Material Bangunan

Harga Baja Ringan Per Batang: Panjang, Berat, dan Cara Hitung Kebutuhan

Panduan membaca harga baja ringan per batang: panjang standar 6 meter, beda BMT dan TCT, kelas lapisan AZ, berat per batang, dan cara menghitung kebutuhan atap.

Jordy Salim · Founder, Tokban
17 menit baca
Harga Baja Ringan Per Batang: Panjang, Berat, dan Cara Hitung Kebutuhan

Pertanyaan pertama yang muncul saat mau bikin rangka atap hampir selalu sama: berapa harga baja ringan per batang. Masalahnya, angka yang Anda dapat dari lima penjual berbeda bisa terpaut jauh sekali, padahal semuanya menyebut barangnya baja ringan dan sama-sama panjang 6 meter. Yang membuat selisihnya bukan sekadar margin toko, melainkan spesifikasi yang tidak pernah dibandingkan secara setara.

Artikel ini tidak membahas ulang apa itu baja ringan (untuk itu ada pembahasan terpisah soal rangka baja ringan). Fokusnya di sini adalah sisi pengadaan: kenapa material ini dijual per batang, apa saja variabel yang membentuk harganya, cara menyetarakan penawaran yang satuannya beda, dan cara memperkirakan berapa batang yang benar-benar Anda butuhkan sebelum mengirim permintaan penawaran.

Jawaban singkat: Baja ringan dijual per batang karena diproduksi dalam panjang standar, dan di Indonesia panjang standar untuk profil kanal C maupun reng adalah 6 meter per batang, sementara hollow galvalum untuk plafon umumnya 4 meter. Harga satu batang ditentukan terutama oleh empat hal: ketebalan baja dasar atau Base Metal Thickness (BMT), jenis dan berat lapisan pelindung (misalnya AZ100 untuk aluminium-seng), jenis profil beserta dimensinya, dan panjang batang. Karena itu membandingkan harga per batang tanpa menyamakan BMT dan kelas lapisan adalah perbandingan yang keliru sejak awal.

Kenapa Baja Ringan Dijual Per Batang

Tumpukan batang baja ringan kanal C dan reng tersusun lurus rapi di gudang material bangunan

Baja ringan dibentuk dari gulungan pelat baja tipis bermutu tinggi yang di-roll forming menjadi profil, lalu dipotong pada panjang tetap. Panjang 6 meter dipilih karena dianggap titik tengah yang masuk akal antara efisiensi pemakaian material, kemudahan pengangkutan dengan truk, dan kepraktisan pemasangan di lapangan. Dari sisi produsen, satuan batang juga memudahkan kontrol mutu: tiap batang punya profil, ketebalan, dan kelas lapisan yang seragam.

Konsekuensinya untuk Anda sebagai pembeli, di tingkat toko maupun distributor material, harga hampir selalu dikutip per batang. Baru ketika masuk ke ranah kontraktor dan jasa pasang, satuannya berubah menjadi per meter persegi terpasang. Dua satuan ini menjawab pertanyaan yang berbeda, dan mencampurnya adalah sumber kebingungan paling umum saat membandingkan penawaran.

Profil yang Dijual Per Batang dan Dimensi Umumnya

Tiga jenis profil baja ringan yaitu kanal C, reng, dan hollow galvalum tersusun berjajar lurus di atas lantai kerja

Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto & spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.

Kanal C (Profil Utama Kuda-Kuda)

Kanal C adalah profil struktural utama, dipakai untuk kuda-kuda dan rangka pemikul. Ukuran yang paling umum di pasar adalah C75 dengan tinggi profil 75 mm dan lebar kaki di kisaran 28 sampai 35 mm, tersedia dalam beberapa pilihan ketebalan mulai 0,55 mm sampai 1,00 mm. Ada juga varian C80 dengan tinggi profil 80 mm dan ketebalan 0,55 sampai 1,00 mm untuk bentang lebih besar atau beban lebih berat. Panjang standarnya 6 meter per batang. Pembahasan bentuk dan penggunaannya lebih dalam ada di ulasan baja ringan kanal C.

