Bagi yang baru pindah ke hunian pribadi, pastikan mengetahui rangkaian instalasi listrik rumah. Pengetahuan akan dasar-dasar instalasi listrik ini dapat membantu untuk memasang penerangan rumah, menyalakan barang-barang elektronik, dan masih banyak lagi.

Tetapi tidak sedikit orang yang belum mengetahui hal ini. Padahal pengetahuan akan hal ini sangat penting, khususnya jika kebutuhan mendadak dan tidak ada orang lain yang bisa membantu. Jadi jangan sampai lewatkan pembahasan penting di bawah ini!

Komponen Instalasi Listrik Rumah

Mari dimulai dengan mengenali komponen listrik rumah beserta fungsinya masing-masing. Instalasi listrik di rumah membentuk suatu rangkaian yang langsung menyambung dan mengalirkan listrik. Adapun berikut adalah beberapa komponen utama yang pasti ada:

1. Kabel

Kabel bisa dibilang penyambung seluruh komponen kelistrikan. Kabel akan mengalirkan tenaga listrik sehingga memberikan energi untuk menyalakan komponen yang ada. 

Seringkali perangkat elektronik yang tidak menyala disebabkan oleh kabel yang putus atau kendor. Itulah mengapa kabel penting untuk disimpan secara rapi dan jauh dari jangkauan hewan pengerat.

2. Sakelar

Tenaga listrik akan terus mengalir pada kabel, namun ada satu cara untuk memutus aliran tersebut yaitu dengan menggunakan saklar. Contoh saklar yang digunakan di rumah tangga biasanya saklar lampu.

Saklar berfungsi memutus sementara aliran listrik, sehingga lampu bisa mati. Ini juga berguna untuk mencegah terjadinya korsleting dan pemborosan energi.

Baca Juga  Fasad Rumah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contohnya!

3. MCB

Komponen instalasi listrik rumah selanjutnya adalah Miniature Circuit Breaker, yaitu komponen yang berperan mengurangi risiko masalah kelistrikan. Caranya dengan mengendalikan dan memutus aliran listrik sekiranya terjadi korsleting atau arus berlebih.

4. ELCB

ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker adalah pengaman yang melindungi instalasi kelistrikan rumah tangga dari risiko kebocoran arus listrik. Pasalnya, masalah tersebut bisa membahayakan penghuni rumah jika tidak ditangani dengan cepat.

5. Stop Kontak

Siapa saja pasti pernah melihat komponen ini di rumah. Stop kontak merupakan komponen yang cara kerjanya sebetulnya tidak jauh berbeda dengan saklar. Hanya saja bentuknya lebih praktis dan mudah dijangkau, seperti diletakkan di meja, lantai atau permukaan lainnya.

Stop kontak dapat berperan pula untuk mendistribusikan aliran listrik ke banyak perangkat elektronik, sehingga penggunaannya lebih efisien. Bentuk stop kontak setiap negara berbeda-beda, untuk di Indonesia sendiri memiliki dua lubang.

Jenis-jenis Instalasi Listrik Rumah

Kelistrikan skala kecil yang diperuntukkan untuk rumah hanya terbagi menjadi dua jenis. Instalasi kelistrikan ini dibagi berdasarkan tujuan. Biar lebih mudah dipahami, lihat penjelasan berikut:

1. Instalasi Listrik Daya

Beberapa perangkat elektronik membutuhkan daya yang besar agar bisa digunakan, sebut saja mesin cuci, kulkas, komputer, televisi, speaker, ponsel dan masih banyak lagi. Instalasi listrik untuk mengalirkan daya memiliki tegangan yang lebih besar dibandingkan instalasi listrik penerangan.

2. Instalasi Listrik Penerangan

Bahkan untuk mendapatkan penerangan saja membutuhkan daya yang cukup. Namun jumlah daya yang dialirkan bisa lebih kecil, tergantung dari daya yang dibutuhkan oleh lampu.

Urutan Pemasangan Instalasi Listrik Rumah

Jika sudah mengetahui dasar-dasar kelistrikan rumah, mari pelajari juga bagaimana melakukan pemasangan instalasi listrik yang benar dan aman. Dibutuhkan profesional untuk menangani hal ini, namun setidaknya Anda bisa memahami bagaimana alurnya. Berikut penjelasan rincinya:

1. Perancangan Desain Instalasi Listrik 

Agar pemasangan aman dan lancar, dibutuhkan perancangan matang tentang desain jalur instalasi listrik. 

Baca Juga  5 Cara Membuat Lampu Hias Menggunakan Barang Bekas yang Wajib Dicoba

Untuk itu, cari tahu dulu di mana lokasi-lokasi yang membutuhkan aliran listrik, nantinya akan dibuatkan desain jalur listrik yang sesuai. Perancangan ini membutuhkan perhitungan yang kompleks, sehingga sepatutnya diserahkan kepada pihak yang sudah berpengalaman.

2. Instalasi Pipa untuk Melindungi Kabel

Kabel yang dimasukkan ke dalam tembok tidak bisa ditanam begitu saja, dibutuhkan pipa-pipa khusus supaya kabel tetap terlindung. 

Adanya pipa instalasi listrik rumah berguna untuk memudahkan bongkar pasang kabel. Umumnya, pipa dipasang di dalam tembok dengan ketinggian minimal 125 cm dari lantai. 

Tahapan ini akan membutuhkan pembobokan tembok untuk memastikan kabel benar-benar jauh dari jangkauan anak-anak.

3. Pemasangan Kabel Utama

Pipa yang sudah dipasang tadi kemudian akan menjadi jalur utama kabel. Jalur ini akan menghubungkan kotak MCB dengan saklar dan stop kontak.

Selain melalui pipa, kabel utama jika bisa dipasang di atas plafon atau atap rumah supaya tidak terlihat. Tetapi nantinya tetap akan disambungkan ke pipa listrik yang ditanam dalam tembok.

4. Penyambungan Kabel dengan Komponen Listrik

Jika rangkaian instalasi listrik rumah sudah sampai tahap ini, maka kabel siap disambung ke komponen-komponen listrik, seperti kop lampu, saklar hingga stop kontak. Itu artinya, listrik sudah bisa mengalir dan menyalakan komponen tersebut.

5. Instalasi Komponen Kelistrikan

Kemudian pasang seluruh komponen tersebut dengan mur dan baut sampai merekat sempurna. Pastikan juga pipa listrik tadi sudah tertutup dengan isolasi agar tidak menyebabkan kebocoran aliran listrik.

6. Uji Coba 

Terakhir akan dilakukan uji coba dengan mengaktifkan MCB. Ketika MCB dalam keadaan aktif, uji coba yang dilakukan yaitu dengan menyalakan lampu. Jika lampu menyala, berarti rangkaian kelistrikan berhasil dipasang.

 

Tips Pemasangan Instalasi Listrik Rumah

Sebelum memanggil profesional untuk melakukan pemasangan listrik rumah, ada baiknya melakukan inspeksi rumah terlebih dulu dan menentukan daya listrik yang ingin dialirkan. Untuk memudahkan itu, gunakan beberapa tips berikut:

Baca Juga  8 Pilihan Tanaman Hias Depan Rumah Terbaik Supaya Hunian Menjadi Asri

1. Desain Jalur Aliran Listrik

Untuk menentukan di mana jalur listrik harus dipasang, biasanya akan dibuat dulu rancangan desain jalur listrik secara matang. Desain ini merupakan gambaran bentuk rumah beserta ruangan-ruangan yang ada di dalamnya.

Dengan adanya desain ini, memudahkan profesional untuk menentukan jalur listrik yang efektif dan efisien. Nantinya jalur listrik tersebut akan mengalir dari MCB hingga ke komponen-komponen listrik yang ada di rumah.

2. SNI

Pastikan menggunakan komponen-komponen kelistrikan dengan label SNI, khususnya MCB, sakelar, stop kontak, dan lain sebagainya. Menggunakan komponen berlabel SNI mencegah risiko korsleting, kesetrum bahkan kebakaran.

3. Luas dan Jumlah Ruangan

Berapa banyak ruangan yang ada di rumah juga mempengaruhi jumlah daya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Jadi tentukan jumlah dan luas ruangan tersebut supaya lebih mudah menyiapkan anggaran dan alat yang dibutuhkan.

4. Besar Daya Listrik

Semakin besar daya listrik yang dibutuhkan, maka alat yang digunakan harus mempunyai karakteristik yang sesuai. Pertimbangkan lagi besar daya listrik yang dibutuhkan agar instalasi listrik aman.

 

Biaya Instalasi Listrik Rumah

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk instalasi listrik di rumah dibedakan berdasarkan daya. Inilah tabel harga terbaru yang bisa dijadikan referensi, dan sedikit informasi biaya tersebut sudah termasuk pajak penerangan jalan, uang jaminan sebagai langganan, biaya guna penyambungan dan materai:

Biaya Instalasi Listrik Pascabayar

Daya Biaya
450 VA Rp 250.000
900 VA Rp 1.385.000
2200 VA Rp 2.375.000
3500 VA Rp 3.950.000

 

Biaya Instalasi Listrik Prabayar

Daya Biaya
450 VA Rp 240.000
900 VA Rp 860.000
1300 VA Rp 1.240.000
2200 VA Rp 2.090.000
3500 VA Rp 3.415.000

Keamanan harus dijunjung tinggi saat melakukan pemasangan instalasi listrik rumah. Itulah mengapa penting menggunakan komponen listrik berlabel SNI. Anda bisa mendapatkan perlengkapan kelistrikan resmi dan murah di tokban.com dan barang akan dikirim langsung ke rumah!