Bata ringan adalah sebuah inovasi material baru yang sudah semakin banyak dipilih sebagai pengganti batu-bata merah untuk membuat dinding. Di pasaran, terdapat 2 varian bata ringan, yakni AAC dan CLC. Meskipun keduanya memiliki tekstur sama, namun kualitasnya cukup berbeda.

Perlu diketahui, bahwa bata ringan berbeda dengan Hebel, sebab Hebel adalah nama merek dagang yang dibuat perusahaan bata dari Swedia. Hanya saja, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mengenal Hebel sebagai nama lain dari bata ringan, walaupun kenyataannya tidak.

Jenis Bata Ringan

Tersedia dua jenis bata ringan yang umum digunakan pada konstruksi bangunan di Indonesia. Oleh sebab itu, sebelum memutuskan membeli produk bata ringan, sebaiknya ketahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Dengan begitu, maka fungsi bata yang dibeli juga lebih maksimal dalam penggunaan.

Di bawah ini adalah jenis-jenis bata ringan berdasarkan material pembuatnya:

1. Autoclaved Aerated Concrete / AAC

Jenis AAC terbuat dari kombinasi material air, semen, pasir silika, dan kapur. Semua bahan tersebut kemudian diproses menggunakan mesin autoclaved dengan penguapan bertekanan tinggi pada suhu 200 derajat celcius yang memicu reaksi kimia.

Baca Juga  Desain Rumah Type 90 Minimalis Modern Lengkap Beserta Contoh Denahnya

Hasil dari serangkaian proses kompleks tersebut adalah terciptanya produk bata ringan dengan pori-pori udara di bagian dalam yang membuat bobotnya lebih ringan. Berat bata jenis AAC ini kurang lebih hanya 650 kg/m3. Jadi, lebih ringan dibandingkan bata jenis lain.

Uniknya, meskipun memiliki pori-pori di bagian dalam, akan tetapi material ini tidak menyerap air sebab antara pori-pori tidak saling berhubungan. Selain memiliki kemampuan serap air rendah, bata ringan juga punya densitas rendah, tekanan tinggi, dan rasio kepadatan baik.

2. Cellular Lightweight Concrete / CLC

Bahan baku yang digunakan untuk membuat bata ringan jenis CLC adalah busa organik (foam), pasir, air, dan semen. Sebagian besar produsen umumnya menggunakan semen portland sebagai komponen, meskipun sebenarnya produk semen lain juga tidak masalah.

CLC memiliki tingkat kepadatan sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Di samping itu, daya serap terhadap air juga sangat minim. Karenanya, baja yang dipasang dalam CLC tidak harus dilapisi dengan cat anti karat terlebih dahulu.

Kekuatan CLC akan terus bertambahan seiring dengan berjalannya waktu, khususnya akibat tekanan atmosfer dan kelembaban alamiah. Meskipun tidak ringan seperti AAC, namun CLC memiliki daya tahan lebih baik terhadap panas, dan kemampuan isolasi tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Bata Ringan

Bata ringan merupakan salah satu komponen banguan yang digemari para kontraktor dan banyak diaplikasikan pada proyek perumahan. Apabila Anda tertarik menggunakan material ini untuk membangun hunian, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan bata ringan:

1. Lebih Kuat dan Ringan

Sesuai namanya, bata jenis ini memiliki bobot lebih ringan, namun dengan kekuatan lebih baik sehingga tidak menjadi beban bagi struktur bangunan. Pada bata ringan AAC misalnya, bangunan akan lebih tahan terhadap guncangan, jadi rumah lebih aman dari gempa bumi.

Baca Juga  Mengenal 9 Jenis Keramik yang Umumnya Digunakan Hunian Rumah

2. Mudah Diangkut

Dengan bobot yang enteng, maka proses pengangkutan bata juga menjadi lebih mudah dan cepat. Jadi, akan mempercepat kegiatan pengerjaan pemasangan bata pada bangunan.

3. Lebih Seragam dan Presisi dari Segi Ukuran Maupun Bentuk

Tidak seperti batako atau bata merah yang dibuat dengan cara dicetak, bata ringan dipotong menggunakan mesin khusus sehingga menghasilkan produk berukuran seragam dengan bentuk presisi. Jadi, tampilan dinding rumah akan terlihat apik dan rapi.

4. Tidak Membutuhkan Plesteran

Bata ringan mempunyai karakteristik halus dan tampak lebih rapi saat dipasang sehingga hampir tidak membutuhkan plesteran. Akan tetapi, untuk menonjolkan nilai estetika serta sebagai proteksi dinding dari iklim ekstrim, maka sebaiknya tetap gunakan plesteran tipis.

5. Proses Pengerjaan Lebih Cepat

Ukuran bata ringan memang lebih besar dengan ukuran 60 cm x 20 cm dan ketebalan 7,5 cm – 15 cm. Jadi, proses pengerjaan bangunan akan lebih cepat selesai.

6. Lebih Bersih dan Rapi

Berbeda dengan proses pengerjaan bata merah yang memerlukan campuran mortar, bata ringan hanya memerlukan semen instan dicampur air sedikit. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil akhir yang tampak lebih bersih dan rapi, tanpa ceceran noda pasir.

7. Tahan Terhadap Api

Bata ringan CLC memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu panas dan paparan api. Ini tentu akan menguntungkan bagi pemilik bangunan, karena otomatis rumah menjadi lebih aman, terutama saat terjadi bencana seperti kebakaran. Api tidak akan langsung melahap rumah.

8. Tahan Air dan Kedap Suara

Material bata ringan memiliki pori-pori udara di bagian dalam sehingga lebih kedap suara dan kedap air. Jadi, hunian akan lebih tahan dari paparan cuaca ekstrim, seperti hujan badai.

Baca Juga  5 Rekomendasi Tempat Tidur Tingkat Minimalis Bagi Si Kecil

Kekurangan bata ringan:

1. Harga Relatif Mahal

Untuk mendapatkan kualitas unggul bata ringan, Anda juga perlu mengeluarkan anggaran ekstra karena harganya memang lebih tinggi dibandingkan bata merah konvensional.

2. Membutuhkan Perekat Khusus

Proses pemasangan bata ringan membutuhkan perekat berbeda, yakni semen instan khusus atau mortar dan harganya sudah tentu lebih mahal jika dibandingkan perekat bata merah.

3. Membutuhkan Tukang Berpengalaman

Pemasangan bata ringan umumnya menggunakan roskam bergigi. Oleh sebab itu, dibutuhkan tukang berpengalaman dalam proses pemasangannya. Dengan begitu, barulah hasilnya lebih optimal dan tampak rapi saat diaplikasikan menjadi dinding bangunan.

4. Proses Pengeringan Lebih Lama

Apabila bata ringan terkena air hujan dalam proses pemasangannya, maka akan membutuhkan waktu lama untuk mengeringkannya. Jadi, cukup wasting time.

5. Hanya Dijual di Toko dan Distributor Besar

Material bata ringan masih sulit ditemukan di toko bangunan, apalagi yang berada di kota-kota kecil. Biasanya yang menjual bata ringan hanya toko dan distributor besar saja.

Referensi Harga dan Ukuran Batu Bata Ringan

Harga bata ringan memang relatif mahal karena proses pembuatannya membutuhkan waktu cukup lama. Namun, budget yang harus Anda keluarkan sangat sebanding dengan kualitas yang akan didapatkan. Selain lebih awet, batu-bata ringan juga juga akan membuat hunian tampak artistik.

Di bawah ini adalah daftar harga batu-bata ringan jenis AAC & CLC terbaru:

Jenis Type Ukuran Harga
AAC Grade A
Grade A
60 cm x 20 cm x 10 cm
60 cm x 20 cm x 7,5 cm
Rp. 481.000 /83
Rp. 481.000 /111
AAC Broco Grade A+
Broco Grade A+
60 cm x 20 cm x 10 cm
60 cm x 20 cm x 7,5 cm
Rp. 582.000 /83
Rp. 582.000 /111
AAC Alfa 60 cm x 20 cm x 7,5 cm Rp. 601.000 /111
AAC Saka 60 cm x 20 cm x 7,5 cm Rp. 601.000 /111
AAC Elephant Block 60 cm x 20 cm x 10 cm Rp. 777.000 /83
CLC NSR 60 cm x 20 cm x 10 cm
60 cm x 20 cm x 7,5 cm
Rp. 581.000 /83
Rp. 581.000 /111

Apabila membutuhkan bata ringan, baik jenis AAC atau CLC namun sulit menemukannya di kota tempat tinggal Anda, maka bisa mengunjungi situs Tokban.com sebagai solusi. Produsen distributor material bangunan ini menjual berbagai jenis dan ukuran batu-bata ringan kualitas jempolan.