Reng

Reng berbentuk mirip topi atau trapesium dan berfungsi sebagai dudukan penutup atap. Di pasar Indonesia reng dikelompokkan dalam seri berdasarkan tinggi profil, mulai TH25 (tinggi 25 mm) sampai TH60 (tinggi 58 sampai 62 mm), dengan rentang BMT 0,40 mm ke atas, dan produk untuk rangka atap mengacu pada SNI 8399:2017. Sama seperti kanal C, panjang standarnya 6 meter per batang. Reng dengan tinggi profil lebih besar dipakai ketika jarak antar tumpuan lebih lebar atau beban penutup atap lebih berat.

Hollow Galvalum

Hollow galvalum berpenampang kotak, ukuran nominal yang paling laku adalah 20×40 mm dan 40×40 mm, dengan ketebalan tipis di kisaran 0,25 sampai 0,40 mm. Perlu dicatat dua hal: ukuran nominal biasanya lebih besar dari ukuran aktual, dan panjang standarnya 4 meter, bukan 6 meter. Hollow galvalum ini untuk rangka plafon dan partisi, bukan untuk struktur atap. Jangan disamakan dengan besi hollow hitam atau galvanis yang dimensinya berbeda, bahasannya ada di panduan ukuran besi hollow.

Profil Truss atau Taso

Istilah truss (kadang disebut taso, yang sebenarnya nama merek) di lapangan merujuk pada profil batang kuda-kuda itu sendiri, umumnya berpenampang C. Jadi ketika penjual menyebut truss dan kanal C, seringkali yang dimaksud adalah barang yang sama dengan penamaan berbeda. Yang penting bukan namanya, tapi tinggi profil, ketebalan BMT, dan kelas lapisannya.

Profil Dimensi umum Panjang per batang Penggunaan
Kanal C75 (truss) Tinggi 75 mm, lebar kaki 28 sampai 35 mm, tebal 0,55 sampai 1,00 mm 6 m Kuda-kuda dan rangka utama atap rumah tinggal
Kanal C80 Tinggi 80 mm, tebal 0,65 sampai 1,00 mm 6 m Bentang lebih besar, atap komersial, beban lebih berat
Reng TH25 sampai TH45 Tinggi 25 sampai 47 mm, lebar sayap 15 sampai 32 mm, BMT 0,40 sampai 1,00 mm 6 m Dudukan penutup atap (genteng, metal)
Reng TH60 Tinggi 58 sampai 62 mm, BMT 0,50 sampai 1,50 mm 6 m Jarak tumpuan lebih lebar atau beban lebih berat
Hollow galvalum Nominal 20×40 mm dan 40×40 mm, tebal 0,25 sampai 0,40 mm 4 m Rangka plafon dan partisi, bukan struktur atap

Empat Hal yang Menentukan Harga Satu Batang

Mikrometer mengukur ketebalan potongan profil baja ringan yang diletakkan datar di meja kerja

1. Ketebalan BMT, Bukan TCT

Ini variabel nomor satu, dan juga yang paling sering dikaburkan. Ada dua cara menyebut ketebalan baja ringan:

  • BMT (Base Metal Thickness), yaitu ketebalan baja dasarnya saja, sebelum dilapisi resin, lapisan anti karat, maupun cat. Angka inilah yang menentukan kekuatan struktur.
  • TCT (Total Coated Thickness), yaitu ketebalan total setelah semua lapisan ikut terhitung. Angka ini berkaitan dengan ketahanan terhadap karat, bukan kekuatan.

Selisihnya kecil tapi menipu. Contoh nyata dari spesifikasi produsen: kanal C dengan lapisan AZ100 tercatat BMT 0,70 mm dan TCT 0,75 mm, artinya tebal lapisan pelindungnya 0,05 mm atau 50 mikron. Contoh lain pada reng: BMT 0,40 mm dengan TCT 0,45 mm. Jadi ketika satu penjual menawarkan barang 0,75 mm dan yang lain 0,70 mm, bisa jadi keduanya barang yang persis sama, hanya satu menyebut TCT dan satunya menyebut BMT. Sebaliknya, bisa juga benar-benar beda satu tingkat ketebalan. Selalu minta angka BMT secara eksplisit, dan pastikan penawaran yang Anda bandingkan sama-sama menyebut BMT.

2. Jenis dan Berat Lapisan Pelindung

Lapisan pelindung dinyatakan dalam massa per meter persegi, bukan ketebalan. Ada dua keluarga besar:

  • Lapisan aluminium-seng (galvalum atau zincalume), kode AZ. AZ100 berarti total massa lapisan 100 gram per m², terbagi 50 gram per m² di sisi atas dan 50 gram per m² di sisi bawah. AZ150 berarti total 150 gram per m² (75 gram tiap sisi), dan seterusnya. Semakin besar angkanya, semakin tebal lapisannya, semakin mahal, dan semakin tahan terhadap lingkungan agresif seperti daerah pesisir.
  • Lapisan seng murni (galvanis), kode Z. Penulisannya sama, misalnya Z220 berarti 220 gram per m². Angka Z terlihat jauh lebih besar dari angka AZ, tapi jangan langsung disimpulkan lebih baik, karena bahan lapisannya berbeda. Lapisan aluminium-seng umumnya memberi ketahanan korosi lebih tinggi pada massa lapisan yang setara.

Untuk profil rangka atap, SNI 8399:2017 mensyaratkan lapisan aluminium-seng minimal AZ100 dan mutu baja G550 (kuat tarik leleh minimal 550 MPa). Batang dengan lapisan di bawah itu bisa saja lebih murah, tapi keluar dari standar untuk pemakaian struktural atap. Soal ketebalan, acuan yang lazim dipakai untuk batang kuda-kuda kanal C adalah minimal 0,75 mm BMT pada penutup atap berat seperti genteng beton dan keramik, sementara 0,65 sampai 0,70 mm umumnya dibatasi untuk penutup atap ringan dan bentang pendek. Batang 0,55 dan 0,60 mm memang beredar luas, tapi peruntukannya rangka plafon dan partisi, bukan batang kuda-kuda.

3. Profil dan Dimensi

Satu batang reng TH25 dan satu batang kanal C75 sama-sama sepanjang 6 meter, tapi jumlah material bakunya jauh berbeda karena lebar bentangan pelat sebelum di-roll berbeda. Karena itu harga per batang antar profil tidak pernah setara, dan penawaran yang hanya menulis harga baja ringan per batang tanpa menyebut profilnya praktis tidak bisa dibaca.

4. Panjang Batang dan Biaya Pengiriman

Panjang 6 meter adalah standar, tapi sebagian pabrikan melayani potongan panjang khusus. Batang non-standar biasanya lebih mahal per meternya. Selain itu, material sepanjang 6 meter menuntut armada dan akses jalan tertentu, sehingga ongkos kirim dan kemudahan bongkar muat di lokasi ikut masuk ke harga sampai proyek, bukan sekadar harga di gudang.

Tokban — Marketplace Bahan Bangunan dan Perlengkapan Rumah

Kenapa Membandingkan Harga Antar Penjual Sering Menyesatkan

Dua tumpukan batang profil baja ringan dengan spesifikasi berbeda diletakkan berdampingan lurus dan rata untuk dibandingkan

Ini bagian yang paling menentukan hasil pengadaan Anda. Selisih harga per batang antar penjual bisa terasa besar, dan naluri pertama adalah menyimpulkan salah satunya kemahalan. Padahal dalam banyak kasus, dua penawaran itu memang tidak sedang menjual barang yang sama.

Ada empat sumber ketidaksetaraan yang paling sering terjadi:

  • Satu menyebut TCT, satu menyebut BMT. Beda 0,05 mm di kertas, tapi bisa berarti satu tingkat kekuatan di lapangan.
  • Kelas lapisan tidak disebut. Batang dengan lapisan lebih tipis dari AZ100 hampir pasti lebih murah, dan konsekuensinya baru muncul beberapa tahun kemudian dalam bentuk karat di sambungan dan bekas potongan.
  • Dimensi profil berbeda. Tinggi profil 75 mm dan 80 mm, atau lebar kaki 28 mm dan 35 mm, dijual dengan nama yang sama-sama kanal C.
  • Ada atau tidaknya sertifikasi. Batang berlogo SNI dengan uji ketebalan dan lapisan yang terdokumentasi membawa biaya kepatuhan yang tidak dipikul produk tanpa sertifikasi.

Cara praktis menghindarinya: jangan minta harga baja ringan per batang. Mintalah harga untuk spesifikasi tertulis, misalnya kanal C tinggi 75 mm, BMT 0,75 mm, lapisan AZ100, mutu G550, panjang 6 meter, bersertifikat SNI 8399:2017. Kirim kalimat yang sama persis ke semua calon pemasok. Barulah angka yang kembali bisa Anda banding-bandingkan.

Cara Membaca Penawaran: Per Batang, Per Meter, atau Per Meter Persegi Terpasang

Kalkulator, meteran gulung, dan pensil di atas meja kayu di lokasi proyek tanpa tulisan apa pun

Tiga satuan ini beredar bersamaan dan masing-masing punya cakupan berbeda:

  • Per batang. Satuan toko dan distributor material. Isinya murni barang, belum termasuk sekrup, aksesori, ongkos kirim, apalagi pemasangan.
  • Per meter. Umumnya cuma harga per batang dibagi panjang batangnya. Untuk batang 6 meter, harga per meter dikali 6 harus kembali ke harga per batang. Kalau tidak kembali, ada komponen lain yang belum diungkap. Satuan ini enak dipakai kontraktor saat menyusun rincian kebutuhan material.
  • Per meter persegi terpasang. Satuan jasa pasang atau borongan. Isinya material rangka, sekrup dan aksesori, upah tukang, alat, dan kadang garansi pemasangan, dihitung terhadap luas bidang atap. Ini yang paling sering dibandingkan apple to orange dengan harga per batang.

Cara menyetarakannya: bawa semuanya ke satuan per meter persegi bidang atap. Dari sisi per batang, kalikan jumlah batang hasil perhitungan kebutuhan Anda dengan harga per batang, tambahkan sekrup dan aksesori, lalu bagi luas bidang atap. Angka itulah yang setara dengan komponen material dalam penawaran borongan. Sisanya, selisih antara kedua angka, adalah nilai jasa dan aksesori yang dibawa kontraktor. Pola yang sama berlaku saat Anda membandingkan penawaran kanopi baja ringan, yang hampir selalu dikutip per meter persegi terpasang.

Satu hal yang wajib ditanyakan pada penawaran borongan: apakah spesifikasi BMT dan kelas lapisan dicantumkan di kontrak. Kalau tidak, Anda sedang membeli angka per meter persegi tanpa tahu batang apa yang akan naik ke atap.

Cara Memperkirakan Jumlah Batang untuk Atap Anda

Rangka atap baja ringan terpasang pada rumah tinggal dengan kuda-kuda dan reng lurus rapi serta jarak seragam

Jumlah batang ditentukan oleh tiga hal yang saling terkait: luas bidang atap, jarak antar kuda-kuda, dan jarak antar reng. Dua angka terakhir tidak bebas Anda pilih, keduanya mengikuti jenis penutup atap dan kemiringannya.

Langkah 1: Hitung Luas Bidang Atap, Bukan Luas Bangunan

Luas bidang atap selalu lebih besar dari luas denah karena ada kemiringan dan overstek. Rumusnya:

Luas bidang atap = (panjang bangunan + 2 x overstek) x (lebar bangunan + 2 x overstek) : cos (sudut kemiringan)

Ambil contoh rumah 8 m x 12 m, overstek 0,8 m di semua sisi, atap pelana kemiringan 30 derajat, penutup genteng beton.

  • Panjang efektif = 12 + (2 x 0,8) = 13,6 m
  • Lebar efektif = 8 + (2 x 0,8) = 9,6 m
  • Luas datar = 13,6 x 9,6 = 130,56 m²
  • Luas bidang atap = 130,56 : cos 30 derajat = 130,56 : 0,866 = kurang lebih 150,8 m²

Langkah 2: Tentukan Jarak Kuda-Kuda dan Jarak Reng

Semakin berat penutup atapnya, semakin rapat kuda-kuda dan rengnya, dan semakin banyak batang yang Anda butuhkan untuk luas yang sama.

Penutup atap Jarak kuda-kuda (acuan umum) Jarak reng (acuan umum)
Genteng keramik, kemiringan sekitar 30 derajat maksimal sekitar 1,2 m sekitar 265 mm
Genteng beton sekitar 1,0 sampai 1,2 m sekitar 255 mm untuk profil umum (rentang 255 sampai 355 mm tergantung model genteng)
Genteng metal (multiroof), kemiringan 15 sampai 30 derajat sekitar 1,6 sampai 1,8 m sekitar 360 sampai 385 mm, mengikuti modul lembaran
Atap metal lembaran (spandek dan sejenis) mengikuti rekomendasi pabrikan penutup atap sekitar 600 mm, maksimal sekitar 1200 mm tergantung tebal lembaran

Langkah 3: Perkirakan Batang Kanal C

Untuk genteng beton, pakai jarak kuda-kuda 1,2 m.

  • Jumlah kuda-kuda = (13,6 : 1,2) + 1 = 11,3 + 1 = 12,3, dibulatkan ke atas menjadi 13 kuda-kuda
  • Panjang batang atas tiap sisi = (9,6 : 2) : cos 30 derajat = 4,8 : 0,866 = kurang lebih 5,54 m
  • Per kuda-kuda: batang atas 2 x 5,54 = kurang lebih 11,1 m, batang bawah kurang lebih 9,6 m, batang pengisi (web) estimasi kasar kurang lebih 10 m
  • Total per kuda-kuda kurang lebih 30,7 m, dibagi 6 m menjadi 5,1 batang, praktisnya dihitung 6 batang karena ada sisa potongan
  • Total kanal C = 13 x 6 = kurang lebih 78 batang

Langkah 4: Perkirakan Batang Reng

Reng dipasang menerus melintang di atas kuda-kuda dan disambung, jadi hitung total panjangnya lalu bagi 6.

  • Jumlah baris reng per sisi atap, dengan asumsi jarak reng 0,26 m untuk genteng beton = 5,54 : 0,26 = 21,3, dibulatkan 22 baris
  • Dua sisi atap = 44 baris
  • Total panjang reng = 44 x 13,6 = 598,4 m
  • Jumlah batang reng = 598,4 : 6 = kurang lebih 100 batang

Sebagai cek silang, ada rumus praktis di lapangan yang menyebut jumlah reng kira-kira 1,2 kali jumlah kanal C. Dari perhitungan di atas, 78 x 1,2 = 94 batang, tidak jauh dari 100 batang. Kalau hasil hitungan Anda melenceng jauh dari rasio ini, kemungkinan ada asumsi jarak yang keliru.

Langkah 5: Tambahkan Waste

Baja ringan dipotong-potong di lapangan, dan sisa potongan yang terlalu pendek tidak bisa dipakai lagi. Tambahkan cadangan 5 sampai 10 persen, lebih besar kalau bentuk atapnya rumit dan banyak jurai.

  • Kanal C: kurang lebih 82 sampai 86 batang
  • Reng: kurang lebih 105 sampai 110 batang

Totalnya sekitar 187 sampai 196 batang untuk bidang atap kurang lebih 150,8 m², atau kira-kira 1,2 sampai 1,3 batang per m² bidang atap. Rasio ini berguna sebagai alat cek cepat: kalau volume dalam penawaran yang Anda terima jauh di bawah angka itu, tanyakan asumsinya. Semua angka di atas adalah estimasi kasar untuk keperluan menyusun anggaran dan meminta penawaran, bukan pengganti perhitungan struktur.

Berat Per Batang dan Kenapa Sering Dipakai untuk Cek Kewajaran

Pekerja bangunan Indonesia mengangkat dan menimbang seikat batang baja ringan lurus di area gudang proyek

Ketebalan 0,05 mm mustahil dinilai dengan mata. Karena itu, cara paling cepat untuk mencurigai batang yang di bawah spesifikasi adalah menimbangnya. Berat berbanding lurus dengan ketebalan pada profil dan panjang yang sama, jadi batang yang terasa jauh lebih ringan dari acuan patut ditanyakan.

Profil dan ketebalan Berat per meter (acuan) Berat per batang 6 m (acuan)
Reng seri TH40 (tinggi 37 sampai 42 mm) berat minimum sekitar 0,445 kg/m, naik seiring BMT minimal sekitar 2,7 kg
Reng seri TH45 (tinggi 43 sampai 47 mm) berat minimum sekitar 0,505 kg/m, naik seiring BMT minimal sekitar 3,0 kg
Kanal C75, ketebalan sekitar 0,75 mm sekitar 0,85 sampai 1,00 kg/m tergantung lebar kaki sekitar 5 sampai 6 kg

Cara memakainya sederhana. Timbang lima sampai sepuluh batang sekaligus saat barang datang, lalu bagi jumlahnya untuk mendapat berat rata-rata per batang. Bandingkan dengan acuan di atas atau dengan tabel berat resmi dari produsen yang bersangkutan. Kalau selisihnya konsisten di bawah acuan, minta sertifikat mutu atau ukur langsung ketebalannya dengan mikrometer pada potongan yang sudah dibersihkan lapisan catnya. Ini pengecekan indikatif, bukan pengujian laboratorium, tapi cukup untuk memutuskan apakah perlu menahan barang sebelum dipasang.

Kesalahan Pengadaan yang Mahal

Mengambil harga per batang termurah dengan BMT di bawah kebutuhan. Ini kesalahan yang biayanya paling besar dan paling terlambat ketahuan. Ketebalan menentukan kapasitas pikul batang, dan atap genteng beton atau keramik jauh lebih berat daripada genteng metal. Menghemat satu tingkat ketebalan pada seluruh volume atap memang memangkas angka penawaran, tapi konsekuensinya berupa lendutan, sambungan yang bekerja berlebihan, dan pada kasus terburuk kegagalan struktur. Tentukan dulu jenis penutup atapnya, baru tentukan ketebalan minimum, dan perlakukan angka itu sebagai syarat, bukan sebagai variabel yang boleh ditawar.

Salah menghitung sisa potongan. Kesalahan kedua ini lebih sepele tapi sering bikin proyek berhenti. Kebutuhan dihitung pas tanpa cadangan, lalu di lapangan ternyata banyak batang terpotong menjadi sisa yang terlalu pendek untuk dipakai. Akibatnya harus pesan tambahan dalam jumlah kecil, dengan ongkos kirim terpisah, dan pekerjaan menganggur menunggu barang datang. Cadangan 5 sampai 10 persen hampir selalu lebih murah dibanding satu kali pengiriman tambahan.

Membandingkan penawaran tanpa menyamakan satuan. Kesalahan ketiga sudah dibahas di atas, tapi layak diulang karena efeknya berlipat: keputusan yang salah di sini akan mengunci spesifikasi untuk seluruh volume proyek.

Melupakan aksesori. Sekrup self drilling, dynabolt, talang, dan penutup ujung jarang masuk dalam kutipan harga per batang, tapi jumlahnya tidak kecil pada atap yang luas. Minta agar komponen ini dirinci terpisah supaya Anda tahu total kebutuhan yang sebenarnya.

Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.

Pertanyaan Seputar Harga Baja Ringan Per Batang

Berapa panjang satu batang baja ringan?
Untuk profil kanal C dan reng, panjang standar di Indonesia adalah 6 meter per batang. Hollow galvalum untuk rangka plafon umumnya 4 meter per batang. Sebagian pabrikan melayani panjang khusus, tapi harganya per meter biasanya lebih tinggi dibanding panjang standar.

Kenapa harga baja ringan per batang bisa berbeda jauh antar toko?
Penyebab paling umum bukan margin toko, melainkan spesifikasi yang berbeda: ketebalan BMT, kelas lapisan pelindung (misalnya AZ100 atau lebih rendah), dimensi profil, dan ada tidaknya sertifikasi SNI. Ada juga penjual yang mengutip TCT sedangkan yang lain mengutip BMT, sehingga barang yang sama terlihat beda ketebalan.

Lebih baik beli per batang atau borongan terpasang?
Tergantung siapa yang memikul risiko volume dan pemasangan. Beli per batang memberi kendali penuh atas spesifikasi dan cocok kalau Anda sudah punya tukang. Borongan terpasang memindahkan risiko hitungan volume dan mutu pasang ke penyedia jasa, tapi Anda tetap harus menuliskan BMT dan kelas lapisan di dalam kontrak, kalau tidak Anda membeli angka per meter persegi tanpa tahu material apa yang dipakai.

Berapa ketebalan baja ringan yang aman untuk atap genteng beton?
Genteng beton dan keramik termasuk penutup atap berat, sehingga menuntut kanal C yang lebih tebal dan jarak kuda-kuda yang lebih rapat (acuan umum maksimal sekitar 1,2 meter) dibanding genteng metal. Angka pastinya bergantung pada bentang, kemiringan, dan beban angin di lokasi, jadi mintalah perhitungan dari aplikator atau tenaga ahli sebelum mengunci spesifikasi pembelian.

Bagaimana cara cepat mengecek batang yang datang sesuai spesifikasi?
Timbang beberapa batang sekaligus lalu bandingkan berat rata-ratanya dengan tabel berat produsen, periksa tanda SNI dan penandaan profil pada batang, dan bila perlu ukur ketebalan dengan mikrometer pada potongan yang lapisan catnya sudah dibersihkan. Lakukan sebelum barang dinaikkan ke atap, bukan sesudahnya.

Butuh Bantuan Menyusun Kebutuhan Baja Ringan Proyek Anda?

Bagian tersulit dari pengadaan baja ringan bukan mencari harga termurah, melainkan memastikan semua penawaran yang Anda terima berbicara tentang barang yang sama. Tokban bantu pengadaan material untuk proyek Anda, mulai dari menyusun spesifikasi tertulis yang bisa dikirim seragam ke beberapa pemasok, memeriksa kewajaran volume, sampai koordinasi pengiriman material panjang ke lokasi. Anda juga bisa menelusuri kategori atap, rangka, dan genteng atau kategori besi hollow dan besi beton untuk melihat cakupan kategori material yang bisa kami bantu adakan.

Kirim ukuran bangunan, kemiringan atap, dan rencana penutup atap Anda lewat WhatsApp Tokban di sini dan tim kami bantu susun estimasi kebutuhan batangnya.

Bagikan:WhatsApp
Jordy Salim

Jordy Salim

Founder, Tokban

Jordy Salim adalah Founder Tokban, marketplace dan layanan pengadaan bahan bangunan yang membantu pemilik rumah, kontraktor, dan pelaku usaha mendapatkan material berkualitas dengan proses yang lebih praktis dan transparan. Ia menulis untuk menjembatani sisi teknis konstruksi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru