Sebagai kawasan tropis, Indonesia dikaruniai dengan ragam kekayaan alam bernilai tinggi, termasuk material batu alam. Batuan yang dihasilkan oleh pengerasan kerak bumi dan mineral ini kerap kali digunakan sebagai salah satu elemen dalam membangun hunian, bahkan sejak zaman dahulu kala.

Selain multifungsi, batuan alam mampu meningkatkan nilai estetika dan kesan natural elegan pada hunian. Tidak mengherankan kalau sangat diminati berbagai kalangan. Meskipun begitu, sebelum membeli sebaiknya ketahui terlebih dahulu macam-macam batu alam yang tersedia di pasaran.

Mengenal Sifat Batu Alam

Perlu diketahui, bahwa jenis batuan alam yang diaplikasikan pada interior dan eksterior bangunan umumnya berbeda. Supaya tidak salah pilih, Anda harus mengenal sifat setiap jenis batuan alam. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa kecewa di kemudian hari akibat salah memilih.

Di bawah ini adalah 2 sifat batuan alam:

Solid

Batuan solid memiliki fisik lebih kokoh, padat, keras, dan tidak mudah patah. Di samping itu, batu solid memiliki daya serap rendah terhadap air karena tidak mempunyai pori-pori (porositas). Oleh karena itu, batu solid tidak gampang ditumbuhi oleh lumut dan jamur.

Batu solid sangat direkomendasikan diterapkan pada eksterior rumah karena akan melindungi bangunan secara lebih optimal. Contoh batu solid antara lain, andesit.

Batu Non Solid

Berbeda dengan batu solid, batu non solid mampu menyerap udara dan air sehingga mudah berlumut. Selain itu, teksturnya juga lebih soft dan mudah patah, sehingga lebih cocok digunakan untuk interior. Contoh batu non solid adalah Palimanan, paras Jogja, dsb.

14 Jenis Batu Alam untuk Mempercantik Hunian

1. Batu Andesit

Andesit terkenal akan keunggulannya saat diterpa berbagai perubahan iklim. Tidak mengherankan kalau batuan anti lumut ini diminati berbagai kalangan. Batu andesit sangat cocok diterapkan pada area taman indoor atau outdoor untuk menambah kesan natural.

2. Batu Templek

Pada bangunan arsitektur tua yang dipugar, Anda pasti akan menemukan batu templek pada permukaan dinding luar. Batu templek bukan hanya akan menghadirkan nuansa alami pada rumah, namun juga cukup kokoh dan menariknya lagi harganya juga relatif terjangkau.

3. Batu Palimanan

Diproduksi dari Gunung Ciremai, batu Palimanan terkenal kuat dan awet sehingga biasanya difungsikan sebagai dinding, taman, kolam renang, dan dinding pagar. Apabila Anda sedang mencari referensi batu untuk memperindah eksterior, maka Palimanan bisa jadi solusinya.

4. Batu Granit

Biasanya granit diasah kemudian dipotong-potong untuk dijadikan sebagai lapisan lantai. Selain mampu menghadirkan nuansa estetik, granit juga terasa dingin, tidak licin, anti gores, dan tahan terhadap terpaan cuaca ekstrim. Jadi, tidak masalah diterapkan untuk eksterior.

5. Batu Candi

Jenis batu alam candi bersifat non solid sehingga kurang cocok diaplikasikan untuk eksterior. Namun, apabila diterapkan pada interior, maka akan memberikan nuansa alami pada hunian. Umumnya, batu candi dijadikan sebagai komponen membuat patung antik.

6. Batu Granit

Selain cocok dijadikan sebagai lapisan dinding luar, batu granit juga apik sekali kalau difungsikan sebagai lantai ruangan. Penggunaan granit pada hunian akan menghadirkan kesan alami, sekaligus elegan dan mewah. Wajar saja jika harganya juga cukup mahal.

7. Batu Koral Sikat

Koral sikat biasanya diaplikasikan sebagai carport. Namun, tidak sedikit yang menggunakan batu unik ini sebagai lapisan pada dinding untuk menciptakan nuansa alami. Batu koral sikat hadir dengan beragam corak variatif, selain itu harganya juga sangat terjangkau.

8. Batu Hijau Sukabumi

Sesuai dengan namanya, batu hijau Sukabumi berasal dari kawasan pegunungan di Sukabumi – Jawa Barat. Jenis batu alam untuk dinding ini akan sukses menghadirkan kesan kontras sangat baik. Wajar saja kalau selalu diaplikasikan sebagai dinding hunian.

9. Batu Gamping

Memiliki kualitas terbaik yang dapat bertahan pada berbagai kondisi cuaca, batu kapur ini merupakan primadona masyarakat dari semua kalangan. Apalagi, batu gamping juga tersedia dalam warna biru, abu, pink, dan coklat. Jadi, Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

10. Batu Marmer

Marmer atau marble memiliki karakteristik berupa permukaan yang mengkilap dengan corak abstrak sehingga memberikan kesan mewah elegan. Karena sensitif terhadap iklim ekstrim, sebaiknya hindari penggunaan marmer pada eksterior rumah karena bisa mudah rusak.

11. Batu Paras Jogja

Jenis batu paras Jogja sangat direkomendasikan untuk Anda yang suka dengan desain rumah minimalis. Namun, karena tekstur permukaannya kasar dan warnanya juga terlalu terang, maka menuntut perawatan khusus supaya tetap awet dan terhindar dari lumut.

12. Batu Karang

Untuk menghadirkan aksen tropis dan alami pada hunian, Anda bisa mengaplikasikan batu karang sebagai lapisan untuk kolam ikan atau tempelan di dinding pagar. Tidak perlu khawatir batu akan rusak, karena karang memiliki tekstur kokoh dan bersifat anti air.

13. Bluestone

Batu produk impor dari negeri Paman Sam ini memiliki karakteristik tekstur seperti batu templek, hanya saja warnanya berbeda. Bluestone mempunyai ciri khas warna biru gelap dan lebih mengkilap. Selain dijadikan lantai, batu ini biasanya juga diukir menjadi benda dekoratif.

14. Batu Sabak

Memiliki tekstur kokoh, batu sabak alias batu kali sering dijadikan pondasi sebuah bangunan. Meskipun proses pengerjaannya rumit karena membutuhkan peralatan khusus, namun penggunaan batu kali pada eksterior akan membuat hunian tampak natural dan berseni.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Alam

Apabila Anda berencana untuk mengaplikasikan batuan alam pada bangunan, baik itu interior maupun eksterior. Sebaiknya ketahui apa saja kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu, maka bisa mencari cara bagaimana menutupi ketidaksempurnaan pada material alami ini.

Kelebihan :

  • Tampilan alami, elegan, dan mewah
  • Beberapa jenis batu akan sangat kokoh diaplikasikan sebagai lantai
  • Meskipun rusak, namun tidak akan membuat kerusakan tampak jelek
  • Tersedia dalam berbagai ukuran, dan umumnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan
  • Rumah tampak lebih artistik
  • Menaikkan harga jual properti

Kekurangan :

  • Pori-pori besar sehingga perlu dilapisi dengan bahan khusus yang cukup mahal
  • Aplikasi di lantai dua perlu memperhatikan struktur rumah atau bangunan
  • Warna tidak bisa seragam
  • Material cenderung memiliki bobot berat sehingga sulit dalam pendistribusian
  • Harga relatif mahal dibandingkan material keramik

Cara Merawat Batu Alam pada Lantai dan Dinding Rumah

Meskipun terkenal kokoh dan mempunyai daya tahan bagus dalam mengantisipasi perubahan cuaca, namun jenis batu ini juga membutuhkan perawatan konsisten untuk mempertahan keindahannya.

Berikut ini adalah 4 cara mudah merawat dinding atau lantai yang terbuat dari batuan alam:

  • Tambahkan coating pada jenis batu yang memiliki pori-pori besar.
  • Supaya lapisan tahan lama, pilihlah jenis coating terbaik dan terapkan secara hati-hati.
  • Selalu periksa apakah ada batuan yang terlepas, dan kalau ada segera perbaiki.
  • Sesuaikan batu berdasarkan letak pemasangan untuk mempermudah proses perawatan.

Jika membutuhkan batu alam maupun material bangunan lain dengan kualitas tinggi namun harga kompetitif, maka Tokban.com wajib masuk ke dalam list yang harus Anda kunjungi. Temukan penawaran menarik belanja bahan bangunan berkualitas di toko terpercaya Tokban.com.

Write A Comment