Panduan Teknis

Rumus Campuran Beton K300 Manual & Tabel SNI (K100–K350)

Rumus campuran beton manual sesuai SNI: takaran semen, pasir, kerikil, air untuk K300, K225 & semua mutu (tabel K100–K350), plus perbandingan ember 1:2:3.

Jordy Salim · Founder, Tokban
8 menit bacaDiperbarui
Rumus Campuran Beton K300 Manual & Tabel SNI (K100–K350)

Saat ini, banyak rumah yang menggunakan dak beton, baik untuk lantai dua maupun atap. Untuk membuat dak yang kuat dan kokoh harus dilakukan berdasarkan rumus campuran beton. Jika belum memahami rumusnya, silakan simak terus yang akan diberikan di bawah ini.

Campuran beton tidak hanya digunakan untuk pembuatan dak, tapi dipakai juga untuk pondasi. Sebagai dasar dan tumpuan dalam sebuah bangunan, pembuatan pondasi juga harus menggunakan rumus beton yang tepat.

Jawaban singkat: untuk membuat 1 m³ beton K300 secara manual sesuai SNI, takarannya kira-kira semen 413 kg, pasir 681 kg, kerikil 1.021 kg, dan air 215 liter. Dalam perbandingan ember (volume), kira-kira 1 : 1,5 : 2,3 (semen : pasir : kerikil). Untuk takaran cepat sehari-hari, banyak tukang memakai perbandingan praktis 1 : 2 : 3 yang setara mutu K175–K200. Tabel lengkap semua mutu (K100 sampai K350) ada di bawah.

Tabel Campuran Beton Manual per 1 m³ Sesuai SNI (K100–K350)

Empat material penyusun beton yaitu semen, pasir, kerikil, dan air yang ditata terpisah di atas tanah lokasi proyek

Berikut komposisi material untuk membuat 1 m³ beton tiap mutu menurut SNI 03-2834-2000. Kadar air 215 liter relatif sama untuk semua mutu, yang membedakan terutama jumlah semennya:

Mutu Beton Semen (kg) Pasir (kg) Kerikil (kg) Air (liter)
K100 247 869 999 215
K125 276 828 1.012 215
K150 299 799 1.017 215
K175 326 760 1.029 215
K200 352 731 1.037 215
K225 371 698 1.047 215
K250 384 692 1.039 215
K275 406 684 1.026 215
K300 413 681 1.021 215
K325 439 670 1.006 215
K350 448 667 1.000 215

Angka di atas adalah berat per 1 m³ beton. Untuk memesan material per volume: 1 m³ pasir ≈ 1.400 kg dan 1 m³ kerikil ≈ 1.800 kg. Sebagai patokan ember, 1 ember (±10 liter) pasir ≈ 14 kg dan kerikil ≈ 18 kg. Jaga faktor air–semen (FAS) tetap rendah, air berlebih menurunkan kekuatan beton meski adukan jadi lebih encer dan mudah dikerjakan.

Konversi Mutu Beton K ke fc’ (MPa) dan Berat Jenis

Mutu beton K (kg/cm², benda uji kubus) sering perlu dikonversi ke fc’ (MPa, benda uji silinder). Memakai faktor konversi kubus-ke-silinder 0,83, kesetaraan mutunya kira-kira: K225 ≈ fc’ 18,7 MPa, K250 ≈ fc’ 20,8 MPa, K300 ≈ fc’ 24,9 MPa, dan K350 ≈ fc’ 29,0 MPa. Bila Anda hanya mengonversi satuan kg/cm² ke MPa tanpa memperhitungkan bentuk benda uji, angkanya lebih tinggi (misalnya K300 = 29,4 MPa), tetapi untuk kesetaraan mutu struktural, gunakan nilai fc’ di atas.

Berat jenis beton normal berkisar 2.300–2.400 kg/m³, tergantung mutu dan jenis agregatnya. Nilai ini dipakai untuk memperkirakan beban sendiri (self-weight) struktur saat menghitung kebutuhan tulangan.

Struktur Beton dalam Konstruksi

Pekerja menuang dan meratakan beton segar di atas tulangan besi untuk membuat dak lantai rumah

Sebelum memahami tentang rumus campuran beton, penting juga untuk mengetahui struktur beton itu sendiri. Dalam sebuah proyek konstruksi, beton menjadi elemen paling penting sehingga harus dibuat dengan benar.

