Material Bangunan

Sealant dan Lem Silikon: Jenis, Fungsi, Cara Pakai

Kenali beda sealant dan lem, jenis silikon asam vs netral, akrilik, PU, dan MS polymer, cara aplikasi yang benar, serta kesalahan umum yang wajib dihindari.

Titis Nur Pratomo · SEO & Content Contributor
11 menit baca
Sealant dan Lem Silikon: Jenis, Fungsi, Cara Pakai

Celah di antara kaca dan kusen aluminium, pertemuan dinding dengan bak mandi, sambungan talang air, sampai retak rambut di tembok, semuanya butuh material yang bisa mengisi dan menutup celah agar tidak rembes air atau angin. Material itu disebut sealant, meski di pasaran orang lebih sering menyebutnya “lem silikon”.

Masalahnya, sealant bukan satu produk tunggal. Ada silikon asam dan netral, ada akrilik, poliuretan (PU), sampai hybrid MS polymer, masing-masing punya kecocokan material dan cara pakai yang berbeda. Salah pilih jenis atau salah aplikasi adalah penyebab paling umum sealant retak, mengelupas, atau malah merusak permukaan yang ingin dilindungi.

Jawaban singkat: sealant adalah bahan elastis untuk mengisi dan menutup celah sambungan yang bisa bergerak agar kedap air dan udara, berbeda dari lem yang fungsinya merekatkan beban. Untuk kaca dan kusen aluminium pakai silikon netral, untuk kamar mandi pakai silikon sanitary yang mengandung fungisida, dan untuk sambungan yang akan dicat pakai sealant akrilik, PU, atau hybrid MS polymer karena silikon murni umumnya tidak bisa dicat.

Apa Itu Sealant dan Bedanya dengan Lem

Sealant dirancang untuk mengisi dan menutup celah pada sambungan yang bergerak akibat perubahan suhu, kelembapan, atau getaran, sambil tetap kedap air dan udara setelah kering. Lem, sebaliknya, dirancang untuk merekatkan dua permukaan agar menyatu dan menahan beban struktural. Istilah “lem silikon” yang beredar di pasaran umumnya merujuk ke sealant berbahan dasar silikon, bukan lem dalam pengertian teknis.

Karena fungsinya berbeda, sealant tidak dimaksudkan untuk menahan beban seperti menempelkan rak atau menyambung struktur. Kalau kebutuhannya merekatkan material secara permanen dan menahan beban, pilihan yang lebih tepat ada di kategori perekat struktural lain, bukan sealant.

Tangan memegang tembakan sealant mengisi celah sambungan kusen aluminium dan kaca jendela dengan manik sealant rapi

Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto dan spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.

Jenis Sealant Berdasarkan Bahan Dasar

Silikon Asam (Acetic Cure) dan Silikon Netral (Neutral Cure)

Silikon asam (acetic cure) mengeras dengan melepaskan uap asam asetat yang berbau seperti cuka. Jenisnya lebih murah dan mengering lebih cepat, tetapi asam asetat yang dilepaskan saat curing bisa mengorosi permukaan logam tertentu seperti besi, kuningan, tembaga, dan seng, serta bereaksi dengan permukaan yang bersifat basa seperti marmer, beton, dan plesteran. Silikon asam juga tidak cocok untuk cermin karena bisa merusak lapisan perak di baliknya.

Silikon netral (neutral cure) mengeras tanpa melepaskan asam, sehingga aman dipakai pada logam, cermin, dan beton, yaitu material yang justru berisiko rusak kalau memakai silikon asam. Untuk batu alam seperti marmer dan granit, pilih sealant yang dinyatakan non-staining atau memang diformulasikan untuk batu, karena sebagian silikon bisa meninggalkan noda rembesan di tepi sambungan batu. Untuk aplikasi di kusen aluminium, cermin, dan area yang bersinggungan dengan logam atau beton, silikon netral adalah pilihan yang lebih aman.

Nozzle sealant mengisi celah pertemuan cermin kamar mandi dan dinding keramik dengan lakban kertas terpasang di kedua sisi

Sealant Akrilik, Poliuretan (PU), dan Hybrid MS Polymer

Sealant Akrilik bisa dicat dan cocok untuk menutup retak rambut serta sambungan interior yang tidak terkena air secara langsung, namun elastisitas dan ketahanan airnya lebih rendah dibanding silikon sehingga kurang tepat untuk area basah seperti kamar mandi.

Sealant Poliuretan (PU) umumnya bisa dicat setelah lapisan permukaannya membentuk kulit, dan dipakai untuk sambungan ekspansi (dilatasi) serta area struktural di luar ruangan karena daya tahannya terhadap cuaca dan pergerakan sambungan yang besar. Sealant Hybrid MS Polymer juga bisa dicat, malah lebih mudah menerima cat dibanding kebanyakan sealant PU, sambil tetap punya elastisitas dan daya rekat ke banyak jenis material termasuk logam dan kaca. Yang perlu ditegaskan, silikon murni (baik asam maupun netral) umumnya tidak bisa dicat sama sekali; kalau sambungan akan dicat, pilih akrilik, PU, atau hybrid MS polymer.

Tukang mengaplikasikan sealant pada sambungan ekspansi dinding beton di luar ruangan

Sealant Sanitary dan Silikon Tahan Panas

Sealant Sanitary adalah silikon netral yang diformulasikan dengan tambahan fungisida untuk menghambat pertumbuhan jamur dan lumut di area lembap seperti kamar mandi dan dapur. Karena area ini terus-menerus terkena air dan uap, sealant biasa tanpa fungisida lebih cepat menghitam akibat jamur dibanding sealant sanitary yang memang dirancang untuk kondisi tersebut.

Silikon Tahan Panas dipakai untuk area bersuhu tinggi seperti sekitar kompor, cerobong, atau instalasi yang bersinggungan dengan panas. Rentang suhu maksimum berbeda-beda antar produk dan merek, jadi selalu cek lembar data teknis (technical data sheet) dari produsen produk yang dipakai sebelum mengaplikasikannya di area bersuhu tinggi.

Sealant diaplikasikan rapi di sekeliling wastafel kamar mandi yang bersih dan kering

Memilih Sealant Sesuai Aplikasi

Setiap area punya kebutuhan yang berbeda, jadi pemilihan jenis sealant sebaiknya disesuaikan dengan material dan kondisi di lapangan, bukan sekadar warna atau harga.

  • Kaca Jendela dan Kusen Aluminium: silikon netral agar tidak mengorosi rangka aluminium dan tetap elastis menahan pergerakan kaca. Baca juga panduan kaca tempered untuk memilih jenis kaca yang sesuai kebutuhan.
  • Cermin: khusus silikon netral atau sealant yang memang diformulasikan untuk cermin, karena silikon asam berisiko merusak lapisan belakang cermin.
  • Shower dan Wastafel: sealant sanitary ber-fungisida agar tidak mudah berjamur di area yang selalu lembap. Lihat juga pembahasan shower kamar mandi untuk kebutuhan lain di area ini.
  • Talang dan Atap: sealant dengan ketahanan UV dan cuaca yang baik, umumnya silikon netral atau PU, karena area ini terpapar hujan dan panas matahari langsung. Untuk perlindungan tambahan pada bidang atap dan dak, pertimbangkan juga sistem waterproofing.
  • Sambungan Dinding Luar: sealant PU atau hybrid MS polymer yang tahan cuaca dan bisa menyerap pergerakan akibat suhu.
  • Kolam atau Akuarium: butuh sealant khusus yang food-safe atau aman untuk biota air; jangan memakai sealant sanitary biasa karena fungisidanya bisa berbahaya bagi ikan.
Sealant diaplikasikan pada sambungan talang air di tepi atap rumah

Tabel Perbandingan Jenis Sealant

Jenis Sealant Bisa Dicat Ketahanan Air dan UV Material yang Cocok Aplikasi Umum
Silikon Asam (Acetic) Tidak bisa Sangat tahan air dan UV Kaca dan keramik (hindari logam, cermin, batu alam, beton) Sambungan kaca dan material non-logam yang tidak akan dicat
Silikon Netral (Neutral Cure) Tidak bisa Sangat tahan air dan UV Logam, cermin, beton, keramik, batu alam (pilih yang non-staining) Kusen aluminium, cermin, sambungan logam dan beton
Silikon Sanitary (Anti Jamur) Tidak bisa Tahan air dan UV, plus fungisida anti jamur Keramik dan saniter di area lembap Kamar mandi, dapur, sekitar wastafel dan shower
Sealant Akrilik Bisa dicat Ketahanan air dan elastisitas lebih rendah dari silikon Tembok, plesteran, kayu interior Retak rambut dan sambungan interior yang tidak kena air langsung
Sealant Poliuretan (PU) Umumnya bisa, setelah membentuk kulit Tahan air dan cuaca, cocok luar ruangan Beton, logam, kayu, komposit Sambungan ekspansi dan area struktural luar ruangan
Sealant Hybrid MS Polymer Bisa dicat Tahan air dan UV, elastis Hampir semua material termasuk logam dan kaca Sambungan serbaguna interior dan eksterior yang perlu hasil rapi dicat
Tokban — Marketplace Bahan Bangunan dan Perlengkapan Rumah

Cara Mengaplikasikan Sealant dengan Benar

Hasil sealant yang rapi dan tahan lama sangat bergantung pada persiapan sebelum menembak sealant, bukan hanya jenis produknya.

  1. Bersihkan permukaan sambungan dari debu, minyak, dan sisa sealant lama, lalu pastikan permukaan benar-benar kering sebelum mengaplikasikan sealant baru.
  2. Pasang lakban kertas lurus di kedua sisi celah sejajar dengan sambungan agar tepi sealant rapi dan tidak melebar ke permukaan sekitarnya.
  3. Untuk celah yang dalam, pasang backer rod (tali pengisi) terlebih dahulu agar sealant tidak terlalu tebal dan hanya menempel di dua sisi dinding celah, bukan di dasar celah. Diameter backer rod sebaiknya sedikit lebih besar dari lebar celah agar terpasang pas.
  4. Perhatikan rasio lebar dan kedalaman sambungan: sebagai acuan umum, lebar sambungan idealnya sekitar dua kali kedalaman lapisan sealant, dengan kedalaman minimum tetap dijaga (tidak boleh terlalu tipis) agar sealant kuat menahan pergerakan sambungan.
  5. Gunakan tembakan sealant (caulking gun) dengan sudut dan tekanan yang stabil supaya manik sealant keluar menerus tanpa gelembung udara, lalu isi celah sampai penuh.
  6. Ratakan sealant (tooling) memakai spatula, jari yang dilapisi sarung tangan, atau alat perata khusus, dilakukan segera setelah sealant diaplikasikan.
  7. Lepas lakban kertas sebelum sealant mulai membentuk kulit (skin) agar tepi sealant tidak ikut terangkat atau robek.
Lakban kertas terpasang lurus celah sambungan sebelum sealant diratakan dengan spatula

Waktu Kering: Skin Time dan Curing Penuh

Ada dua tahap waktu kering yang sering tertukar. Skin time (waktu bebas lengket) adalah waktu sampai permukaan sealant membentuk lapisan kulit tipis yang tidak lagi lengket saat disentuh, biasanya berkisar 10 sampai 30 menit tergantung produk dan kondisi ruangan. Setelah skin time tercapai, sealant belum benar-benar kering di bagian dalam; tahap ini disebut curing penuh, yaitu proses pengerasan sampai ke bagian terdalam lapisan sealant.

Curing penuh berlangsung jauh lebih lama dari skin time dan sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan serta kelembapan udara, karena sebagian besar sealant mengering dengan bereaksi terhadap uap air di udara. Sebagai gambaran umum, laju curing berkisar sekitar 2 sampai 3 milimeter kedalaman per 24 jam, sehingga lapisan yang lebih tebal butuh waktu curing yang jauh lebih lama dibanding lapisan tipis. Angka pastinya berbeda-beda antar produk, jadi selalu cek lembar data teknis produsen sebelum menentukan waktu tunggu sebelum area terkena air atau beban.

Kesalahan Umum Saat Memakai Sealant

Sebagian besar sealant yang cepat retak atau mengelupas bukan karena produknya jelek, tapi karena cara aplikasinya keliru.

  • Mengaplikasikan sealant di permukaan yang masih basah atau berdebu, sehingga daya rekatnya lemah sejak awal.
  • Menimpa sealant lama yang sudah retak atau berjamur tanpa membersihkan sisa-sisanya terlebih dahulu, membuat sealant baru tidak menempel sempurna ke permukaan asli.
  • Memakai silikon asam pada cermin atau logam yang seharusnya memakai silikon netral, sehingga terjadi korosi atau kerusakan lapisan.
  • Mencoba mengecat silikon murni, yang hampir selalu gagal karena permukaannya terlalu licin untuk ditempeli cat.
  • Sambungan yang diisi terlalu tipis (mudah retak saat bergerak) atau terlalu dalam tanpa backer rod (sealant jadi lambat kering dan boros material).

Untuk membersihkan sealant lama, kerok perlahan memakai cutter atau alat pengerok khusus sealant, hindari merusak permukaan material di sekitarnya, lalu bersihkan sisa residu dengan kain dan cairan pembersih yang sesuai sebelum mengaplikasikan sealant baru. Dari sisi kemasan, sealant dijual dalam bentuk cartridge (tabung kecil sekali pakai untuk tembakan sealant standar) dan kemasan sosis (isi lebih banyak per kemasan, tetapi butuh tembakan sealant model tabung aluminium tersendiri karena tidak muat di tembakan cartridge biasa).

Tukang mengerok sisa sealant lama dari celah sambungan sebelum aplikasi ulang

Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.

Pertanyaan Seputar Sealant

Apa Bedanya Sealant Putih, Hitam, dan Bening?
Perbedaannya hanya pada warna dan pigmen, bukan performa. Sealant bening dan putih umum dipakai untuk kaca dan kusen agar hasilnya menyatu dengan warna material, sedangkan sealant hitam sering dipilih untuk sambungan yang ingin disamarkan atau untuk area seperti talang dan sambungan luar. Pilih warna yang paling mendekati warna material di sekitarnya.

Bagaimana Cara Tembak Sealant yang Benar dengan Tembakan Sealant?
Potong ujung nozzle cartridge sesuai lebar celah, pasang di tembakan sealant (caulking gun), lalu tarik pelatuk dengan tekanan stabil sambil menggerakkan nozzle menyusuri celah dalam satu gerakan menerus. Jaga sudut nozzle tetap konsisten (biasanya sekitar 45 derajat terhadap sambungan) agar manik sealant keluar rata tanpa gelembung udara.

Sealant Dextone, Sikasil, dan Bostik, Apa Bedanya?
Ketiganya adalah merek yang umum ditemukan di pasaran dengan lini produk sealant silikon, akrilik, maupun PU. Perbedaan utama antar merek biasanya ada di formulasi bahan dasar, kecepatan curing, dan rentang aplikasi yang direkomendasikan, jadi cek jenis (asam, netral, akrilik, PU, atau hybrid) pada kemasan, bukan sekadar nama mereknya, agar sesuai dengan material yang akan disealant.

Apa yang Memengaruhi Harga Sealant dan Lem Silikon?
Harga dipengaruhi oleh jenis bahan dasar (silikon netral dan hybrid MS polymer umumnya lebih mahal dari silikon asam atau akrilik), ukuran kemasan (cartridge kecil versus kemasan sosis yang lebih besar), tambahan fungisida untuk varian sanitary, serta merek dan negara asal produksi. Karena variasinya besar, estimasi kasar kebutuhan sebaiknya dihitung dari jumlah cartridge per meter sambungan, bukan dari asumsi harga satuan saja.

Sealant Tembok Dipakai untuk Apa?
Untuk sambungan dinding luar yang bisa bergerak akibat suhu, seperti dilatasi antar panel dinding atau sambungan antar material berbeda, bukan untuk menambal retak struktural pada tembok. Kalau masalahnya adalah dinding lembap atau rembes, sealant hanya menutup satu titik sambungan; untuk masalah rembes yang lebih luas, baca juga cara mengatasi dinding lembab.

Konsultasi Kebutuhan Sealant untuk Proyek Anda

Memilih jenis sealant yang tepat, dari silikon netral untuk kusen aluminium sampai sealant sanitary untuk kamar mandi, akan lebih mudah kalau disesuaikan dengan kebutuhan spesifik proyek Anda. Tokban bisa bantu pengadaan material kaca, kusen aluminium, dan kebutuhan proyek lain lewat katalog kusen aluminium dan kaca, atau cek pilihan lem dan perekat lain di katalog Lem dan Perekat.

Chat tim Tokban di WhatsApp untuk konsultasi kebutuhan material proyek Anda.

Bagikan:WhatsApp
Titis Nur Pratomo

Titis Nur Pratomo

SEO & Content Contributor

Titis Nur Pratomo adalah praktisi SEO dan content writing dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia digital. Ia menaruh perhatian pada industri bahan bangunan dan properti, memadukan riset kata kunci dengan kebutuhan nyata pemilik rumah, kontraktor, dan tukang agar kontennya akurat sekaligus mudah dipraktikkan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru