produsen produk, tambahkan sealer setelah nat sudah keras.

8. Finishing

Itu dia cara memasang keramik dinding yang benar. Namun jangan lewatkan tahapan finishing ini untuk memastikan kualitas keramik. 

Cek apakah ada bagian yang belum rapat atau kopong pada bagian belakang keramik. Terakhir, kembalikan furnitur seperti semula dan Anda mendapatkan ruangan yang menarik dan artistik.

Baca Juga  Katalog Ukuran Pipa PVC Paralon Berdasarkan Jenisnya!

 

Apakah Keramik Lantai Bisa untuk Dinding?

Melihat banyak sekali motif pada keramik lantai, mungkin ada yang bertanya apakah keramik lantai ditempel pada dinding? Jawabannya tidak. Keramik dinding dan keramik lantai mempunyai berat, komposisi dan ukuran yang berbeda.

Jika menggunakan keramik lantai, itu artinya Anda harus memotong keramik persegi tersebut menjadi bagian-bagian kecil sehingga mudah dipasang. Lagipula keramik lantai cenderung lebih berat dibandingkan keramik dinding. Ini meningkatkan risiko keramik jatuh setelah diberi perekat.

Mengikuti cara pasang keramik dinding tanpa benang di atas saja belum tentu bisa menyelamatkan Anda. Ditambah, beberapa model keramik lantai bisa mengalami perubahan warna setelah beberapa tahun. Tentunya itu bisa mengurangi tampilan ruangan. 

Tetap memaksakan menggunakan keramik lantai untuk ditempel di dinding bisa membuat pengeluaran Anda lebih boros.

 

Tips

Meski sudah menerapkan cara memasang keramik dinding yang benar, ada kesalahan yang sering dilakukan pemula, yaitu menyisakan ruang kosong pada bagian belakang keramik. 

Ini bisa terjadi karena kurangnya jumlah perekat yang digunakan atau tidak merendam keramik di air terlebih dulu. Jadi penting sekali merendam keramik dan menggunakan perekat dalam jumlah yang cukup.

Pastikan Anda memilih motif dan ukuran keramik dinding sesuai tema ruangan. Selain itu, perhatikan pula bagian siku sudut dinding sebelum menempel keramik. Terkadang ada plesteran yang kurang bagus sehingga membuatnya kurang siku.

Terakhir, jangan lupa lepas nat pada saat kondisinya setengah kering. Gunakan kawat tembaga untuk membantu melepaskannya. Dengan begitu hasilnya tidak terlihat rata dengan keramik.

Mudah sekali cara pasang keramik dinding yang sudah di aci, bukan? Ikuti tutorial tadi dengan baik dan siapa pun pasti bisa memasang keramik sendiri. Bingung mau keramik seperti apa yang bagus untuk kamar mandi? Tokban Marketplace tokban.com punya banyak pilihan, cek saja langsung!