Material Bangunan
Urinoir: Jenis, Ukuran, Tinggi Pasang, dan Perawatan
Panduan urinoir untuk fasilitas umum: jenis pemasangan, sistem gelontor manual sensor dan waterless, ukuran, tinggi pasang, instalasi, dan perawatan.

Di masjid, sekolah, kantor, ruko, sampai SPBU, urinoir hampir selalu jadi jawaban ketika toilet pria harus melayani banyak orang dalam waktu singkat. Alasannya sederhana. Satu bilik kloset memakan ruang besar dan sering ditunggu lama, sementara deretan urinoir bisa menampung beberapa pengguna sekaligus di panjang dinding yang sama.
Masalahnya, urinoir termasuk fixture yang sering dipasang asal jadi. Tingginya dikira-kira, jaraknya terlalu rapat, jebakan baunya dilewatkan, lalu beberapa bulan kemudian toilet mulai pesing dan salurannya melambat. Artikel ini merangkum hal-hal yang biasanya ditanyakan sebelum belanja dan sebelum tukang mulai membobok dinding: jenis, ukuran, ketinggian, sistem penggelontoran, instalasi, dan perawatan.
Jawaban singkat: Urinoir adalah fixture sanitasi khusus untuk buang air kecil sambil berdiri, umumnya dibuat dari keramik (vitreous china) atau stainless steel, dan dipasang menggantung di dinding atau berdiri di lantai. Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia menyebut tinggi letak urinal dewasa 43 sampai 80 cm dari lantai dan jarak antar unit minimal 80 cm, sedangkan praktik lapangan di gedung komersial umumnya menaruh bibir urinoir dewasa di kisaran 60 sampai 75 cm. Sistem penggelontorannya terbagi empat kelompok, yaitu manual, sensor otomatis, flush tank bersama atau timer, dan waterless tanpa air. Yang paling menentukan bau atau tidaknya toilet bukan mereknya, melainkan ada tidaknya jebakan bau yang berfungsi ditambah rutinitas pembersihan.
Apa Itu Urinoir dan Kapan Sebaiknya Dipakai
Urinoir (sering ditulis urinal) adalah fixture sanitasi yang dipakai khusus untuk buang air kecil sambil berdiri. Bentuknya cekung, badannya menempel ke dinding atau berdiri di lantai, dan bagian bawahnya terhubung langsung ke saluran pembuangan. Karena fungsinya sempit, badan urinoir jauh lebih ringkas dibanding kloset dan tidak menuntut bilik tertutup penuh.
Ada tiga alasan yang membuat urinoir masuk hampir di setiap gambar kerja toilet pria fasilitas umum.
- Hemat Ruang. Satu bilik kloset butuh kedalaman dan lebar ruang jauh lebih besar dibanding satu unit urinoir. Di panjang dinding yang sama, Anda bisa menaruh beberapa urinoir sekaligus.
- Antrean Lebih Cepat. Waktu pakai urinoir singkat, sehingga kapasitas toilet pria naik tanpa menambah luas ruangan. Ini yang membuat urinoir nyaris wajib di masjid saat waktu salat, di sekolah saat jam istirahat, dan di rest area.
- Air per Gelontor Lebih Kecil. Urinoir hanya membilas urin, bukan limbah padat. Sebagai acuan internasional, standar federal Amerika Serikat membatasi urinoir komersial pada 1,0 galon per gelontor, sementara produk berlabel WaterSense dibatasi maksimum 0,5 galon per gelontor atau sekitar 1,9 liter.
Yang perlu diluruskan, urinoir bukan pengganti kloset. Setiap toilet pria tetap butuh minimal satu bilik kloset, dan jumlahnya dihitung terpisah dari jumlah urinoir. Kalau Anda menyusun kebutuhan sanitasi satu lantai sekaligus, bahasan soal kloset duduk bisa dipakai sebagai pelengkap perhitungan.

Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto dan spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.
Jenis Urinoir Menurut Cara Pemasangan
Pembagian paling praktis di lapangan adalah menurut cara dudukannya, karena inilah yang menentukan pekerjaan sipil dan perpipaan di baliknya.
Urinoir Gantung Dinding
Model wall hung menggantung sepenuhnya pada dinding, dengan bagian bawah menyisakan celah ke lantai. Ini tipe paling umum di kantor, mal, dan gedung baru. Keunggulannya jelas: lantai di bawahnya bebas hambatan sehingga mudah dipel dan cepat kering, dan tinggi pemasangan bisa disesuaikan dengan profil pengguna.
Konsekuensinya, seluruh beban keramik ditambah tumpuan pengguna yang tidak sengaja bersandar harus ditahan oleh dinding. Dinding bata ringan tipis tanpa penguat sering tidak cukup. Siapkan kolom praktis, balok latei, atau pelat penguat di titik angkur sejak tahap struktur, bukan setelah keramik dinding terpasang rapi.

Urinoir Berdiri Lantai
Model floor standing atau stall bertumpu langsung ke lantai dan badannya memanjang ke bawah. Karena bebannya turun ke lantai, model ini lebih aman untuk dinding yang kemampuan tumpunya terbatas dan lebih tahan terhadap pemakaian kasar.
Model panjang juga jadi pilihan aman untuk fasilitas dengan rentang tinggi pengguna yang lebar, misalnya sekolah dasar atau tempat ibadah yang dipakai anak-anak dan dewasa bergantian. Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia bahkan menyarankan urinoir yang sampai lantai (floor standing) khusus untuk manula dan penyandang disabilitas, ketimbang memasang urinoir gantung terlalu rendah. Kelemahannya, bagian bawah yang menempel lantai lebih sulit dibersihkan dan jadi titik favorit endapan kerak.

Urinoir dengan Sekat Privasi
Sekat urinoir adalah panel pemisah antar unit. Fungsinya dua: menjaga privasi dan meredam cipratan antar pengguna. Acuan yang beredar di Indonesia menyebut ukuran sekat di kisaran 45 cm lebar dan 105 cm tinggi, sementara panel sekat komersial di pasar internasional umumnya tersedia pada lebar sekitar 45 cm dan 60 cm dengan tinggi sekitar 105 cm sampai 120 cm.
Bahan sekat yang lazim untuk area basah adalah phenolic board atau panel kompak sejenis, karena tidak menggelembung kalau kena air. Sekat dari partikel board biasa akan hancur dalam hitungan bulan di toilet umum.
Bentuk Badan Urinoir
Di katalog pemasok, badan urinoir biasanya dikelompokkan lagi berdasarkan bentuk.
- Corner. Didesain khusus untuk sudut ruangan, dipakai kalau panjang dinding lurus sangat terbatas.
- Flat Back. Bagian depan membulat dengan punggung rata, jadi menempel rapat ke dinding. Paling umum.
- Half Stall. Sisi kiri dan kanan lebih tinggi sehingga menutup sebagian, bagian atas tetap terbuka.
- Full Stall. Badan menutup lebih penuh dari sisi, memberi privasi paling baik tanpa sekat tambahan.
Sistem Penggelontoran Urinoir
Pilihan sistem gelontor lebih menentukan biaya operasional jangka panjang daripada harga fixture itu sendiri. Ini bagian yang paling sering salah pilih.
Gelontor Manual
Memakai push valve atau tuas tekan yang dioperasikan pengguna. Paling murah, paling sederhana, sparepart paling gampang dicari di toko material mana pun. Risikonya juga paling jelas: kalau pengguna tidak menekan tombol, urin mengendap dan toilet cepat pesing. Untuk fasilitas dengan pengguna yang tidak konsisten, siapkan jadwal penyiraman manual oleh petugas kebersihan.
Sensor Otomatis Inframerah
Sensor mendeteksi keberadaan pengguna lalu menggelontor otomatis setelah pengguna menjauh. Karena penyiraman tidak bergantung disiplin pengguna, kerak urine lebih jarang terbentuk. Ini keunggulan nyata di gedung dengan lalu lintas tinggi, karena penyiraman tetap jalan di antara giliran petugas kebersihan.
Biayanya adalah kompleksitas. Sensor butuh sumber daya (listrik atau baterai), lensa sensor harus dibersihkan agar tidak salah baca, dan solenoid valve punya umur pakai. Sebelum memutuskan, pastikan sparepart merek yang dipilih tersedia di kota Anda.

Flush Tank Bersama dan Timer
Model lama yang masih banyak dijumpai di sekolah dan bangunan pemerintah. Satu tangki di atas melayani deretan urinoir dan mengguyur semuanya secara berkala. Kelebihannya cuma satu titik kontrol untuk banyak unit. Kekurangannya, sistem ini boros ketika toilet sepi dan kurang menyiram ketika ramai, karena tidak tahu berapa kali unit itu dipakai.
Urinoir Waterless
Urinoir tanpa air tidak memakai gelontoran sama sekali. Di lubang buangnya dipasang cartridge berisi cairan sealant yang massa jenisnya lebih ringan dari urin. Urin lewat menembus lapisan itu lalu turun ke saluran, sementara sealant tetap mengapung dan menutup jalur bau naik ke ruangan.
Kuncinya ada di perawatan. Cartridge punya umur pakai, produsen umumnya menyebut umur pakai beberapa ribu kali pemakaian, dalam praktiknya diganti tiap beberapa bulan tergantung keramaian. Pembersihannya harus memakai cairan pH netral. Menyiram dengan seember air atau membersihkan dengan pemutih justru merusak lapisan sealant, dan begitu lapisan itu hilang, baunya langsung naik.
| Sistem Gelontor | Konsumsi Air | Perawatan | Risiko Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Manual (Push Valve) | Hanya saat ditekan, mengikuti spesifikasi katup | Paling ringan, sparepart mudah | Pengguna lupa menekan, bau cepat muncul | Masjid, sekolah, ruko, toilet lalu lintas sedang |
| Sensor Otomatis | Menggelontor tiap selesai dipakai | Perlu daya, lensa sensor dibersihkan berkala, solenoid punya umur pakai | Sensor kotor atau setelan meleset sehingga tidak menyiram | Kantor, mal, bandara, gedung lalu lintas tinggi |
| Flush Tank Bersama atau Timer | Menggelontor berkala tanpa melihat pemakaian | Sederhana, satu titik kontrol untuk banyak unit | Boros saat sepi, kurang bilas saat ramai | Deretan urinoir eksisting, fasilitas dengan pola pakai stabil |
| Waterless | Nol air untuk penggelontoran | Ganti cartridge atau sealant berkala, wajib pembersih pH netral | Salah perawatan langsung memicu bau | Gedung hemat air dengan tim housekeeping terlatih |
Bahan Urinoir: Keramik atau Stainless Steel
Keramik atau vitreous china adalah pilihan default. Permukaannya diglasir, licin, dan tidak menyerap, sehingga noda susah menempel. Kelemahannya getas. Terbentur benda keras atau salah menyetel angkur bisa membuatnya retak, dan retak rambut pada glasir akan jadi tempat kerak menumpuk.
Stainless steel dipakai di area rawan vandalisme atau yang butuh ketahanan benturan, misalnya terminal, stadion, pabrik, dan fasilitas dengan pengawasan minim. Bahan ini tidak pecah, tetapi lebih mudah menampakkan goresan dan bekas air, jadi butuh pembersihan lebih rajin agar tetap terlihat bersih.
Ukuran dan Ketinggian Pemasangan Urinoir
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya memang tidak tunggal. Pedoman toilet umum di Indonesia, acuan aksesibilitas internasional, dan praktik lapangan di Amerika Serikat memakai angka yang berbeda karena asumsi penggunanya berbeda. Gunakan tabel di bawah sebagai rentang acuan, lalu kunci angka finalnya dari gambar kerja pabrikan produk yang benar-benar Anda beli.
| Item | Urinoir Dewasa | Urinoir Anak | Catatan |
|---|---|---|---|
| Tinggi bibir urinoir dari lantai | Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia menyebut 43 sampai 80 cm dari lantai; praktik gedung komersial umumnya 60 sampai 75 cm, dan praktik umum di Amerika Serikat untuk unit non-aksesibel sekitar 60 cm | Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia membatasi tinggi letak urinal anak maksimal 35,6 cm dari lantai | Selisihnya besar karena asumsi tinggi pengguna berbeda, wajib disesuaikan |
| Batas maksimum untuk pengguna kursi roda | Bibir urinoir maksimum 17 inci atau sekitar 43 cm dari lantai | Menyesuaikan kebutuhan pengguna | Acuan standar aksesibilitas ADA 2010, banyak dipakai konsultan MEP |
| Lebar ruang per unit | Minimal sekitar 80 cm, umumnya 80 sampai 94 cm | Boleh lebih sempit menyesuaikan lebar bahu anak | Sejalan dengan jarak antar unit minimal 80 cm; gambar tipikal toilet umum Indonesia memakai 86 sampai 94 cm per unit |
| Jarak antar unit (as ke as) | Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia menetapkan minimal 80 cm; area komersial padat sering memakai 90 cm | Menyesuaikan lebar ruang per unit | Makin lebar makin nyaman, jangan turun di bawah acuan minimal 80 cm |
| Kedalaman badan urinoir | Minimal sekitar 34 cm diukur dari bibir depan ke bagian belakang | Menyesuaikan produk | Badan yang terlalu dangkal membuat cipratan keluar ke lantai |
| Tinggi tombol atau katup gelontor | Lazim dipasang maksimum sekitar 112 cm dari lantai | Lebih rendah agar terjangkau | Angka konservatif yang mengacu pada rentang jangkauan aksesibilitas, tetap enak dipakai pengguna umum |
| Sekat privasi | Acuan Indonesia sekitar 45 x 105 cm; produk internasional umumnya 45 sampai 60 cm lebar dan 105 sampai 120 cm tinggi | Opsional, sesuaikan tinggi anak | Sekat memangkas cipratan antar pengguna |
Satu catatan lapangan yang sering terlewat: tentukan dulu produk yang dibeli, baru tarik garis titik angkur dan titik pipa. Banyak proyek melakukan sebaliknya, memasang pipa sesuai gambar generik, lalu produk yang datang punya posisi lubang buang berbeda dan dinding harus dibobok ulang.
Kebutuhan Air dan Efisiensi Urinoir
Kalau tujuan Anda menekan tagihan air gedung, urinoir adalah salah satu titik dengan pengembalian paling cepat. Standar federal Amerika Serikat membatasi urinoir komersial pada 1,0 galon per gelontor, sedangkan produk berlabel WaterSense harus berada di 0,5 galon per gelontor atau sekitar 1,9 liter. Unit lama bisa memakai air sampai beberapa kali lipat angka standar tersebut, sehingga mengganti fixture tua di gedung ramai sering terasa langsung di tagihan.
Tetapi ada trade-off yang jarang disebut brosur. Volume gelontor yang terlalu irit membuat urin lebih lama menempel di permukaan dan dinding pipa, dan justru mempercepat pembentukan kerak. Memilih urinoir super hemat air tanpa menaikkan frekuensi pembersihan bisa berujung saluran mampet.

Instalasi dan Perpipaan Urinoir
Pekerjaan urinoir sebenarnya bukan pekerjaan keramik, melainkan pekerjaan plambing. Ada empat titik yang menentukan hasilnya.
- Pipa Air Masuk. Posisinya mengikuti tipe inlet produk, ada yang top inlet (dari atas) dan ada yang back inlet (dari belakang). Dua tipe ini tidak bisa saling tukar tanpa membobok dinding, jadi pastikan tipe inlet sudah dikunci sebelum instalasi pipa.
- Pipa Buang. Di lapangan, urinoir umumnya dilayani pipa buang berdiameter 2 inci. Ukuran minimum menurut kode plambing sebenarnya bergantung pada volume gelontor dan jumlah unit yang disatukan dalam satu jalur, jadi untuk deretan panjang jangan asal menyalin ukuran satu unit. Acuan diameternya bisa disegarkan lewat pembahasan ukuran pipa PVC.
- Kemiringan Saluran. Pipa buang horizontal harus punya kemiringan cukup agar cairan mengalir dan tidak menggenang. Genangan di pipa datar adalah asal-usul kerak dan bau. Sambungan juga harus rapat dan tidak menyisakan tonjolan lem di dalam pipa, karena tonjolan itu menangkap endapan. Tekniknya dibahas di panduan sambungan pipa PVC.
- Dudukan Dinding. Angkur harus masuk ke bagian dinding yang benar-benar solid. Untuk urinoir gantung di dinding bata ringan, tambahkan pelat atau kolom praktis di belakang titik angkur. Kencangkan baut bertahap dan merata, jangan langsung penuh di satu sisi, karena keramik bisa retak.

Jebakan Bau Wajib Ada
Ini bagian yang paling sering dikorbankan demi kejar tayang, dan paling sering jadi keluhan setelah gedung dipakai. Jebakan bau atau trap adalah lengkung pipa yang menahan sedikit air sehingga gas dari saluran pembuangan tidak bisa naik ke ruangan. Sebagian urinoir keramik sudah punya trap bawaan di badannya, sebagian lagi mengandalkan trap terpisah di bawah lubang buang.
Acuan kode plambing internasional menyebut kedalaman air pada trap minimal 2 inci dan maksimal 4 inci, atau sekitar 5 sampai 10 cm. Terlalu dangkal, airnya cepat kering dan bau naik. Terlalu dalam, alirannya justru mudah tersendat.
Perlakukan lantainya juga. Toilet dengan deretan urinoir wajib punya drainase lantai yang benar agar tumpahan dan air pel tidak menggenang di bawah fixture. Pemilihan dan pemasangan floor drain yang tepat ikut menentukan seberapa cepat toilet Anda mulai berbau.
Perawatan Urinoir serta Cara Mengatasi Bau dan Kerak
Bau pesing di toilet pria hampir selalu berakar pada satu dari tiga hal: trap yang kering atau memang tidak ada, kerak urine yang menempel di badan dan pipa, atau kebocoran kecil di sambungan yang membuat cairan merembes ke celah dinding.
Kerak urine bukan kotoran biasa. Urea dalam urin terurai oleh bakteri lalu berubah menjadi amonia yang bersifat basa, dan endapan yang terbentuk mengandung struvite, kalsium fosfat, kalsium karbonat, asam urat, serta protein. Endapan ini keras, menempel kuat, dan menyempitkan lubang saluran sedikit demi sedikit sampai urinoir terasa lambat mengalir.
Beberapa kebiasaan yang benar-benar berpengaruh:
- Siram rutin, terutama di jam sepi. Urinoir yang jarang dipakai justru paling rawan karena trap mengering dan endapan mengeras. Untuk fasilitas musiman seperti aula, jadwalkan penyiraman berkala meski tidak ada pengguna.
- Pakai pembersih khusus urinoir. Produk descaler dirancang melarutkan endapan mineral tanpa merusak lapisan glasir.
- Jangan pakai asam keras sembarangan. Asam kuat memang meluruhkan kerak, tetapi juga menggerus glasir. Permukaan yang sudah kasar akan menangkap kerak lebih cepat, sehingga masalahnya makin sering kambuh.
- Bersihkan sensor dan saringan. Lensa sensor yang berdebu bisa gagal membaca, dan saringan (strainer) yang tersumbat rambut atau puntung rokok bikin air menggenang di badan urinoir.
- Untuk unit waterless, ikuti aturan mainnya. Bersihkan dengan cairan pH netral, hindari pemutih, dan jangan menyiram dengan seember air karena itu mendorong sealant terbuang.

Catatan Pengadaan Urinoir untuk Proyek
Kalau Anda menyiapkan RAB atau daftar pengadaan, ada beberapa hal yang lebih menentukan hasil akhir dibanding memilih merek termahal.
Jumlah unit. Hitung berdasarkan puncak pemakaian, bukan rata-rata harian. Masjid dan sekolah punya beban yang menumpuk di jam tertentu, jadi acuan rata-rata akan selalu kurang. Perlu diingat juga, pedoman toilet umum Indonesia menekankan jumlah toilet wanita sebaiknya lebih banyak daripada pria karena waktu pakainya lebih lama. Menambah urinoir tidak menghapus kewajiban itu.
Ketersediaan sparepart. Bagian yang paling cepat rusak dari urinoir bukan keramiknya, melainkan katup, sensor, seal, dan saringan. Sebelum mengunci merek, tanyakan ketersediaan sparepart tersebut di kota lokasi proyek. Urinoir sensor yang katupnya harus indent berbulan-bulan akan berakhir jadi unit mati yang ditutup plastik.
Soal harga. Rentang harga urinoir di pasar sangat lebar dan bergerak terus, jadi angka di artikel mana pun cepat basi. Yang stabil adalah faktor pembentuknya: bahan, sistem gelontor, model pemasangan, serta apakah katup dan aksesori sudah termasuk paket atau dijual terpisah. Banyak penawaran terlihat murah karena katup gelontornya belum dihitung, jadi minta rincian lengkap sebelum membandingkan.
Merek Urinoir yang Umum Dipakai di Indonesia
Tiga nama berikut adalah yang paling sering muncul di spesifikasi proyek maupun di rak pemasok sanitary lokal.
- TOTO. Produsen sanitary asal Jepang yang pabrik luar negeri pertamanya justru berdiri di Indonesia pada 1977 lewat PT Surya Toto Indonesia. Lini urinoirnya di Indonesia mencakup berbagai tipe, dengan pilihan katup gelontor manual maupun sensor otomatis, dan sejumlah model membawa teknologi auto flush hemat air.
- American Standard. Merek asal Amerika Serikat yang di Indonesia beroperasi di bawah LIXIL. Situs resminya menyediakan kategori urinal khusus untuk area komersial, termasuk model dengan gelontor manual.
- INA. Merek sanitary ware keramik lokal yang berbasis di Semarang. Kerap masuk daftar pertimbangan untuk proyek yang butuh volume besar dengan konsistensi ukuran.
Di luar tiga nama itu, banyak pemasok proyek juga menyediakan urinoir stainless steel tanpa merek besar untuk kebutuhan area vandal-prone. Untuk kasus ini, yang perlu Anda periksa adalah ketebalan pelat, kualitas las, dan kelengkapan trap bawaan, bukan mereknya.
Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.
Pertanyaan Seputar Urinoir
Tinggi pemasangan urinoir berapa cm?
Tidak ada satu angka yang berlaku universal. Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia menyebut tinggi letak urinal dewasa 43 sampai 80 cm dari lantai dan tinggi maksimal urinal anak 35,6 cm, sementara praktik lapangan di gedung komersial umumnya 60 sampai 75 cm dan praktik umum di Amerika Serikat untuk unit dewasa non-aksesibel sekitar 60 cm. Untuk unit yang harus bisa dipakai pengguna kursi roda, standar aksesibilitas ADA membatasi bibir urinoir maksimum 17 inci atau sekitar 43 cm dari lantai. Kunci angka finalnya dari gambar kerja produk yang Anda beli dan profil pengguna gedung.
Jarak antar urinoir sebaiknya berapa?
Pedoman Standar Toilet Umum Indonesia menetapkan jarak antara satu urinal dengan yang lain minimal 80 cm. Untuk area komersial padat seperti mal, banyak perencana memakai sekitar 90 cm dari tengah ke tengah agar lebih nyaman. Jangan turun di bawah acuan 80 cm itu, karena bahu antar pengguna akan bersentuhan.
Urinoir sensor atau manual, mana yang lebih baik?
Tergantung lalu lintas dan kesiapan perawatan. Sensor unggul di gedung ramai karena penggelontoran tidak bergantung disiplin pengguna, sehingga kerak lebih jarang terbentuk. Manual unggul di fasilitas dengan anggaran perawatan terbatas atau lokasi jauh dari layanan sparepart. Kalau tim kebersihan Anda kecil dan gedungnya ramai, sensor biasanya lebih hemat secara total.
Kenapa urinoir bau pesing?
Penyebab paling umum adalah jebakan bau yang kering atau memang tidak dipasang, sehingga gas dari saluran naik ke ruangan. Kedua, kerak urine yang mengandung struvite dan asam urat menempel di badan urinoir serta dinding pipa dan menahan sisa urin. Ketiga, rembesan halus di sambungan yang membasahi celah dinding atau lantai. Periksa ketiganya sebelum mengganti fixture, karena unit baru tanpa trap yang benar tidak akan menyelesaikan masalah.
Urinoir pakai pipa buang ukuran berapa?
Di lapangan Indonesia, pipa buang urinoir umumnya memakai diameter 2 inci. Ukuran minimum menurut kode plambing sebenarnya dihitung dari volume gelontor dan jumlah unit yang bergabung dalam satu jalur, jadi jalur untuk deretan urinoir bisa perlu diameter lebih besar daripada jalur satu unit. Pastikan juga kemiringan pipa horizontalnya cukup agar tidak ada genangan.
Rencanakan Pengadaan Urinoir Proyek Anda
Memilih urinoir sebetulnya bukan soal mencari yang paling murah, melainkan mencocokkan tipe pemasangan, sistem gelontor, dan bahan dengan karakter pengguna gedung serta kemampuan tim perawatannya. Salah pilih di tahap ini biayanya baru terasa setahun kemudian, dalam bentuk toilet yang berbau dan saluran yang harus dibongkar. Untuk kebutuhan sanitary lain di proyek fasilitas umum, Anda bisa menelusuri halaman sanitary Tokban.
Kalau Anda sedang menyusun kebutuhan sanitasi untuk masjid, sekolah, kantor, ruko, atau fasilitas umum lain, tim Tokban bisa membantu menyisir kebutuhan material dan perlengkapan proyek Anda dari awal. Konsultasi pengadaan material proyek lewat WhatsApp Tokban dan sampaikan jumlah unit, lokasi, serta target waktu pemasangannya.

Jordy Salim
Founder, Tokban
Jordy Salim adalah Founder Tokban, marketplace dan layanan pengadaan bahan bangunan yang membantu pemilik rumah, kontraktor, dan pelaku usaha mendapatkan material berkualitas dengan proses yang lebih praktis dan transparan. Ia menulis untuk menjembatani sisi teknis konstruksi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
LinkedInArtikel Terkait

Wallpaper Dinding: Jenis, Ukuran, Motif, dan Cara Pasang
Panduan wallpaper dinding: jenis bahan, ukuran roll yang lazim di Indonesia, cara menghitung kebutuhan, motif populer, sampai langkah pemasangannya.

Wastafel Cuci Piring: Bahan, Tipe, dan Cara Memilih
Panduan memilih wastafel cuci piring: bahan stainless SUS 304, granit komposit, keramik, jumlah bak, tipe pemasangan, ketebalan pelat, dan perawatannya.

Cat Kiloan: Kelebihan, Risiko, dan Cara Menilainya
Panduan cat kiloan: apa itu, kenapa lebih murah, parameter mutu, risiko, cara menilai kualitas, dan cara menghitung kebutuhan per meter persegi.

Jet Shower: Jenis, Ukuran, dan Cara Pasang Sendiri
Panduan jet shower: komponen, jenis bahan kepala, ukuran drat 1/2 inci, panjang selang, cara pasang sendiri, dan solusi semprotan lemah.
Artikel Terbaru

Semen Tiga Roda: Jenis, Standar SNI, dan Cara Pakainya

Kanal CNP: Ukuran, Berat, Fungsi, dan Beda dengan UNP

Backdrop TV: Material, Ukuran, dan Ide Desain Minimalis

Besi WF: Ukuran, Berat, Beda dengan H-Beam, dan Fungsinya

Mesin Las: Jenis, Ampere, Duty Cycle, dan Cara Memilih

Cat Kiloan: Kelebihan, Risiko, dan Cara Menilainya