Material Bangunan

Buis Beton: Jenis, Ukuran, Fungsi, dan Cara Memilihnya

Buis beton banyak digunakan untuk membuat saluran drainase, gorong-gorong, sumur resapan, hingga pelapis dinding sumur. Produk beton pracetak ini tersedia…

Titis Nur Pratomo · SEO & Content Contributor
8 menit baca
Buis Beton: Jenis, Ukuran, Fungsi, dan Cara Memilihnya

Buis beton banyak digunakan untuk membuat saluran drainase, gorong-gorong, sumur resapan, hingga pelapis dinding sumur. Produk beton pracetak ini tersedia dalam beragam bentuk, diameter, ketebalan, serta tipe konstruksi.

Meski terlihat sederhana, pemilihan buis beton tidak boleh hanya berdasarkan harga atau diameter. Produk yang dipasang di bawah jalan tentu membutuhkan kemampuan menahan beban yang berbeda dari buis untuk saluran air di halaman rumah.

Kondisi tanah, debit air, kedalaman pemasangan, kemiringan saluran, serta sistem sambungan juga perlu diperhitungkan. Kesalahan memilih produk atau menyiapkan dasar pemasangan dapat menyebabkan saluran retak, bergeser, bocor, bahkan mengalami penurunan.

Apa Itu Buis Beton?

Buis beton adalah produk beton pracetak berbentuk lingkaran penuh atau setengah lingkaran. Material ini dibuat terlebih dahulu di lokasi produksi, kemudian dikirim ke proyek dalam kondisi siap dipasang.

Di beberapa daerah, buis beton juga dikenal sebagai bis beton, hong beton, atau gorong-gorong beton. Istilah tersebut umumnya merujuk pada produk berbentuk silinder yang digunakan untuk mengalirkan air atau melapisi dinding lubang.

Bahan pembuatnya terdiri atas semen, pasir, agregat, air, serta bahan tambahan tertentu sesuai formulasi produsen. Untuk tipe bertulang, badan beton dilengkapi rangka baja yang membantu meningkatkan kemampuannya menerima beban tertentu.

Fungsi Buis Beton dalam Konstruksi

Buis beton dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan rumah tinggal hingga infrastruktur lingkungan.

Saluran Drainase

Fungsi yang paling umum adalah mengalirkan air hujan atau air permukaan. Buis berbentuk bulat digunakan untuk saluran tertutup, sedangkan model setengah lingkaran dapat digunakan sebagai drainase terbuka.

Ukuran saluran harus disesuaikan dengan debit air yang diperkirakan masuk. Diameter yang terlalu kecil dapat menyebabkan air meluap ketika hujan deras.

Gorong-Gorong

Buis beton sering dipasang di bawah akses masuk rumah, halaman, jalan lingkungan, atau jalur kendaraan. Air dapat mengalir melewati bagian bawah tanpa memutus fungsi permukaan di atasnya.

Untuk penggunaan ini, kemampuan buis menahan timbunan dan beban kendaraan perlu diperhitungkan. Tidak semua produk tanpa tulangan cocok dipasang di bawah jalan.

Sumur Resapan

Pada sumur resapan, buis berfungsi menjaga dinding tanah agar tidak runtuh. Air hujan dikumpulkan dan diarahkan masuk ke dalam tanah secara bertahap.

Produk porous, berlubang, atau susunan dengan celah tertentu dapat digunakan apabila sesuai dengan rancangan sumur dan kondisi tanah.

Sumur Gali

Buis juga dapat digunakan sebagai pelapis dinding sumur. Bentuk lingkarannya membantu menahan tanah di sekeliling lubang agar tidak mudah runtuh.

Pemasangan untuk sumur dalam perlu mempertimbangkan kondisi tanah, metode penggalian, dan keselamatan pekerja.

Sistem Sanitasi

Sebagian masyarakat memakai buis sebagai bagian dari sistem septic tank. Namun, ruang utama tangki septik harus dirancang kedap, sedangkan bagian resapan memiliki fungsi berbeda.

Buis berlubang tidak boleh langsung dianggap cocok untuk ruang utama penampungan limbah. Sistem sanitasi harus mengikuti perencanaan yang benar agar tidak mencemari tanah dan air.

Jenis-Jenis Buis Beton

Buis Beton Bulat

Buis bulat berbentuk silinder penuh dan digunakan untuk saluran tertutup, gorong-gorong, sumur, serta sistem sanitasi tertentu.

Produk ini dapat disusun memanjang secara horizontal atau ditumpuk secara vertikal, tergantung fungsi konstruksinya.

Buis Beton Setengah Lingkaran

Buis setengah lingkaran sering disebut buis belah. Bentuknya menyerupai huruf U dan banyak digunakan untuk saluran terbuka.