Beton dibuat dengan sejumlah material, antara lain air, agregat kasar, agregat halus, serta semen. Agregat kasar yang dimaksud di sini adalah kerikil atau batu pecah, sementara agregat halusnya adalah pasir. 

Beton berguna untuk menopang beban sehingga harus dibuat kuat. Dengan begitu, bangunan yang dihasilkan pun aman dan kokoh. Perhatikan standar karakteristik beton yang baik berikut ini.

1. Kepadatan

Salah satu indikasi bahwa beton telah dibuat dengan benar adalah memiliki kepadatan yang baik. Dengan begitu, beton mampu menopang beban dengan kuat serta tidak mudah retak.

2. Kekuatan

Standar selanjutnya yang harus dipenuhi beton adalah kekuatan. Standar ini wajib dipenuhi untuk keperluan konstruksi.

3. Tekstur

Beton memiliki tekstur tertentu yang akan berpengaruh langsung terhadap kualitasnya. 

4. Faktor Air Semen

Kualitas struktur beton juga sangat dipengaruhi oleh faktor air semen. Kepadatan dan tekstur beton dipengaruhi oleh hal ini. Oleh karena itu, rumus campuran beton harus diterapkan dan benar-benar dipatuhi untuk membuat beton dengan mutu sesuai kebutuhan.

5. Parameter

Karakteristik terakhir yang harus diperhatikan dari beton adalah parameter. Pasalnya, parameter akan mempengaruhi struktur dari beton tersebut. Perlu diketahui bahwa struktur beton terdiri atas beberapa komponen, yaitu pondasi, dinding, slab atau plat, kolom, serta balok.

Rumus Campuran Beton yang Aman dan Sesuai SNI

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa beton merupakan campuran dari beberapa material atau bahan, antara lain pasir, kerikil, semen, dan air. Untuk menciptakan beton yang aman dan sesuai dengan SNI, material tersebut harus dicampur dengan rasio tertentu.

Ada beberapa rumus beton yang disesuaikan dengan rancangan dan jenis konstruksi bangunan. Rasio atau perbandingan campuran beton yang biasa digunakan ada 3 jenis, yaitu K-300, K-225, serta rasio 1:2:3.

Silakan simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui perbedaan rumus dari masing-masing jenis beton tersebut.

1. K-300

Rangka struktur beton bertulang berupa kolom dan balok pada bangunan rumah yang sedang dibangun

Beton jenis ini memiliki kekuatan yang besar sehingga lebih ditujukan untuk kebutuhan struktural bangunan. Contohnya seperti pondasi, dinding, sloof, kolom, ring, kuda-kuda, atau atap.

Beton yang dibuat dengan campuran ini mampu menghasilkan tekanan sebesar 300 kilogram per meter persegi sehingga disebut dengan K-300. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), rasio campuran material K-300 adalah sebagai berikut.

  • Pasir: 681 kilogram
  • Kerikil: 1.021 kilogram
  • Semen: 413 kilogram
  • Air: 215 liter

Untuk lebih mempermudah dalam praktiknya, rasio di atas bisa dikonversi ke satuan ember. Berikut ini adalah rumus campuran beton K-300 berdasarkan berat jenis beton (2.500 kg/m³) dengan satuan ember.

  • Pasir: 681 / 1400 = 0,486
  • Semen: 413 / 1250 = 0,330
  • Kerikil: 1021 / 1350 = 0,756

Berdasarkan hasil hitung di atas, didapatkan bahwa rasio antara semen : pasir : kerikil adalah 0,330 : 0,486 : 0,756. Supaya lebih mudah, mari sederhanakan rasio ini menjadi 1 : 1,47 : 2,29. 

Jadi, material yang dibutuhkan untuk beton dengan kualitas K-300 adalah semen 1 ember, pasir 1,47 ember, dan kerikil sebanyak 2,29 ember. Material tersebut kemudian dicampurkan dengan air sebanyak 215 liter sehingga menjadi beton K-300.

2. Beton K-225

Jika dibandingkan dengan beton K-300 yang sudah dijelaskan sebelumnya, K-225 ini memiliki kekuatan yang sedikit lebih rendah. Kuat tekan beton K-225 adalah 225 kilogram untuk setiap meter persegi.

Jenis beton yang satu ini bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan. Di lapangan, beton K-225 lebih sering dipakai untuk ring balok, kolom, konstruksi bangunan tingkat 2, dan sebagainya. Pada rumus campuran beton ini, berat jenis beton yang dihasilkan adalah 2.325 kilogram per meter kubik. 

Berdasarkan SNI, berikut ini adalah campuran atau rasio campuran untuk beton K-225.

  • Pasir: 698 kilogram
  • Semen: 371 kilogram
  • Kerikil: 1.047 kilogram
  • Air: 215 liter

Sama seperti sebelumnya, untuk mempermudah di lapangan, perbandingan komposisi material di atas akan diubah ke dalam bentuk satuan ember. Langsung saja simak perhitungan beton K-225 dengan satuan ember berikut.

  • Pasir: 698 / 1.400 = 0,499
  • Semen: 371 / 1.250 = 0,297
  • Kerikil: 1.047 / 1.350 = 0,775

Jadi, perbandingan semen : pasir : kerikil untuk beton mutu K-225 adalah 0,297 : 0,499 : 0,775. Agar lebih mudah lagi, semennya akan dikonversi menjadi 1, sehingga perbandingannya menjadi 1 : 1,68 : 2,6.

Untuk menghasilkan beton dengan mutu K-225, Anda harus mencampurkan 1 ember semen, kemudian 1,68 pasir serta 2,6 ember kerikil. Selanjutnya campurkan dengan air sebanyak 215 liter. 

3. Beton Rasio 1:2:3

Tukang mengaduk beton secara manual dengan sekop dan ember takaran semen, pasir, dan kerikil di lokasi pembangunan rumah

Jenis beton terakhir yang dikenal dalam SNI adalah rasio 1:2:3. Sebenarnya, jenis beton yang satu ini tidak jauh berbeda rumusnya dengan beton mutu K-225 di atas. 

Sesuai dengan namanya, campuran yang digunakan untuk membuat beton ini adalah 1 bagian untuk semen, pasir 2 bagian, dan 3 bagian untuk kerikil. Berapa air yang dibutuhkan untuk air ini? Anda harus mencampurkan material di atas dengan 0,5 bagian air.

Dari komposisi material di atas, didapatkan total semua rasionya adalah 6,5. Karena campuran ini lebih mudah diingat dan dibuat, tidak heran kalau sangat sering digunakan di rumah-rumah tinggal. 

Untuk mengetahui massa setiap material, perlu dilakukan perhitungan yaitu membagi rasio dengan total perbandingan dan dikalikan dengan berat jenis beton sesuai keperluan. Hasil dari pengukuran berat ini akan dipakai untuk membuat beton sebanyak 1 meter kubik.

Umumnya, berat jenis beton yang dipakai untuk pekerjaan konstruksi ada di angka 2.500 kilogram per meter kubik. Jika menggunakan rasio 1:2:3, maka jumlah material yang dibutuhkan bisa dihitung sebagai berikut.

  • Semen: 1/6,5 x 2500 = 384,6 kilogram
  • Pasir: 2/6,5 x 2500 = 769,2 kilogram
  • Kerikil: 3/6,5 x 2500 = 1.153,9 kilogram
  • Air: 0,5/6,5 x 2500 = 192,3 kilogram

Dari hasil perhitungan setiap material inilah yang nantinya dipakai untuk membuat campuran beton sesuai berat jenis sesuai kebutuhan konstruksi.

Berdasarkan penjelasan di atas, Anda sudah mengetahui secara lengkap mengenai rumus campuran beton. Gunakan selalu rumus yang sudah ditetapkan oleh SNI agar mendapatkan mutu beton yang sesuai untuk konstruksi.

Tokban — Marketplace Bahan Bangunan dan Perlengkapan Rumah

Lengkapi Kebutuhan Material Cor di Tokban

Mutu beton yang tepat berawal dari material yang berkualitas dan takaran yang akurat. Temukan pasir, batu split (kerikil), dan material konstruksi lain untuk kebutuhan cor rumah maupun proyek Anda di halaman pasir & batu split Tokban. Untuk bantuan menghitung kebutuhan semen, pasir, dan kerikil sesuai volume cor Anda, konsultasikan langsung dengan tim kami via WhatsApp.

Bagikan:WhatsApp
Jordy Salim

Jordy Salim

Founder, Tokban

Jordy Salim adalah Founder Tokban, marketplace dan layanan pengadaan bahan bangunan yang membantu pemilik rumah, kontraktor, dan pelaku usaha mendapatkan material berkualitas dengan proses yang lebih praktis dan transparan. Ia menulis untuk menjembatani sisi teknis konstruksi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru