Belakangan ini ada sebuah material yang sedang populer, namanya WPC atau wood plastic composite, yaitu bahan yang terbuat dari campuran serat kayu dan plastik, menggunakan teknologi canggih sehingga menghasilkan produk yang unik, seperti panel dinding dan decking.  

Komposit ini hadir sebagai solusi pengganti kayu asli. Mengingat semakin banyak hutan yang terancam akibat industri kayu. Plastik komposit ini memiliki sifat ramah lingkungan, tentunya itu menjadi keunggulan tersendiri. Lantas, apa saja kegunaan dari bahan ini? Berikut ulasannya! 

Pengertian WPC

WPC adalah bahan yang terbuat dari komposit plastik dan kayu dengan takaran 50:50. Kebanyakan yang terbuat dari kayu asli dijual dengan harga tinggi. Hal ini disebabkan oleh bahan yang kian langka, serta proses produksi yang panjang. Plastik kayu komposit hadir sebagai alternatif bagi yang menginginkan penampilan kayu pada rumah, namun dengan biaya terjangkau.

Jadi tidak salah jika menyebut bahan ini sebagai kayu palsu. Bahan ini dibuat dari olahan termoplastik dan serat kayu dengan perbandingan 50:50. Namun jangan anggap sepele kualitasnya, justru produk yang terbuat dari bahan ini mempunyai ketahanan yang lebih baik dibandingkan kayu biasa.

Dengan adanya kandungan plastik membuatnya lebih resisten terhadap serangan serangga dan air. Otomatis usia pakainya jauh lebih lama. Produk dari bahan ini tidak akan mengalami masalah-masalah seperti pelapukan, keropos atau busuk. 

Berkat keunggulan tersebut bahan komposit tadi kini dicetak menjadi berbagai bentuk panel dengan harga terjangkau. 

Baca Juga  Yuk Cari Tahu Apa Itu Bata Hebel dan Kelebihannya

Jenis-jenis WPC

Secara umum, ada dua jenis komposit yang dapat dipilih. Masing-masing ditujukan untuk kegunaan yang berbeda. Kenali dulu apa perbedaan keduanya untuk menemukan mana jenis yang sesuai dengan kebutuhan:

1. Komposit Plastik Kayu Solid

Tidak ada rongga pada jenis komposit ini, membuatnya lebih kokoh dalam menahan beban. Biasanya jenis ini dijual dalam bentuk papan, baik papan melengkung atau lurus. 

2. Komposit Plastik Kayu Rongga

Dilihat dari segi harga, tentunya lebih murah dibandingkan jenis yang solid. Hal ini karena jenis ini memiliki bentuk yang berongga, meski begitu daya tahannya cukup baik.

Penggunaannya bisa dipakai untuk membuat pagar rumah, lantai teras, atap gazebo hingga menghiasi eksterior rumah.

Keunggulan WPC

Ada sejumlah alasan mengapa disarankan menggunakan komposit ini ketimbang kayu asli. Bukan hanya soal harga, namun ada beberapa manfaat yang akan didapatkan, di antaranya:

1. Ramah Lingkungan

Memang masih ada bahan kayu yang digunakan dalam komposit ini, namun kayu tersebut hanyalah serat-serat kayu yang biasanya tidak dipakai lagi dalam pembangunan. Dengan menggunakan komposit ini, tandanya Anda sudah berkontribusi dalam mengurangi pembabatan hutan.

Tidak seperti kayu biasa yang kualitasnya tidak merata, komposit ini telah dicampur dengan plastik menggunakan alat canggih, sehingga kualitasnya terjaga serta hasilnya simetris.

2. Anti Air dan Tahan Lama

Panel yang terbuat dari bahan ini dipastikan memiliki sifat anti air. Kerapatan yang tinggi serta adanya coating akhir menjaga agar tidak ada air yang masuk ke dalam pori-pori bahan. Ini membuatnya lebih tahan lama dibandingkan kayu biasa yang mudah lapuk jika terus-menerus terkena air.

3. Estetika Seperti Kayu Asli

Jika dilihat sekilas, tampilan dari komposit ini tidak jauh berbeda. Apalagi jika sudah dicetak menjadi WPC wall panel atau decking. Hasilnya mirip seperti kayu sungguhan. 

Dengan lapisan gloss memberikan efek pernis yang menawan. Terlebih lagi, sangat mudah merawat permukaan komposit ini. Sehingga estetika tersebut dapat bertahan dan warnanya tidak cepat pudar.

Baca Juga  11 Rekomendasi Merk Cat Tembok yang Mengkilap

4. Mudah Dipasang

Tidak butuh memanggil jasa profesional untuk memasang produk dari komposit ini. Bahan tadi dicetak menjadi bentuk dan ukuran yang beragam. Hanya butuh lem kayu untuk merekatkan, sehingga tidak akan merusak rumah.

Kekurangan WPC

Di samping kelebihan yang ditawarkan komposit ini, sayangnya masih ada beberapa hal yang membuatnya masih kalah dari kayu sungguhan, seperti:

1. Berisiko Meleleh

Adanya kandungan plastik di dalam komposit justru membuatnya memiliki sifat rawan meleleh, khususnya jika ditempatkan di area yang memiliki suhu ekstrem. 

Hal ini bisa terjadi pada lantai decking di daerah yang panasnya di atas rata-rata. Akibatnya produk dari bahan ini mengalami perubahan bentuk dan mengurangi estetika.

2. Tinggi Bahan Kimia

Terdapat risiko pelepasan bahan kimia jika produk dari WPC mengalami kerusakan, seperti keretakan atau meleleh. Tingginya penggunaan bahan kimia di dalam komposit ini menjadikannya berisiko mengancam kesehatan, khususnya jika diletakkan di dalam rumah.

3. Pilihan Warna Terbatas

Kebanyakan produk dari komposit ini hanya tersedia dalam warna-warna kayu natural. Hal ini karena fungsinya sebagai pengganti kayu sungguhan. Namun jika Anda mencari warna yang jarang ada, bisa jadi akan sulit menemukannya.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan mengecatnya menjadi warna yang diinginkan. 

Cara Pasang WPC Panel

Keindahan dari panel yang terbuat dari bahan ini membuatnya banyak digunakan sebagai lantai terasa atau aksen pada dinding. Cara pasangnya tidak jauh berbeda, namun biar lebih jelas mari simak tutorial singkat di bawah ini:

1. Cara Pasang Aksen Dinding

  • Pasang kayu kaso atau besi hollow sebagai dasar penyangga. Letakkan dengan jarak minimal 40 cm.
  • Kemudian pasang panel ini dengan arah berlawanan dari kayu kaso. Misalnya, jika kayu kaso horizontal, pasang panel secara vertikal.
  • Bor baut pada beberapa titik di panel, pastikan sudah melekat kuat pada kayu kaso. Sedikit tips, kaitkan baut pada panel pertama dan pastikan baut tidak terlihat.
  • Bagi yang memilih menggunakan lem kayu, cukup lapisi panel dan tempelkan panel pada kayu kaso.
Baca Juga  Daftar Harga Paving Block Per Meter Terbaru (2022)

2. Cara Pasang Lantai Teras

  • Atur rangka pemasangan dan beri jarak antar joist sepanjang 30-35 cm.
  • Joist berguna agar pemasangan panel tidak merusak lantai. Dengan begitu, baut atau paku hanya akan merekat pada rangka tersebut.
  • Setelah rangka siap, letakkan panel decking di atasnya. Pasang dengan arah berlawanan seperti metode sebelumnya.
  • Jangan lupa beri jarak antara decking dengan decking minimal 5 mm. Tujuannya untuk memberikan ventilasi agar panel tidak lembab saat terkena air hujan.
  • Terakhir, pasang plastic clip dengan jarak 30 cm untuk menyempurnakannya.

Kegunaan WPC Anti Air

Dengan sifat anti air serta ketahanan yang sempurna, membuat bahan ini dapat dipakai untuk beragam konstruksi bangunan, di antaranya:

1. Partisi Indoor

Menginginkan partisi cantik untuk interior rumah? dibandingkan menggunakan papan kayu yang cukup mahal, ada baiknya memilih bahan ini. Terlebih kekokohannya tidak kalah dengan kayu sungguhan.

2. Lantai Decking

Sifat kompsit yang berongga, padat dan memiliki permukaan halus, membuatnya cocok dijadikan sebagai lantai decking yang menawan.

3. Panel

Seperti yang disinggung pada poin sebelumnya, produk andalannya adalah panel yang tersedia dalam berbagai ukuran. Panel ini diperuntukkan untuk kebutuhan eksterior maupun interior rumah.

4. Pagar Taman

Komposit ini juga bisa dibuat menjadi pagar taman dengan kualitas yang tahan lama, aman serta tidak mudah patah.

WPC adalah komposit plastik kayu yang dapat digunakan menjadi banyak hal. Sekarang, waktunya beralih ke penggunaan kayu palsu ini untuk alasan lingkungan. Anda bisa mendapatkan panel, furnitur dan berbagai produk kayu anti lapuk lainnya hanya di Tokban Marketplace https://tokban.com/.