Furnitur & Perabot

Kloset Jongkok: Jenis, Ukuran, dan Cara Memilihnya

Kloset jongkok masih menjadi pilihan banyak rumah di Indonesia. Selain bentuknya sederhana, jenis kloset ini tidak membutuhkan ruang terlalu besar dan dapat…

Titis Nur Pratomo · SEO & Content Contributor
8 menit bacaDiperbarui
Kloset Jongkok: Jenis, Ukuran, dan Cara Memilihnya

Kloset jongkok masih menjadi pilihan banyak rumah di Indonesia. Selain bentuknya sederhana, jenis kloset ini tidak membutuhkan ruang terlalu besar dan dapat digunakan dengan sistem pembilasan manual maupun tangki flush.

Meski terlihat sederhana, pemilihan kloset jongkok tidak boleh dilakukan sembarangan. Setiap produk dapat memiliki ukuran, bentuk saluran, material, dan sistem pembilasan yang berbeda. Kesalahan memilih produk atau menentukan posisi pipa bisa menyebabkan kloset sulit dipasang, mengeluarkan bau, mengalami kebocoran, atau harus dibongkar kembali.

Sebelum membeli, Anda perlu memahami jenis, ukuran, kelebihan, kekurangan, serta cara memilih kloset yang sesuai dengan kondisi kamar mandi.

Apa Itu Kloset Jongkok?

Kloset jongkok adalah perlengkapan sanitasi yang dipasang menyatu dengan lantai dan digunakan dalam posisi berjongkok. Limbah dari kloset dialirkan melalui pipa pembuangan menuju septic tank atau sistem pengolahan limbah bangunan.

Kloset ini umumnya terdiri atas mangkuk, pijakan kaki, lubang pembuangan, dan saluran penghubung ke pipa. Pada model tertentu, terdapat saluran leher angsa yang menyisakan air untuk membantu menahan bau dari saluran pembuangan.

Pembilasannya dapat dilakukan secara manual menggunakan gayung atau melalui tangki flush. Pilihan sistem tersebut perlu disesuaikan dengan instalasi air serta kebiasaan pengguna.

Bagaimana Cara Kerja Kloset Jongkok?

Saat kloset digunakan, air pembilas mendorong limbah masuk ke lubang pembuangan. Limbah kemudian bergerak melalui pipa sanitasi menuju septic tank.

Pada kloset model leher angsa, saluran di bagian bawah memiliki bentuk melengkung. Lengkungan ini menahan sedikit air yang berfungsi sebagai penghalang antara udara di dalam kamar mandi dan udara dari saluran pembuangan.

Lapisan air tersebut sering disebut sebagai water seal. Jika air pada saluran mengering atau sistem pembuangannya bermasalah, bau dari pipa dapat masuk kembali ke kamar mandi.

Jenis-Jenis Kloset Jongkok

Kloset jongkok dapat dibedakan berdasarkan bentuk saluran, material, dan sistem pembilasannya.

Kloset Jongkok Leher Angsa

Kloset leher angsa memiliki saluran berbentuk melengkung pada bagian bawahnya. Air yang tertahan di lengkungan membantu mengurangi masuknya bau dari pipa pembuangan.

Jenis ini umum digunakan pada rumah, tempat kos, sekolah, masjid, dan fasilitas umum. Pemasangannya harus memperhatikan posisi outlet serta kemiringan pipa agar aliran limbah tetap lancar.

Kloset Jongkok Model Corong

Model corong memiliki saluran yang cenderung lebih langsung menuju pipa pembuangan. Bentuknya sederhana, tetapi sistem pengendalian bau harus diperhatikan dengan baik.

Kesesuaian model ini bergantung pada desain instalasi sanitasi bangunan. Sebelum membeli, tanyakan kepada tukang atau teknisi apakah saluran yang tersedia cocok dengan bentuk kloset.

Kloset Jongkok Keramik

Keramik menjadi material yang paling umum digunakan. Permukaannya keras, halus, dan relatif mudah dibersihkan.

Namun, kloset keramik dapat retak apabila mengalami benturan keras atau dipasang di atas dudukan yang tidak rata. Sebelum pemasangan, periksa seluruh permukaannya untuk memastikan tidak ada retak rambut, pecahan, atau lapisan glasur yang rusak.

Kloset Jongkok Plastik

Kloset plastik memiliki bobot lebih ringan dan lebih mudah dipindahkan. Jenis ini biasanya tersedia dalam kelas harga yang lebih terjangkau.

Daya tahannya sangat bergantung pada kualitas bahan, ketebalan, dan cara pemasangan. Pastikan pijakan cukup kuat serta produk tidak mudah berubah bentuk saat menerima beban.

Kloset dengan Pembilasan Manual

Sistem ini menggunakan air dari bak atau ember yang disiram menggunakan gayung. Instalasinya sederhana karena tidak memerlukan tangki pembilas.

Model manual cocok untuk kamar mandi basah, rumah kontrakan, atau wilayah dengan tekanan air yang tidak selalu stabil.

Kloset dengan Tangki Flush

Beberapa model dapat dihubungkan dengan tangki pembilas. Pengguna cukup menekan tombol atau menarik tuas agar air membilas mangkuk kloset.

Sistem ini lebih praktis, tetapi membutuhkan instalasi air, pipa pembilas, serta tangki yang kompatibel dengan produk.

Kelebihan Kloset Jongkok

Membutuhkan Ruang Relatif Ringkas

Kloset dipasang langsung pada lantai dan tidak memiliki dudukan tinggi. Model pembilasan manual juga tidak membutuhkan tangki besar di bagian belakang.

Karena itu, kloset ini sering dipilih untuk kamar mandi kecil, rumah kontrakan, indekos, atau fasilitas umum.

Komponennya Sederhana

Pada model manual, tidak banyak komponen mekanis yang perlu dirawat. Risiko kerusakan tombol, katup, atau tangki pembilas juga lebih kecil.

Tidak Bersentuhan Langsung dengan Dudukan

Tubuh pengguna tidak bersentuhan dengan permukaan dudukan seperti pada kloset duduk. Meski demikian, tingkat kebersihan tetap bergantung pada cara penggunaan, pembilasan, ventilasi, dan rutinitas pembersihan.

Pilihan Harganya Beragam

Produk tersedia dalam berbagai material, desain, warna, dan merek. Konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan anggaran serta kebutuhan bangunan.

Kekurangan Kloset Jongkok

Kurang Nyaman bagi Sebagian Pengguna

Posisi jongkok dapat menyulitkan lansia, pengguna dengan cedera kaki, orang dengan keterbatasan gerak, atau pengguna kursi roda.

Jika rumah dihuni oleh orang dengan kebutuhan aksesibilitas tertentu, kloset duduk mungkin lebih mudah digunakan.

Pemasangannya Menyatu dengan Lantai

Kloset biasanya dipasang di atas dudukan dan dikelilingi oleh pekerjaan lantai. Apabila produk rusak atau posisinya salah, penggantian dapat membutuhkan pembongkaran keramik.

Posisi Pipa Harus Akurat

Lubang pembuangan perlu berada pada posisi yang sesuai dengan outlet kloset. Perbedaan beberapa sentimeter saja dapat menyulitkan pemasangan atau menyebabkan sambungan tidak rapat.

Area Sekitar Mudah Basah

Kamar mandi dengan pembilasan manual biasanya memiliki lantai yang sering terkena air. Kemiringan lantai dan posisi floor drain harus direncanakan agar air tidak menggenang.

Kloset Jongkok vs Kloset Duduk

Aspek Kloset Jongkok Kloset Duduk
Posisi penggunaan Jongkok Duduk
Kebutuhan ruang Relatif ringkas Bergantung ukuran dan tangki
Pembilasan Manual atau flush Umumnya menggunakan flush
Aksesibilitas Kurang sesuai bagi sebagian pengguna Lebih mudah untuk pengguna tertentu
Pemasangan Menyatu dengan lantai Dipasang di atas lantai atau dinding
Komponen Relatif sederhana Lebih banyak pada model bertangki
Perawatan Mudah pada model manual Memerlukan pemeriksaan komponen flush

Tidak ada pilihan yang selalu paling baik untuk semua rumah. Pertimbangkan luas kamar mandi, kebiasaan pengguna, anggaran, dan kebutuhan penghuni sebelum menentukan jenis kloset.

Berapa Ukuran Kloset Jongkok?

Ukuran kloset jongkok berbeda-beda berdasarkan merek dan model. Karena itu, jangan membuat posisi pipa hanya berdasarkan perkiraan atau ukuran produk lama.

Beberapa ukuran yang perlu diperiksa meliputi:

  • panjang dan lebar keseluruhan;
  • tinggi badan kloset;
  • jarak serta ukuran pijakan;
  • posisi lubang pembuangan;
  • diameter outlet;
  • posisi saluran air pembilas.

Selain ukuran produk, perhatikan ruang gerak di depan dan samping kloset. Pintu kamar mandi tidak boleh membentur pengguna. Bak air, jet shower, dan keran juga harus mudah dijangkau.

Cara Memilih Kloset Jongkok yang Bagus

Sesuaikan dengan Saluran Pembuangan

Tentukan jenis kloset berdasarkan posisi dan sistem pipa yang tersedia. Jika rumah menggunakan model leher angsa, pastikan outlet produk dapat disambungkan dengan tepat.

