Struktur bangunan merupakan elemen penting yang membentuk gedung atau bangunan sehingga dapat berdiri kokoh tanpa membahayakan manusia yang beraktivitas di dalamnya. Secara umum struktur utama sebuah bangunan terdiri dari 3 komponen yaitu kepala, badan, dan kaki.

Bagian kaki atau sering disebut pondasi merupakan struktur paling bawah yang berhubungan langsung dengan tanah. Sedangkan bagian badan atau disebut dinding menahan dari beban luar dan lainnya. Sedangkan bagian atas menahan beban hujan, angin, dan lain sebagainya.

Pengertian Struktur Bangunan

Struktur dari sebuah bangunan adalah bagian-bagian atau komponen penting yang membentuk bangunan tersebut. Struktur berfungsi sebagai elemen utama dari elemen pendukung konstruksi lainnya seperti dinding, interior, dan arsitektur bangunan.

Bagian-bagian tersebut dimulai dari pondasi, kolom, balok, rangka, pelengkung, rangka atap, penutup atap, dan lain sebagainya. Semua elemen tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Akan tetapi, tujuannya menahan beban sehingga bangunan tidak roboh.

Struktur biasanya dirancang oleh ahli arsitektur dan sipil. Ahli arsitektur biasanya membuat bangunan lebih estetis. Sedangkan ahli sipil membuat perhitungan struktur yang tepat sehingga dapat direalisasikan di lapangan.

Kelemahan pada struktur akan berakibat fatal pada bangunan. Kesalahan fatal bisa menyebabkan bangunan roboh dan menelan korban jiwa. Maka dari itu, struktur tidak bisa sembarangan dibangun tanpa berkonsultasi dengan ahlinya. Terlebih bangunan khusus yang membutuhkan spesialisasi.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa peraturan tentang perencanaan struktur seperti peraturan tentang perencanaan tahan gempa. Mengingat wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana gempa. Hal ini sangat penting untuk dilakukan.

Baca Juga  Yuk Kenalan Dulu dengan Cat Duco Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Selain itu, ada standar dan tata cara menghitung struktur beton, hingga peraturan tentang pembebanan gedung di Indonesia. Semuanya ini penting diketahui oleh seorang arsitek maupun sipil untuk bisa merancang bangunan dengan baik.

Jenis Struktur Bangunan

Secara umum struktur rangka pada bangunan terdiri dari 3 elemen yaitu struktur bawah, struktur tengah, dan juga struktur atas. Ketiganya ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Sifatnya tidak dapat dipisahkan, tetapi dapat hanya menggunakan satu atau dua jenis struktur.

1. Struktur Bagian Bawah Bangunan

Letak struktur bawah ini adalah berada di dalam tanah. Seringkali disebut dengan pondasi. Ada berbagai jenis dan tipe pondasi tergantung kepada bangunan yang akan dibangun. Pondasi bangunan satu lantai akan berbeda dengan 2 lantai atau puluhan dan ratusan lantai.

Untuk itu membuat struktur bawah bangunan atau pondasi harus memperhatikan rancangan secara keseluruhan. Jadi tidak perlu membuat struktur pondasi 2 lantai bagi rumah 1 lantai karena akan membuang-buang biaya. Cukup gunakan struktur bawah yang fungsional.

2. Struktur Bagian Tengah Bangunan

Struktur bagian tengah adalah kolom dan dinding. Kolom atau bahasa awamnya sering disebut dengan tiang. Seringkali pemilik bangunan tidak menyangka bahwa ada struktur tiang di dalam dinding bangunan. Sebuah gedung tidak dapat bertahan hanya dengan penutup dinding.

Terlebih lagi tanpa adanya struktur kolo, dipastikan bangunan tersebut tidak akan kokoh. Struktur ini berfungsi untuk menyalurkan beban dari atap ke pondasi untuk diteruskan ke tanah. Maka dari itu, struktur merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3. Struktur Bagian Atas Bangunan

Struktur atas bangunan adalah kerangka dan penutup atap. Elemen ini mempunyai fungsi penting untuk menerima beban angin atau hujan. Bangungn juga tidak dapat berdiri kokoh dan menaungi aktivitas di bawahnya tanpa adanya atap.

Baca Juga  Mengenal Standar Ukuran Jendela Minimalis (Lengkap!)