Jenis ini cocok untuk drainase halaman, saluran tepi jalan, serta irigasi skala lingkungan. Karena bagian atasnya terbuka, saluran lebih mudah diperiksa dan dibersihkan.

Buis Beton Tanpa Tulangan

Buis tanpa tulangan tidak dilengkapi rangka baja di dalam badan beton. Produk ini biasanya digunakan pada pekerjaan dengan beban relatif ringan sesuai kapasitasnya.

Pemilihannya tetap harus mempertimbangkan diameter, ketebalan, kedalaman timbunan, dan kondisi tanah.

Buis Beton Bertulang

Buis bertulang memiliki rangka baja di dalam beton. Jenis ini umumnya dipilih untuk pekerjaan yang membutuhkan kapasitas struktural lebih tinggi.

Namun, adanya tulangan tidak otomatis membuat seluruh produk aman untuk semua beban. Mutu beton, ketebalan dinding, detail tulangan, sambungan, dan metode pemasangan tetap memengaruhi kinerjanya.

Buis Beton Porous

Buis porous dirancang agar air dapat bergerak menuju tanah melalui dinding, lubang, atau sambungannya. Jenis ini banyak dipertimbangkan untuk sumur resapan.

Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kemampuan tanah menyerap air dan ketinggian muka air tanah.

Perbedaan Buis Beton, RCP, U-Ditch, dan Box Culvert

Produk saluran beton pracetak memiliki bentuk serta fungsi yang berbeda.

Produk Bentuk Penggunaan umum
Buis beton Bulat atau setengah lingkaran Drainase, sumur, dan gorong-gorong
RCP Pipa bulat bertulang Saluran tertutup dengan kebutuhan struktural
U-Ditch Saluran berbentuk U Drainase terbuka atau berpenutup
Box culvert Saluran berbentuk kotak Gorong-gorong dan saluran berkapasitas besar

RCP atau reinforced concrete pipe merupakan pipa beton bertulang yang diproduksi untuk kebutuhan teknis tertentu. Istilah buis beton di pasaran lebih luas dan dapat mencakup produk bertulang maupun tanpa tulangan.

Berapa Ukuran Buis Beton?

Ukuran buis beton berbeda-beda menurut produsen. Produk dapat tersedia mulai dari diameter kecil untuk saluran rumah hingga diameter besar untuk pekerjaan infrastruktur.

Beberapa data yang perlu diperiksa sebelum membeli meliputi:

  • diameter dalam;
  • diameter luar;
  • panjang atau tinggi unit;
  • ketebalan dinding;
  • berat produk;
  • jenis tulangan;
  • bentuk sambungan;
  • mutu atau kelas produk.

Diameter dalam menunjukkan ruang efektif tempat air mengalir. Sementara itu, diameter luar sudah mencakup ketebalan dinding beton.

Jangan menghitung kapasitas saluran berdasarkan diameter luar karena ruang aliran sebenarnya berada di bagian dalam.

Cara Menentukan Diameter Buis Beton

Penentuan diameter sebaiknya diawali dengan memahami fungsi saluran. Saluran air hujan memiliki kebutuhan berbeda dari gorong-gorong jalan atau sumur resapan.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

  1. luas area yang mengalirkan air;
  2. intensitas hujan;
  3. perkiraan debit air;
  4. kemiringan saluran;
  5. jumlah lumpur dan sampah;
  6. kondisi saluran di bagian hilir;
  7. ruang untuk pembersihan;
  8. beban di atas saluran.

Memilih diameter berdasarkan perkiraan semata dapat menyebabkan saluran terlalu kecil. Akibatnya, air meluap atau membawa sedimen yang kemudian menyumbat aliran.

Untuk proyek jalan atau kawasan, ukuran sebaiknya ditentukan melalui perhitungan drainase.

Cara Menghitung Kebutuhan Buis Beton

Rumus sederhananya adalah:

Jumlah buis = panjang saluran ÷ panjang efektif satu buis

Contohnya, saluran yang akan dibuat memiliki panjang 20 meter. Produk yang digunakan memiliki panjang efektif 1 meter.

Perhitungannya:

20 ÷ 1 = 20 unit

Jika panjang efektif produknya 50 cm atau 0,5 meter:

20 ÷ 0,5 = 40 unit

Perhatikan istilah panjang efektif. Pada produk dengan sambungan tertentu, sebagian badan buis mungkin saling masuk sehingga panjang terpasangnya lebih pendek dari ukuran fisik.

Cadangan dapat disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan pengiriman, perubahan lapangan, atau unit yang tidak lolos pemeriksaan.