Periksa Permukaan Produk

Untuk kloset keramik, pilih permukaan yang halus dan tidak memiliki retak rambut. Lapisan glasur sebaiknya rata agar kotoran tidak mudah menempel.

Periksa juga bagian tepi dan pijakan. Hindari produk yang memiliki bagian tajam atau permukaan pijakan terlalu licin.

Cocokkan Ukuran dengan Ruangan

Ukur kamar mandi dan posisi pipa sebelum membeli. Jangan hanya mengandalkan foto produk karena perbedaan ukuran dapat memengaruhi kenyamanan serta proses pemasangan.

Tentukan Sistem Pembilasan

Pilih pembilasan manual jika ingin instalasi sederhana. Apabila menggunakan tangki flush, pastikan kloset, tangki, dan saluran airnya kompatibel.

Periksa Informasi Produk

Pilih produk dengan identitas produsen, informasi ukuran, jenis material, serta petunjuk pemasangan yang jelas. Informasi tersebut akan membantu tukang menyiapkan dudukan dan sambungan pipa secara akurat.

Hal yang Harus Diperhatikan saat Pemasangan

Pemasangan dimulai dengan menentukan posisi kloset dan lubang pembuangan. Setelah itu, tukang menyiapkan dudukan yang rata dan cukup kuat untuk menopang produk.

Sambungan pipa harus rapat agar tidak terjadi kebocoran atau bau. Area lantai juga perlu dilengkapi waterproofing, terutama pada kamar mandi di lantai atas.

Sebelum keramik dan nat diselesaikan, lakukan uji aliran air. Pastikan kloset stabil, air mengalir lancar, dan tidak ada rembesan pada sambungan.

Cara Membersihkan Kloset Jongkok

Bersihkan kloset secara rutin menggunakan sikat dan cairan pembersih yang sesuai dengan materialnya. Hindari alat yang terlalu kasar karena dapat menggores lapisan glasur.

Bagian pijakan juga perlu dibersihkan dari sabun, lumut, dan kotoran agar tidak licin. Setelah menggunakan cairan pembersih, bilas permukaan hingga tidak ada sisa bahan kimia.

Jangan membuang pembalut, kain, tisu tebal, plastik, atau benda padat ke dalam kloset. Sampah tersebut dapat menyumbat saluran dan sulit dihancurkan oleh sistem septic tank.

Masalah yang Sering Terjadi

Kloset Mengeluarkan Bau

Bau dapat muncul karena water seal mengering, sambungan pipa tidak rapat, ventilasi pembuangan bermasalah, atau septic tank sudah penuh.

Air Mengalir Lambat

Aliran lambat dapat menunjukkan adanya sumbatan atau kemiringan pipa yang kurang tepat. Jika masalah terus berulang, sebaiknya saluran diperiksa oleh tenaga berpengalaman.

Kloset Bergerak atau Retak

Kloset yang bergerak biasanya disebabkan dudukan tidak rata atau penyangganya rusak. Retak pada keramik juga dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang tidak merata.

Produk yang retak parah sebaiknya segera diganti karena berisiko bocor dan melukai pengguna.

Temukan Kloset Jongkok dan Perlengkapannya di Tokban

Setelah menentukan ukuran, material, dan jenis saluran, Anda dapat mulai mencari kloset jongkok beserta perlengkapan sanitasi melalui Tokban. Berbagai kebutuhan seperti pipa PVC, floor drain, keran, jet shower, perekat keramik, dan material waterproofing juga dapat disiapkan dalam satu perencanaan belanja.

Sebelum membeli, periksa deskripsi, dimensi, dan spesifikasi setiap produk. Daftar kebutuhan yang jelas akan membantu mengurangi risiko salah pilih serta pembelian material yang tidak sesuai.

Kloset jongkok merupakan pilihan praktis untuk kamar mandi rumah, tempat kos, dan fasilitas umum. Namun, kenyamanan serta kinerjanya sangat bergantung pada jenis saluran, ukuran produk, posisi pipa, kualitas dudukan, dan sistem pembilasan.

Pilih produk dengan permukaan yang baik, pijakan stabil, spesifikasi jelas, serta ukuran yang sesuai dengan ruangan. Pemasangan yang tepat akan membantu mencegah kebocoran, bau, dan pembongkaran ulang pada kemudian hari.

Bagikan:WhatsApp
Titis Nur Pratomo

Titis Nur Pratomo

SEO & Content Contributor

Titis Nur Pratomo adalah praktisi SEO dan content writing dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia digital. Ia menaruh perhatian pada industri bahan bangunan dan properti — memadukan riset kata kunci dengan kebutuhan nyata pemilik rumah, kontraktor, dan tukang agar kontennya akurat sekaligus mudah dipraktikkan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru