Keramik merupakan salah satu finishing konstruksi yang sekaligus berfungsi mempercantik tampilan rumah. Mengaplikasikan jenis keramik yang matching dengan desain interior maupun eksterior mampu menciptakan kesan bersih dan artistik pada hunian. Wajar jika material ini sangat diminati.

Di era modern sekarang, inovasi motif dan material keramik mengalami perkembangan sangat pesat. Ada berbagai jenis-jenis keramik dengan kualitas berbeda beredar di pasaran. Tentunya dengan ciri fisik, kualitas, material, dan tampilan berbeda pula. Jadi, konsumen memiliki lebih banyak pilihan.

Fungsi Keramik

Seperti diketahui, fungsi keramik sangat erat kaitannya dengan finishing ruang. Di dalam proses pekerjaan konstruksi bangunan, tahapan terakhir adalah finishing, yakni kegiatan memberi sentuhan akhir termasuk aplikasi keramik pada lantai, dan berbagai macam elemen dekoratif lainnya.

Berikut di bawah ini adalah beberapa fungsi umum keramik:

1. Penutup Lantai

Fungsi dari penggunaan keramik yang paling populer adalah untuk menutup lantai. Meskipun ada juga keramik yang diaplikasikan pada area dinding. Namun, diantara keduanya terdapat perbedaan cukup mencolok, terutama tekstur permukaan keramik.

2. Penutup Dinding

Apabila bosan dengan tampilan cat, namun ragu memasang wallpaper karena tidak tahan lama. Keramik dapat dijadikan alternatif solusi memiliki dinding dekoratif dengan memilih warna dan motif menarik yang bisa mendukung desain interior atau eksterior.

3. Lapisan Kitchen Set

Kabinet dapur yang dibuat dari konstruksi beton akan tampak lebih eye catching jika bagian permukaannya dipasang material keramik. Selain aman dan kokoh, keramik juga mudah dibersihkan karena tinggal di lap menggunakan kain basah untuk membersihkan noda.

Baca Juga  10 Jenis Keramik Motif Kayu Terfavorit untuk Lantai Hunian

4. Sebagai Elemen Estetika

Dalam interior bangunan rumah, unsur keramik bisa diterapkan ke berbagai kondisi. Seiring perkembangan zaman dan semakin variatifnya pilihan motif dan warna keramik, material ini juga dapat difungsikan untuk menghiasi berbagai elemen interior, seperti furniture, dsb.

Jenis Jenis Keramik dan Fungsinya

Berdasarkan fungsi penggunaannya, keramik dapat diaplikasikan pada area lantai maupun dinding. Selain berfungsi sebagai lapisan, keramik dengan motif tepat juga dijamin akan sukses membuat hunian tampak lebih hidup dan menarik, jadi siapa pun betah tinggal di dalam rumah tersebut.

Di bawah ini adalah macam-macam keramik beserta kelebihan dan kekurangannya:

1. Keramik Standar

Jenis ini paling laku dan diminati di pasaran Indonesia. Keramik standar hadir dalam beragam ukuran, mulai 30 cm – 30 cm persegi. Ada juga bentuk persegi panjang dengan ukuran 30 cm x 15 cm. Jadi, pembeli bisa bebas memilih sesuai kebutuhan.

Kelebihan:

  • Ketahanan bagus menahan air
  • Hunian terlihat bersih
  • Mudah dibersihkan
  • Harga relatif terjangkau

Kekurangan:

  • Warna terkesan monoton
  • Pilihan motif terbatas

2. Keramik Kuadrat

Biasanya keramik kuadrat dipasang sebagai lantai teras rumah. Hal tersebut tidak mengherankan, pasalnya keramik jenis ini dinilai mampu meminimalisir porositas. Terbuat dari kombinasi material tanah liat asli, mayoritas keramik kuadrat memiliki warna cerah.

3. Keramik Teraso

Teraso umumnya diaplikasikan pada interior hunian bergaya etnik dan klasik. Memiliki karakteristik khas berupa motif serupa pecahan batu, keramik dari bahan limbah marmer ini akan menghadirkan kesan begitu apik apabila dikombinasikan desain interior yang match.

Motif keramik teraso terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, mulai dari motif serpihan kaca, batu alam, dan serpihan kerang laut. Selain diterapkan pada lantai rumah, keramik teraso juga umum ditemukan di bangunan komersial bergaya tradisional.

Baca Juga  Mengenal Jenis Bata Ringan, Keunggulan, Ukuran dan Harganya

Kelebihan:

  • Permukaan anti gores
  • Tersedia dalam berbagai pilihan motif menawan
  • Dapat menyesuaikan dengan suhu ruang

Kekurangan:

  • Harga relatif mahal

4. Keramik Mozaik

Memiliki karakteristik bentuk ubin kecil berukuran 6 cm, keramik mozaik memiliki tekstur keras namun daya serap terhadap air rendah. Keramik bermotif hexagonal ini hadir dalam dua pilihan tipe, yaitu mozaik berlapis kaca dan mozaik tanpa glasir.

Keramik mozaik umumnya diaplikasikan sebagai dinding backsplash pada dapur maupun kamar mandi. Penerapan mozaik akan membuat ruangan tampak lebih hidup dan cantik.

Kelebihan:

  • Anti air
  • Mudah dalam perawatan
  • Terdiri atas ragam pilihan warna, motif, dan tekstur
  • Kuat dan tahan lama karena tingkat kepadatannya tinggi

Kekurangan:

  • Jika perekat tidak kuat, maka keramik lebih rawan mengalami keretakan

5. Keramik Granit

Sudah menjadi rahasia umum bahwa keramik granit merupakan primadona bagi masyarakat kalangan menengah ke atas. Hadir dalam warna natural, granit akan memberikan kesan mewah dan elegan pada hunian. Wajar saja jika jenis ini dibanderol dengan harga tinggi.

Kelebihan:

  • Warna natural dan elegan
  • Tahan terhadap goresan
  • Permukaan halus dan pori kecil
  • Mudah dibersihkan apabila kotor terkena noda
  • Sambungan nat pada pemasangan lebih tipis sehingga tampak menyatu
  • Kualitas jempolan
  • Daya tahan baik sehingga tidak mudah retak maupun berjamur pada segala iklim

Kekurangan:

  • Tekstur kokoh dan sulit dipotong
  • Biaya perawatan cukup mahal
  • Bobot berat

6. Keramik Marmer

Selain granit, marmer juga menjadi idola bagi masyarakat kalangan atas. Keramik yang dibuat melalui proses kristalisasi batu kapur ini memang memiliki tampilan mewah dan mahal. Sehingga wajar saja kalau tag price untuk keramik marmer juga sangat mahal.

Kelebihan:

  • Corak terlihat natural, mewah, dan elegan
  • Cocok diaplikasikan pada setiap ruangan
  • Anti gores
  • Daya kilap bisa bertahan hingga 8 tahun
  • Motif dan warna variatif
Baca Juga  5 Rekomendasi Tempat Tidur Tingkat Minimalis Bagi Si Kecil

Kekurangan:

  • Permukaan licin sehingga bisa mengakibatkan terpeleset
  • Memiliki tingkat pemasangan rumit
  • Marmer bisa rusak kalau terkena larutan asam
  • Jika lantai terlanjur berlubang, maka sulit untuk memperbaikinya

7. Homogenous Tile

Jenis keramik homogenous tile masih dianggap sebagai salah satu lapisan lantai kokoh. Produk tiruan granit ini terbuat dari komponen tanah liat dan ubin khusus melalui proses pemanggangan pada suhu 1.500 derajat celcius sehingga menghasilkan kualitas terbaik.

Selain diaplikasikan sebagai lantai, homogenous tile juga bisa difungsikan sebagai lapisan dinding kamar mandi untuk menghadirkan kesan natural dan mahal, namun minim biaya.

Kelebihan:

  • Lebih tahan lama karena memiliki tekstur keras
  • Hanya butuh pemolesan untuk membuat permukaan tampak selalu mengkilap
  • Tidak rusak saat berbenturan dengan benda keras

Kekurangan:

  • Harga relatif lebih mahal dibandingkan keramik biasa

8. Keramik Pavers

Jenis keramik lantai yang juga dikenal dengan nama ubin genting ini terbuat dari material tanah liat dan memiliki kontur lebih tebal dibandingkan keramik lain. Umumnya keramik pavers diaplikasikan di tepi kolam renang dan teras rumah karena permukaannya tidak licin.

9. Keramik Porselen

Hingga saat ini, porselen masih termasuk dalam kategori keramik terbaik. Meskipun mengandung material kaca yang membuatnya tampak glossy, namun porselen tidak licin sama sekali. Bagi yang tidak menyukai finishing glossy, maka bisa memilih porselen doff.

Kelebihan:

  • Tersedia dalam berbagai pilihan corak natural
  • Warna tampak memikat
  • Anti gores
  • Anti air

Kekurangan:

  • Susah dipotong
  • Mudah rusak jika ditempatkan pada ruang dengan suhu cukup ekstrim

Jika Anda kebetulan sedang mencari keramik dari material dan jenis terbaik dengan harga terjangkau, maka bisa menjadikan Tokban.com sebagai bahan referensi. Tokban.com menyediakan berbagai macam jenis keramik dengan harga bersahabat. Jadi, dijamin tidak menguras dompet.