Kelebihan Buis Beton

Buis beton memiliki beberapa kelebihan untuk pekerjaan saluran, antara lain:

  • tersedia dalam berbagai diameter dan bentuk;
  • tidak membutuhkan bekisting di lokasi;
  • dapat langsung dipasang setelah galian siap;
  • cocok untuk saluran terbuka maupun tertutup;
  • dapat digunakan sebagai pelapis dinding sumur;
  • relatif kuat apabila jenis dan pemasangannya tepat.

Karena diproduksi sebelumnya, waktu pekerjaan di lokasi dapat lebih singkat dibandingkan membuat seluruh saluran menggunakan beton cor di tempat.

Kekurangan Buis Beton

Kekurangan utama buis beton adalah bobotnya yang berat. Produk berdiameter besar memerlukan kendaraan dan alat angkat yang sesuai.

Buis juga dapat retak akibat benturan, penurunan material yang kasar, dasar pemasangan tidak rata, atau beban yang melebihi kapasitas.

Sambungan antarunit membutuhkan perhatian khusus. Jika sambungan terbuka, air dapat keluar, tanah masuk ke saluran, dan permukaan di atasnya berisiko mengalami penurunan.

Cara Memilih Buis Beton yang Bagus

Sesuaikan dengan Fungsinya

Tentukan apakah produk akan digunakan untuk drainase, gorong-gorong, sumur resapan, atau kebutuhan lain. Fungsi tersebut menentukan bentuk, diameter, dan tipe tulangannya.

Periksa Kondisi Fisik

Hindari produk dengan retak besar, tepi pecah, dinding terlalu keropos, bentuk tidak bulat, atau tulangan yang terlihat dari permukaan.

Bagian bibir perlu diperiksa dengan teliti karena area ini sering rusak ketika produk dipindahkan atau disusun.

Periksa Keseragaman Ukuran

Produk dengan bentuk serta dimensi seragam akan lebih mudah disejajarkan. Sambungan juga dapat dibuat lebih rapi.

Periksa Spesifikasi

Utamakan produk yang memiliki informasi jelas mengenai ukuran, berat, tulangan, mutu beton, serta petunjuk pengangkatan dan pemasangan.

Untuk pekerjaan di bawah jalan, mintalah informasi kapasitas produk dan konsultasikan dengan tenaga yang memahami konstruksi saluran.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Pemasangan

Dasar galian atau bedding harus rata dan stabil sebelum buis diturunkan. Pemasangan langsung pada tanah bergelombang dapat membuat badan beton menerima tekanan tidak merata.

Kemiringan saluran perlu diperiksa agar air mengalir menuju outlet. Setiap sambungan harus berada pada posisi sejajar dan ditangani sesuai sistem produk.

Urugan di sisi buis dilakukan secara bertahap dan seimbang. Pemadatan yang hanya dilakukan pada satu sisi dapat mendorong buis bergeser.

Pekerjaan galian dan pengangkatan unit berat memiliki risiko tinggi. Gunakan tenaga berpengalaman, alat yang sesuai, dan perlengkapan keselamatan.

Temukan Buis Beton dan Material Pendukung di Tokban

Setelah menentukan bentuk, diameter, panjang, dan tipe tulangan, Anda dapat mencari buis beton serta material konstruksi pendukung melalui Tokban.

Kebutuhan lain seperti semen, pasir, batu split, mortar, pipa PVC, waterproofing, dan perlengkapan drainase dapat disiapkan berdasarkan gambar kerja.

Periksa satuan penjualan, wilayah pengiriman, berat produk, serta kebutuhan alat bongkar sebelum memesan. Akses proyek yang sempit dapat memengaruhi kendaraan dan metode penurunan material.

Buis beton merupakan produk pracetak yang dapat digunakan untuk drainase, gorong-gorong, sumur resapan, sumur, dan sistem saluran tertentu. Jenisnya meliputi buis bulat, setengah lingkaran, bertulang, tanpa tulangan, porous, dan kedap.

Pemilihan tidak boleh hanya berdasarkan harga. Pertimbangkan diameter dalam, debit air, beban di atas saluran, kondisi tanah, jenis sambungan, dan lapisan dasar pemasangan. Produk yang sesuai serta pemasangan yang benar membantu mengurangi risiko retak, kebocoran, sumbatan, dan penurunan saluran.

Bagikan:WhatsApp
Titis Nur Pratomo

Titis Nur Pratomo

SEO & Content Contributor

Titis Nur Pratomo adalah praktisi SEO dan content writing dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia digital. Ia menaruh perhatian pada industri bahan bangunan dan properti — memadukan riset kata kunci dengan kebutuhan nyata pemilik rumah, kontraktor, dan tukang agar kontennya akurat sekaligus mudah dipraktikkan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru