Fasad rumah adalah tampilan luar yang dimiliki oleh suatu bangunan atau rumah. Dengan adanya fasad, maka akan membentuk konsep rumah yang diinginkan misalnya minimalis tropis, klasik tradisional, modern, dan lain sebagainya.

Dalam membuat fasad tentunya harus memperhatikan tema umum dari rumah yang ingin dikembangkan. Fasad eksterior tentunya harus memiliki kemiripan dengan interior (konsep ruang dalam bangunan). Memang istilah ini masih awam bagi sebagian besar orang karena merupakan istilah arsitektur.

Apa itu Fasad Rumah?

Istilah fasad sebenarnya bermula dari bahasa Perancis yang artinya muka atau depan. Akan tetapi, secara umum pengertian fasad juga dapat diartikan pada bagian samping dan belakang bangunan. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, maka maksudnya adalah bagian luar atau eksterior bangunan.

Dalam melihat suatu bangunan, tentunya biasa menghasilkan kesan pertama dari pemilik maupun pengunjungnya sendiri. Kesan ini memberikan suatu anggapan penting, misalnya memiliki kesan mewah, sederhana, tradisional, ataupun yang lainnya.

Selain bagian luar ruangan yang membentuk fasad, bagian dalam ruangan atau interior juga hendaknya sinkron dengan fasad utama dalam satu kesatuan bangunan. Bagian interior akan memberikan kesan sambutan hangat, menentukan tata letak, dan juga dekorasi.

Fungsi Fasad Rumah

Setelah mengenal pengertian fasad, maka ada baiknya mengetahui apa saja fungsi-fungsi yang menunjang dari adanya konsep fasad yang menarik. Komponen ini tentunya sangat penting baik dari segi eksterior maupun interiornya sendiri.

Baca Juga  7 Kombinasi Warna Cat Rumah Sederhana dan Minimalis

1. Nilai Jual dari Sebuah Rumah

Dalam sebuah rumah, ada beberapa elemen yang menentukan nilai jual baik mahal atau tidaknya bangunan tersebut. Pertama adalah lokasi. Apakah terletak di daerah padat penduduk, pusat bisnis dan ekonomi, perkampungan atau perdesaan, dan lain sebagainya.

Hal ini sangat mempengaruhi harga. Selain itu, juga perlu diperhatikan tentang luasan lahan dan juga luasan bangunan rumah. Semakin luas lahan dan bangunan, maka harganya akan semakin tinggi. Adapun hal yang tidak kalah penting adalah tampilan bangunan atau fasad.

Hal ini menjadi penting karena dalam sebuah tampilan eksterior maupun interior akan terlihat konsep dan juga material yang digunakan. Jika fasadnya menarik, terlebih lagi dibuat dengan gaya mewah dan material berkualitas maka nilai jualnya pun akan semakin tinggi.

2. Penilaian Pertama Sebuah Rumah atau Hunian

Pandangan pertama dari seseorang pada saat melihat bangunan pastilah tampilan awalnya. Dari sini, seseorang akan dapat menilai apakah rumah tersebut memiliki konsep ruang dalam yang seperti apa. Berbagai perspektif atau pandangan desain juga bermunculan dari melihat fasad.

Misalnya saja sebuah hunian rumah dengan fasad sederhana sehat. Tentunya dari sini juga dapat terlihat cerminan pemiliknya. Pada umumnya, rumah sederhana memiliki fasad dan tampilan rumah sederhana

Bahkan, mungkin dapat disimpulkan bahwa pemiliknya juga kalangan menengah kebawah. Meskipun memang, hal ini tidak serta merta sejalan dengan asumsi publik tersebut. 

Akan tetapi, dengan melihat fasad tersebut tentunya bisa menilai secara kasar tentang bangunan dan juga pemilik atau penghuninya.

3. Menunjukkan Style Arsitektur Sebuah Rumah atau Hunian

Style atau gaya arsitektur biasanya banyak dipergunakan pada bangunan-bangunan mewah. Meski begitu, style dalam arsitektur tidak serta merta hanya dimiliki oleh bangunan mahal, mewah, dan berkelas. Arsitektur tradisional dan vernakular juga memiliki stylenya tersendiri.

Baca Juga  Jenis Bata yang Bagus Untuk Rumah dan Fungsi Batu Bata

Fasad adalah elemen estetika penting dari sebuah bangunan. Maka dari itu, hal ini seringkali dipergunakan sebagai identitas karya arsitektur dan juga sebagai focal point utama dari bangunan tersebut.

Fasad pada bangunan dapat dikatakan sebagai ciri khas atau karakter dari bangunan tersebut. Sehingga, akan tercermin selera penghuni dan juga perancang dari bangunan tersebut.

Jenis Fasad Rumah Berdasarkan Materialnya

Elemen pembentuk fasad terdiri dari bentuk, material, dan juga konsep historis atau cerita yang tergambar dalam sebuah bangunan. Elemen terkuat dalam membentuk fasad salah satunya adalah material. Beberapa material yang membentuk fasad adalah.

1. Material Kayu

Kayu merupakan salah satu material yang sudah digunakan oleh manusia dalam membuat berbagai macam bentuk dan fungsi sejak masa purbakala. Ada bangunan hunian di atas pohon yang menggunakan berbagai macam kayu.

Bahkan, burung juga membuat rumah atau sarang menggunakan ranting-ranting kayu. Material ini menghasilkan fasad yang bersifat klasik dan estetik

2. Dinding Bata Merah

Bata merah atau terakota pertama kali dikenal pada masa kejayaan kerajaan Babilonia. Berbagai pernak pernik tanah liat hingga ornamen bangunan juga menggunakan bata merah. Material ini juga merupakan salah satu material alami yang sifatnya klasik.

Bata merah mampu menimbulkan kesan fasad menjadi lebih tradisional, hangat, bernuansa pedesaan, dan kesan klasik lainnya. Sifat materialnya mirip kayu.

3. Metal

Bahan metal sangat digemari pada masa kini karena menghasilkan kesan yang kuat dan modern. Selain itu, jenis material ini bukan merupakan material organik sehingga daya tahannya sedikit lebih lama. Material ini sering dijumpai pada fasad tipe rumah industrial.

Contoh Fasad Rumah

Ada beberapa contoh fasad yang merupakan penggabungan antara material dan style atau langgam arsitektur tertentu. Fasad ini sangat populer diadopsi dalam berbagai jenis perumahan di Indonesia.

Baca Juga  7 Cara Mudah Plamir Tembok Sendiri Agar Dinding Awet Tahan Lama

1. Fasad Tropical Mediterania

Daerah Mediterania merupakan daerah pinggir laut yang berada di wilayah Eropa seperti Spanyol dan Italia. Saat musim panas, wilayah ini menjadi surganya kawasan tropis dan memiliki arsitektur menarik dengan perpaduan biru laut.

Konsepnya adalah menyatu dengan alam dengan mementingkan banyak bukaan. Mak dari itu, udara dan sinar matahari dapat langsung masuk ke dalam bangunan. Tipe ini sangat cocok untuk di adopsi di Indonesia karena sarat dengan iklim tropis

2. Fasad Klasik

Era klasik terkenal di Eropa saat masa-masa kekaisaran Romawi Kuno. Langgam arsitektur yang berkembang pada saat ini adalah banyaknya ornamen rumit yang digunakan untuk menghiasi bangunan. Meskipun ornament tersebut tidak fungsional, akan tetapi menambah nilai estetis.

Kastil-kastil megah di Eropa mengadopsi gaya arsitektur klasik. Langgam ini juga banyak diadopsi dalam fasad perumahan di Indonesia. Gaya ini juga populer dipilih oleh pemilik perumahan karena menghasilkan kesan mewah, elegan, dan berkelas.

3. Fasad Minimalis

Gaya fasad 1 lantai rumah minimalis banyak menjadi konsep dari pengembang perumahan karena terlihat simpel tetapi tetap mewah. Selain itu gaya ini sangat bertolak belakang dengan gaya klasik. Minimalis lebih menekankan pada bentuk yang simpel dan fungsional.

Tidak menggunakan ornamentasi secara berlebihan adalah salah satu prinsip dari konsep rumah minimali. Warna yang dipilih biasanya cenderung berwarna putih atau warna monokrom lainnya seperti hitam, putih, atau abu-abu.

Konsep desainnya elegan dan mewah. Terkadang gaya ini juga disandingkan dengan arsitektur tropis sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan di Indonesia.

Bentuk dan fasad rumah merupakan elemen terpenting dalam membentuk elemen arsitektural pada suatu bangunan. Selain itu, juga termasuk sebagai inspirasi dalam menentukan desain interior di dalamnya. Jika ingin melihat berbagai inspirasi desain interior lainnya, kunjungi Tokban Blog.