Semen merupakan komponen yang penting dibutuhkan ketika membuat suatu bangunan. Tanpa adanya semen, maka akan sulit untuk mendirikan sebuah bangunan. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat banyak jenis semen di dunia ini.

Setiap jenisnya tentu memiliki bahan, penggunaan, dan karakteristik yang berbeda. Nah, informasi tersebut wajib Anda ketahui sebelum membangun konstruksi. Jangan sampai semen yang sudah terlanjur dibeli tidak bisa digunakan karena jenisnya tidak sesuai. 

9 Jenis Semen

Setidaknya, semen memiliki 9 (sembilan) jenis yang berbeda dengan sifat dan penggunaannya yang berbeda-beda. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut. 

  • Semen Portland (OPC)

Jenis semen Portland (OPC) merupakan jenis yang paling banyak ditemukan dan digunakan masyarakat umum. Biasanya semen jenis ini dijual bebas di toko bangunan.

Semen Portland dibagi lagi menjadi 5 (lima) varian, yakni varian I, varian II, varian III, varian IV, hingga varian V. Semen Portland varian I dipakai untuk membuat bangunan yang tidak membutuhkan persyaratan khusus, seperti landasan pacu, rumah, gapura, dan lain sebagainya.

Sedangkan semen Portland varian II memiliki keunggulan tahan panas, hidrasi sedang, dan sulfat, sehingga cocok dipakai untuk membuat bangunan pada saluran irigasi, tanah rawa, bendungan, dan tanah rawa. 

Selanjutnya adalah semen Portland varian III yang digunakan untuk membangun jalan tol, gedung pencakar langit, dan bandara.

Kemudian terdapat semen Portland IV yang dipakai untuk konstruksi bangunan yang dipengaruhi oleh perubahan temperatur, seperti lapangan udara dan dam.

Baca Juga  Apa Itu Atap Spandek? Kelebihan dan Jenis-jenisnya

Terakhir, yakni semen Portland varian V yang biasa digunakan pada proyek di lokasi yang memiliki kandungan sulfat tinggi. Contohnya yaitu tempat pengolahan limbah, PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), dan sebagainya.

  • Semen Portland Pozzolan (PPC)

Jenis semen yang kedua yakni semen Portland Pozzolan yang dibuat dengan cara menggiling bahan pozzolan, gypsum, dan terak. Umumnya, semen Portland Pozzolan digunakan untuk membangun proyek dengan yang tahan panas (tingkat sedang) dan tahan sulfat, seperti jembatan dan dermaga.

  • Semen Putih (WPC)

Selanjutnya, yakni jenis semen putih atau WPC.

Semen putih terbuat dari bahan-bahan dengan kandungan magnesium oksida yang rendah. Penggunaannya biasanya untuk cat semen, nat keramik untuk dekoratif, pekerjaan-pekerjaan arsitektur, dan lain-lain.

Semen putih banyak digunakan, terutama sebagai keperluan dekorasi atau finishing suatu ruangan. Umumnya, semen putih digunakan untuk melapisi permukaan teras, sambungan keramik, dan lainnya.

  • Semen Sumur Minyak (OWC)

Jenis semen OWC atau sumur minyak dipakai untuk proyek pengeboran sumur, gas, dan minyak. Pada proyek tersebut, akan dilakukan pengeboran sedalam puluhan atau ratusan meter, lalu pipa besi diletakkan pada lubang sumur. 

Selanjutnya, semen akan dipompa ke bawah melewati pipa besi. Ketika semen dipompa dan kembali ke atas, dinding sumur dan bagian luar pipa akan terikat. Ikatan itulah yang akan menjaga minyak dan air bawah tanah supaya tidak bercampur di dalam sumur.

Semen sumur minyak diproduksi sesuai dengan standar mutu yang sangat tinggi dan ketat, yakni menggunakan standar American Petroleum Institute (API).

  • Semen Super Masonry (SMC)

Super Masonry Cement (SMC) atau Semen Super Masonry dibuat dari beberapa campuran bahan. Tak heran jika semen ini disebut juga dengan semen Portland campur. Berdasarkan takarannya, semen jenis ini dibagi menjadi 3 (tiga) tipe, yakni tipe M, S, dan N.

Baca Juga  Jenis Bata yang Bagus Untuk Rumah dan Fungsi Batu Bata

Dengan sifatnya yang kedap air, semen ini biasa digunakan pada pembuatan berbagai elemen konstruksi dalam sebuah bangunan. Misalnya, untuk membuat hollow brick, paving block, serta tegel.

  • Semen Portland Composite (PCC)

Umumnya, jenis semen semen Portland Composite terbuat dari hasil penggilingan terak dengan beberapa bahan non-organik serta gypsum. Semen Portland Composite banyak digunakan untuk membuat paving block, beton pracetak, dan konstruksi beton lain.

Semen Portland Composite lebih kedap air dan tahan dengan suhu dingin. Selain itu,permukaan acian yang dihasilkan lebih halus.

  • Semen Campuran

Jenis semen yang satu ini tidak dijual bebas di pasaran. Semen campuran umumnya dipakai untuk membangun konstruksi di daerah air laut. Salah satu infrastruktur yang menggunakan semen jenis campuran yakni jembatan Suramadu.

  • Semen Antibakteri

Pada dasarnya, semen antibakteri adalah semen Portland yang dicampur bahan antibakteri. Tujuan dari penggunaan semen ini adalah menahan pertumbuhan bakteri pada bangunan atau konstruksi. 

Oleh sebab itu, semen ini banyak digunakan pada lantai pabrik makanan, kolam ikan, kolam renang, dan bangunan lain yang membutuhkan keadaan minim bakteri.

  • Semen High Alumina

Jenis semen yang terakhir yaitu High Alumina yang digunakan supaya bangunan tahan dengan serangan asam. Namun sayangnya, semen ini tidak tahan dengan alkali. Biasanya, semen High Alumina digunakan untuk membangun beton yang tahan korosi, api, dan panas.

Rekomendasi Merek Semen

  • Semen Gresik

Anda tentunya tidak asing lagi dengan semen merek ini bukan?

Semen Gresik menawarkan kualitas yang baik, sehingga mampu membuat bangunan kokoh dan tahan lama. Apalagi, Semen Gresik telah bersertifikasi ISO 14001, sehingga menandakan bahwa semen ini ramah lingkungan.

Jika menggunakan Semen Gresik, maka Anda akan mendapatkan banyak keuntungan, seperti tahan retak, hasil yang diberikan semakin lama semakin kuat, tahan dengan serangan sulfat dan asam.

  • Semen Tiga Roda

Semen Tiga Roda merupakan salah satu merek semen populer di Indonesia yang sudah memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) dan EU (European Standard). Tidak heran, jika Semen Tiga Roda dapat digunakan untuk konstruksi skala besar. 

Baca Juga  Harga Kanopi Baja Ringan dan Cara Pemasangannya

Menariknya lagi, Semen Tiga Roda juga sudah ramah lingkungan. Jadi, dapat digunakan pada berbagai kondisi lingkungan. Tidak hanya itu, merek semen ini mampu menghasilkan beton atau plester yang lebih halus dan rapat, sehingga pondasi bangunan menjadi lebih kokoh.

  • Semen Holcim

Salah satu keunggulan yang dimiliki Semen Holcim yaitu Micro Filler Particle atau butiran-butiran mineral mikro halus yang dapat mengisi rongga dengan sempurna. Oleh karena itu, mampu memberikan hasil akhir dengan permukaan yang halus, tetapi kuat. 

Semen Holcim mengantongi sertifikat Green Label dari Singapura, sehingga produknya ramah lingkungan.

  • Semen Padang

Merek Semen Padang diproduksi di Indarung, Sumatera Barat dan menjadi semen tertua di Indonesia. Perlu diketahui, bahwa kawasan Indarung dikenal sebagai daerah penghasil bahan dasar pembuatan semen terbaik di Indonesia.

Keunggulannya adalah dapat membuat bangunan tahan terhadap serangan sulfat, sehingga lebih kokoh. Selain itu, Semen Padang juga mampu menghasilkan permukaan yang halus dan ramah lingkungan.

Tempat Membeli Semen yang Lengkap dan Terjangkau

Nah, jika tadi sudah membaca jenis-jenis semen beserta mereknya. Lantas, dimana, ya, Anda bisa mendapatkan semua produk yang telah disebutkan? 

Anda bisa mendapatkan berbagai jenis dan merek semen di situs Tokban. Caranya juga mudah, cukup mengunjungi website tokban.com/product-category/semen/ Selain semen, tersedia juga berbagai macam material bangunan lain, seperti cat, pipa, dan lain sebagainya.