Penutup atap biasanya ditopang oleh rangka atap yang fungsinya sebagai jembatan antara penutup atap dan juga balok kolom struktur. Elemen ini sangat penting untuk menopang kokohnya struktur pada bangunan.

Elemen Struktur Bangunan

Pada bagian-bagian struktur sudah dijelaskan sedikit tentang elemen-elemen penyusunnya. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan secara rinci tentang elemen penyusun struktur.

1. Pondasi

Pondasi adalah elemen struktur bagian bawah yang bersentuhan langsung dengan tanah. Letaknya juga di dalam tanah, dikerjakan dengan cara digali. Ada berbagai jenis pondasi misalnya pondasi setempat, cakar ayam. Pondasi batu kali, pondasi tiang pancang, dan berbagai jenis lainnya.

Penggunaannya juga disesuaikan dengan keperluan utamanya tergantung kepada jenis bangunan yang akan dikerjakan. Pondasi standar seperti pondasi batu kali menerus memiliki kedalaman sekitar 60 cm untuk standar rumah satu lantai.

2. Sloof

Bagian ini juga masih termasuk dalam struktur bawah bangunan. Letaknya horizontal dan menguatkan antara satu pondasi atau kolom dengan yang lainnya. Fungsinya adalah sebagai penguat horizontal sehingga beban diatasnya dapat disalurkan secara merata kepada struktur lainnya.

3. Basement

Dalam bangunan tinggi, biasa mengenal istilah basement atau terowongan. Elemen ini biasanya dibuat dengan mengeruk tanah dan berada di dalam tanah. Untuk itu dalam membuat struktur basement harus memperhatikan tingkat atau kadar air di dalam tanah.

Selanjutnya perlu dilakukan pengeringan dan pelapisan beton agar struktur tetap aman digunakan. Basement biasanya digunakan sebagai area parkir dan beberapa ruangan servis.

4. Kolom

Merupakan tiang tekan vertikal yang memikul beban atap dan rangkanya. Kolom biasanya merupakan perpaduan antara pembesian dan beton yang memiliki fungsi gaya tekan dan tarik. Jadi jika disatukan akan memiliki kekuatan struktur yang rigid.

5. Balok

Balok fungsinya mirip dengan sloof, hanya saja letaknya adalah di ujung kolom sehingga fungsinya adalah sebagai penghubung struktur rangka bangunan tengah dengan atas. Balok pengikat kolom dan dudukan rangka atap juga plafon.

Baca Juga  Mengenal Rumah Industrial : Karakteristik dan Contoh Desain

6. Dinding

Dinding dapat berfungsi sebagai struktur, bisa juga sebagai elemen pendukung struktur. Hal ini sangat tergantung kepada rancangan dan desain. Fungsi utama dari dinding adalah untuk menutupi ruangan interior dari ruang luar atau ruangan lainnya.

7. Rangka Atap atau Kuda-Kuda

Elemen ini sangat penting untuk menopang penutup atap sehingga menyalurkan beban penutup pada balok dan juga kolom. Pada umumnya rangka atap berbentuk segitiga menyesuaikan dengan kondisi bangunan di Indonesia, akan tetapi tidak menutupi kemungkinan bentuk lainnya.

Fungsi struktur bangunan sangat penting untuk menopang rangka atap dan penutup atap sehingga bangunan tidak roboh.

8. Penutup Atap

Penutup atap dapat dikatakan sebagai elemen struktur karena mampu melindungi ruangan atau bangunan secara keseluruhan. Apabila tidak ada penutup atap maka ruang dalam yang terbentuk tidak terlindung dari hujan dan sinar matahari.

9. Tangga

Apa saja komponen struktur? Tangga bisa menjadi salah satu jawabannya. Elemen ini biasa digunakan saat akan membuat bangunan yang jumlah lantainya lebih dari satu. Tangga biasanya dibentuk dari struktur beton atau bahkan dapat menggunakan bahan lain seperti besi atau kayu.

10. Plat Lantai

Plat lantai dibuat ketika ada bangunan lebih dari satu lantai. Struktur ini biasanya melayang berada di atas kolom sejajar dengan sloof. Untuk bangunan berlantai banyak, maka plat lantai juga dapat bertindak sebagai plafon dalam ruangan.

Itulah pengertian, jenis, elemen dari struktur bangunan yang harus dipahami jika ingin melakukan pekerjaan konstruksi. Jika ingin beli peralatan lengkap seputar bahan bangunan dengan harga murah, langsung saja kunjungi Tokban.com.