Material Bangunan
Pintu Kamar Mandi Aluminium: Jenis, Ukuran, dan Cara Memilih
Panduan pintu kamar mandi aluminium: jenis swing, sliding, dan folding, pilihan kaca buram dan jalusi, ukuran standar, plus bandingannya dengan PVC dan kayu.

Dari semua pintu di rumah, pintu kamar mandi adalah yang paling cepat mati. Bukan karena dipakai lebih sering, tapi karena satu sisinya hidup di ruang yang hampir selalu basah: uap air mandi, cipratan dari bak, lantai lembap yang tidak pernah benar-benar kering. Kayu solid mengembang lalu menyusut sampai daun pintu seret dan susah dikunci, triplek dan multiplek ngelupas di bagian bawah, dan rayap masuk lewat serat yang sudah lembap.
Itu sebabnya pintu kamar mandi aluminium jadi salah satu pilihan paling umum di rumah baru dan renovasi di Indonesia. Aluminium tidak menyerap air, tidak dimakan rayap, dan tidak berkarat seperti besi. Tapi aluminium saja belum cukup jadi jaminan. Pilihan jenis bukaan, isian daun, ventilasi, ketebalan profil, dan terutama hardware-nya yang menentukan pintu itu awet lima tahun atau mulai rewel di tahun kedua. Artikel ini membedah semuanya, termasuk hal yang paling sering dilewatkan pemilik rumah.
Jawaban singkat: Pintu kamar mandi aluminium adalah pintu dengan rangka profil aluminium ekstrusi dan isian berupa panel aluminium, ACP, kaca buram (kaca es atau frosted), atau bilah jalusi. Ukuran yang paling umum dipakai di Indonesia adalah lebar 70 cm dengan tinggi 195 sampai 200 cm, sementara kamar mandi sempit bisa turun ke lebar 60 sampai 65 cm. Kunci keawetannya ada di tiga hal: ada jalur ventilasi (jalusi bawah atau boven plus celah di bawah daun), profil kusen minimal 3 inci dengan ketebalan dinding sekitar 1 mm ke atas, dan hardware stainless SUS 304, bukan engsel besi biasa yang pasti karat di area basah.
Kenapa Pintu Kamar Mandi Rusak Lebih Cepat dari Pintu Lain

Kerusakan pintu kamar mandi hampir selalu dimulai dari bagian bawah daun, dalam radius 20 sampai 30 cm dari lantai. Di situlah air dari lantai naik lewat kapilaritas, cipratan air mandi mendarat, dan pel lantai menyapu setiap hari. Pada pintu kayu solid, kelembapan yang naik turun membuat serat mengembang dan menyusut berulang sampai daun berubah dimensi, itulah kenapa pintu yang tadinya lancar tiba-tiba mengganjal di kusen saat musim hujan. Pada pintu triplek atau plywood berongga, lem antar-lapis lepas dan permukaannya menggelembung lalu terkelupas.
Masalah kedua adalah rayap. Kamar mandi yang lembap adalah lingkungan ideal untuk rayap tanah, dan mereka menyerang dari kusen kayu yang menempel langsung ke dinding basah. Masalah ketiga sering luput: hardware. Engsel dan kunci berbahan besi atau baja karbon berlapis di area basah akan berkarat dalam hitungan bulan, memicu bunyi berdecit, dan lama-lama mekanisme putarannya macet.
Aluminium menyelesaikan dua masalah pertama sekaligus. Logam ini membentuk lapisan oksida sendiri sehingga tidak berkarat seperti besi, tidak punya serat yang bisa mengembang oleh air, dan tidak menarik rayap. Yang tidak otomatis selesai adalah hardware dan ventilasi, dua hal yang tetap harus dipilih secara sadar.
Jenis Pintu Kamar Mandi Aluminium Berdasarkan Bukaan
Pintu Swing (Ayun)

Ini tipe paling umum dan paling ekonomis. Daun pintu diayunkan pada engsel di satu sisi. Kelebihannya jelas: mekanismenya paling sederhana, paling sedikit komponen yang bisa rusak, dan penyekatannya paling rapat sehingga suara dan uap lebih tertahan. Kekurangannya, ia butuh ruang bebas seluas radius ayunan. Di kamar mandi kecil, daun yang membuka ke dalam bisa menabrak kloset atau bak. Solusi standarnya adalah membuka daun ke arah luar, tapi pastikan arah bukaan tidak menghalangi lalu lintas koridor.
Pintu Sliding (Geser)

Pintu geser satu daun dengan satu rel adalah penyelamat kamar mandi sempit karena tidak memakan area saat dibuka. Daun bergeser ke samping menempel dinding, jadi ruang di depan pintu tetap bisa dipakai. Trade-off-nya nyata: kerapatannya lebih rendah dari pintu ayun sehingga uap lebih mudah lolos ke luar, dan roller serta rel adalah komponen yang paling sering minta perhatian. Rel yang kemasukan pasir atau rambut akan membuat daun seret. Kalau memilih sliding, minta roller berbahan tahan karat dan rel atas yang bisa dibersihkan, bukan rel bawah tertanam yang jadi jebakan kotoran. Pembahasan lebih dalam soal tipe ini ada di panduan pintu sliding.
Pintu Lipat (Folding)
Daun dibagi jadi dua bilah atau lebih yang melipat ke satu sisi. Paling hemat ruang di antara ketiganya, tapi paling banyak sambungan bergerak, artinya paling banyak titik yang bisa longgar. Di rumah tinggal, folding lebih cocok untuk area servis atau kamar mandi tamu yang benar-benar sempit ketimbang kamar mandi utama yang dipakai setiap hari.
Isian Daun: Panel Full, Kaca Buram, atau Jalusi

Rangkanya sama-sama aluminium, yang membedakan harga dan karakter adalah isian daunnya.
- Panel Aluminium atau ACP. Lembaran rata yang diisikan ke rangka. Paling privat, paling ringan, dan paling gampang dibersihkan. ACP (aluminium composite panel) punya inti di antara dua lembar aluminium tipis sehingga terasa lebih padat dan tidak terlalu ringkih saat diketuk. Pastikan panel terpasang rata dan lurus, tidak bergelombang.
- Kaca Buram (Kaca Es atau Frosted). Meloloskan cahaya tanpa mengorbankan privasi, sehingga kamar mandi tanpa jendela tidak terasa gelap total. Kaca es dibuat lewat proses sandblasting atau acid etching. Untuk daun pintu berbingkai aluminium, kaca 5 mm umum dipakai karena beban puntir ditanggung rangka. Kalau daun dipakai frameless atau bidang kacanya besar, barulah tempered 8 sampai 10 mm jadi keharusan. Perbedaan tiap tipe kaca dibahas terpisah di artikel jenis kaca.
- Jalusi (Louvre). Bilah aluminium miring bertumpuk yang meloloskan udara tapi menutup pandangan. Ini isian paling fungsional untuk kamar mandi, karena sekaligus menyelesaikan urusan ventilasi yang dibahas di bawah. Kekurangannya, sela antar bilah menampung debu dan perlu dilap berkala.
Kombinasi yang umum ditemui di pasaran adalah panel di dua pertiga atas dan jalusi di sepertiga bawah, atau kaca buram di tengah dengan jalusi bawah. Dua kombinasi ini menyeimbangkan privasi, cahaya, dan aliran udara.
Ventilasi Bukan Fitur Tambahan, Tapi Syarat

Ini bagian yang paling sering diabaikan dan paling mahal akibatnya. SNI 03-6572-2001 tentang tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung mencantumkan kamar mandi dan peturasan pada angka 10 kali pertukaran udara per jam di tabel kebutuhan ventilasi mekanis. Untuk ventilasi alami, standar yang sama meminta luas bukaan ventilasi tidak kurang dari 5% terhadap luas lantai ruangan, dan bukaan itu boleh berupa jendela, lubang dinding, atau ventilasi pada daun pintu. Satu catatan penting: standar ini juga menyebut bahwa ruangan berkloset yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar semestinya dilengkapi ventilasi pembuangan mekanis, jadi jalusi pada pintu sebaiknya diposisikan sebagai pelengkap aliran udara, bukan pengganti exhaust.
Kalau kamar mandi Anda tidak punya jendela ke luar (kondisi yang sangat umum di rumah tipe deret dan apartemen), maka pintulah satu-satunya jalur udara. Tiga cara memasukkannya:
- Jalusi di Bagian Bawah Daun. Paling efektif, karena udara lembap yang lebih berat cenderung berkumpul di bawah dan bisa keluar lewat bilah miring tanpa membocorkan pandangan.
- Boven atau Lubang Angin di Atas Kusen. Bidang ventilasi terpisah di atas pintu, biasanya berisi jalusi atau kaca nako. Berpasangan dengan jalusi bawah, ini menciptakan aliran silang.
- Celah di Bawah Daun Pintu. Cara paling sederhana dan paling murah. Beri jarak sekitar 1 sampai 2 cm antara bawah daun dan permukaan lantai jadi. Perhatikan urutan pekerjaan: kalau kusen dipasang sebelum keramik lantai kamar mandi naik, celah itu bisa hilang dan daun malah mengganjal keramik.
Kamar mandi tanpa jalur udara akan menahan uap. Efeknya terasa di seluruh ruangan: nat keramik berjamur, plafon lembap dan bernoda, cermin lama keringnya, dan bau tidak hilang-hilang. Menambah exhaust fan membantu, tapi exhaust juga butuh udara pengganti yang masuk, dan udara itu masuk lewat celah pintu.

Ukuran Pintu Kamar Mandi Aluminium yang Umum Dipakai
Tidak ada satu ukuran wajib, tapi pasar Indonesia berputar di rentang yang cukup sempit. Patokannya adalah luas kamar mandi dan kenyamanan orang dewasa lewat sambil membawa ember atau keranjang.
| Lebar daun | Tinggi daun | Cocok untuk |
|---|---|---|
| 60 sampai 65 cm | 180 sampai 190 cm | Kamar mandi sempit sampai sekitar 2 m², umum di rumah tipe kecil dan kamar kos |
| 70 cm | 195 sampai 200 cm | Ukuran paling umum, pas untuk kamar mandi sedang sekitar 2 sampai 4 m² |
| 75 sampai 80 cm | 200 cm | Kamar mandi luas di atas 4 m², akses lebih longgar untuk lansia |
Beberapa pabrikan menjual daun jadi dengan ukuran ganjil seperti 60,8 x 190 cm atau 70 x 195 cm karena mengikuti modul profil mereka. Ini penting saat mengganti pintu lama: ukur lubang dinding, bukan daun pintu yang sekarang, lalu perhitungkan toleransi pemasangan kusen. Untuk perbandingan dengan pintu ruangan lain, ada pembahasan terpisah soal ukuran pintu rumah.
Profil Kusen, Ketebalan, dan Finishing

Profil kusen aluminium di pasar Indonesia umumnya diukur dalam inci mengikuti lebar badan profil. Untuk pintu kamar mandi rumah tinggal, dua ukuran yang relevan:
- Profil 3 Inci. Ketebalan dinding profil pada merek besar berkisar sekitar 1 sampai 1,15 mm. Cukup untuk daun pintu kamar mandi standar dengan isian panel atau kaca 5 mm.
- Profil 4 Inci. Ketebalan sekitar 1,2 sampai 1,35 mm dan badan lebih lebar, sehingga lebih kaku. Pilih ini kalau daun pintu lebih besar dari standar, dinding cukup tebal, atau Anda memang ingin rangka yang tidak terasa ringkih.
Hindari profil sangat tipis yang biasa disebut kelas ekonomi. Rangka yang terlalu tipis akan terasa bergetar dan lama-lama sambungan sudutnya longgar. Standar nasional untuk produk ini ada, misalnya SNI 07-0603-1989 untuk aluminium ekstrusi arsitektur dan SNI 07-2122-1991 untuk profil aluminium ekstrusi keperluan konstruksi umum, jadi tanyakan sertifikasi ke penyuplai kalau proyeknya bukan rumah pribadi. Merek profil yang umum ditemui di pasaran antara lain YKK AP, Alexindo, Alcomexindo, Indalex, dan Superex, dengan spesifikasi ketebalan yang berbeda-beda per seri.
Soal finishing, ada dua jalur utama. Powder Coating memberi pilihan warna paling luas termasuk motif kayu, harganya lebih ekonomis, tapi lapisannya berbasis polimer sehingga lebih mudah tergores dan warnanya bisa memudar kalau pretreatment pabriknya asal-asalan. Anodized membentuk lapisan oksida yang keras dan menyatu dengan logam, jadi lebih tahan gores dan lebih tahan korosi di udara lembap, serta warnanya stabil dalam jangka panjang, tapi pilihan warnanya terbatas di nuansa metalik. Untuk kamar mandi yang uapnya intens setiap hari, anodized adalah pilihan yang lebih aman secara teknis. Ragam profil dan tipe kacanya bisa dilihat di kategori Kusen Aluminium dan Kaca.
Hardware yang Bertahan di Area Basah

Di sinilah pintu aluminium yang mahal bisa tetap gagal. Rangkanya memang tidak berkarat, tapi kalau engsel, kunci, dan sekrupnya berbahan besi atau baja berlapis, titik itu yang duluan hancur. Beberapa aturan praktis:
- Engsel stainless SUS 304, bukan besi. Grade 304 tahan karat dan tahan paparan lembap tanpa kehilangan kekuatan. Engsel besi biasa di kamar mandi akan berkarat, berdecit, lalu macet.
- Sekrup juga harus stainless. Sering terjadi engselnya bagus tapi sekrup bawaannya besi biasa, dan karat merembes dari lubang sekrup ke permukaan pintu. Detail pemilihan tipe dan pemasangannya dibahas di artikel engsel pintu.
- Kunci privasi tanpa anak kunci. Kamar mandi tidak butuh silinder anak kunci, cukup kunci putar atau slot dari dalam dengan mekanisme pembuka darurat dari luar. Lebih aman kalau ada anak kecil atau lansia terkunci di dalam.
- Handle dan aksesoris tahan lembap. Handle berlapis krom tipis akan mengelupas. Stainless atau aluminium anodized lebih tahan lama.
- Karet seal dan sealant. Sambungan kaca ke rangka dan kusen ke dinding harus disealant rapi. Sealant yang retak adalah jalan masuk air ke rongga profil.
Aluminium vs PVC vs WPC vs Kayu Solid
Aluminium bukan satu-satunya jawaban yang benar. Ini perbandingan jujurnya untuk konteks kamar mandi.
| Aspek | Aluminium | PVC dan uPVC | WPC | Kayu Solid |
|---|---|---|---|---|
| Tahan air | Sangat baik, tidak menyerap air | Sangat baik, tidak menyerap air | Baik, campuran serat kayu dan plastik | Lemah, mengembang dan menyusut |
| Tahan rayap | Ya | Ya | Ya | Tidak, perlu treatment |
| Kekakuan daun | Baik, tergantung tebal profil | PVC ringan cenderung melengkung, uPVC jauh lebih kaku | Baik, terasa padat | Paling kokoh |
| Ventilasi bawaan | Mudah, tersedia opsi jalusi pabrikan | Umumnya sudah ada lubang angin | Perlu dibuat khusus | Perlu dibuat khusus |
| Peredaman suara | Sedang, daun ringan bisa berbunyi saat dibanting | Sedang, uPVC lebih baik | Baik | Paling baik |
| Kelemahan utama | Mudah tergores dan bunyi berdentum kalau ditutup keras | PVC kelas ekonomi mudah melengkung dan terlihat ringkih | Pilihan model lebih terbatas | Lapuk dan seret di area basah |
| Paling cocok untuk | Kamar mandi rumah tinggal dan proyek berulang | Kamar mandi hemat biaya dan kamar kos | Kamar mandi yang butuh tampilan kayu | Kamar mandi kering atau pintu di luar area basah |
Ringkasnya, aluminium menang di kombinasi ketahanan, ketersediaan model, dan kemudahan mendapat jalusi pabrikan. PVC menang di harga tapi kualitasnya sangat bervariasi, dan uPVC jelas lebih baik dari PVC biasa karena lebih padat serta tidak gampang melengkung. WPC menang kalau Anda ingin nuansa kayu tanpa risiko lapuk. Kayu solid sebaiknya tidak dipakai sebagai daun pintu yang menghadap area basah, kecuali kamar mandi itu benar-benar kering dan berventilasi sangat baik.
Kisaran Harga dan Apa yang Menentukannya
Berdasarkan penawaran yang beredar di pasar tahun ini, satu unit pintu kamar mandi aluminium umumnya berada di rentang sekitar satu sampai lima juta rupiah, dan angka itu bergerak cukup jauh tergantung beberapa faktor. Anggap ini orientasi kasar, bukan patokan, karena harga aluminium mengikuti harga logam dan biaya pasang berbeda tiap daerah.
Yang menaikkan atau menurunkan angkanya:
- Jenis bukaan. Swing paling ekonomis, sliding lebih mahal karena ada rel dan roller, folding paling mahal karena komponen paling banyak.
- Isian daun. Panel full paling murah, kombinasi kaca lebih mahal, dan kaca tempered menambah biaya lagi.
- Ukuran dan ketebalan profil. Profil 4 inci lebih mahal dari 3 inci untuk bentang yang sama.
- Finishing. Anodized umumnya lebih mahal dari powder coating polos, sementara motif kayu juga menambah biaya.
- Hardware. Set engsel dan kunci stainless lebih mahal dari hardware ekonomis, dan ini bagian yang paling tidak layak dihemat.
- Terpasang atau tidak. Harga daun saja berbeda jauh dengan harga satu set kusen plus daun plus jasa pasang.
Saat membandingkan penawaran, minta rinciannya sampai ke merek profil, ketebalan dinding profil dalam mm, tipe finishing, tebal kaca, dan merek hardware. Dua penawaran dengan selisih besar biasanya berbeda di tiga hal itu, bukan di aluminiumnya.
Perawatan dan Kerusakan yang Sering Terjadi
Pintu aluminium tergolong bebas perawatan dibanding kayu, tapi bukan berarti nol. Yang perlu dilakukan cukup sederhana: lap permukaan dengan kain lembap dan sabun netral, jangan pakai bahan abrasif atau pembersih keramik berbahan asam kuat karena bisa merusak lapisan finishing. Bersihkan rel pintu sliding dari rambut dan pasir setiap beberapa minggu, dan periksa sealant di sekeliling kusen sekali setahun.
Kerusakan yang paling sering muncul dan penyebabnya:
- Daun seret atau tidak mau menutup rapat. Biasanya engsel kendor atau kusen tidak lurus sejak awal pemasangan. Cek dengan waterpass.
- Roller sliding macet. Rel kotor atau roller berkarat karena bukan bahan tahan karat.
- Bunyi berdentum saat menutup. Wajar pada daun ringan. Bisa diredam dengan karet stopper atau door closer kecil.
- Kaca goyang di rangka. Karet list kaca sudah getas dan perlu diganti.
- Noda putih atau bercak di permukaan. Sisa air sadah atau tetesan pembersih. Segera lap, jangan dibiarkan mengering berulang.
- Bagian bawah kusen berkerak. Air menggenang di kaki kusen karena kemiringan lantai kamar mandi mengarah ke pintu, bukan ke floor drain. Ini masalah lantai, bukan masalah pintu.
Kalau Anda sedang merencanakan renovasi menyeluruh, pemilihan pintu sebaiknya dilakukan bareng penentuan layout dan posisi floor drain, supaya arah bukaan daun dan kemiringan lantai tidak saling bertabrakan.
Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto & spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.
Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.
Pertanyaan Seputar Pintu Kamar Mandi Aluminium
Berapa harga pintu kamar mandi aluminium?
Di pasaran, satu unit umumnya berada di rentang sekitar satu sampai lima juta rupiah tergantung jenis bukaan, isian daun, ukuran, finishing, dan apakah sudah termasuk jasa pasang. Pintu swing dengan panel full ada di ujung bawah rentang, sementara sliding dengan kaca ada di ujung atas. Minta penawaran yang merinci merek profil, ketebalan profil, dan merek hardware supaya perbandingannya adil.
Apa ukuran standar pintu kamar mandi aluminium?
Yang paling umum dipakai adalah lebar 70 cm dengan tinggi 195 sampai 200 cm. Untuk kamar mandi sempit sampai sekitar 2 m², lebar 60 sampai 65 cm sudah cukup. Untuk kamar mandi di atas 4 m², lebar 75 sampai 80 cm terasa lebih lega. Selalu ukur lubang dinding, bukan daun pintu yang lama.
Pintu kamar mandi aluminium kaca itu aman tidak?
Aman selama kacanya buram sehingga privasi terjaga, dan tebalnya sesuai. Untuk daun berbingkai aluminium, kaca es 5 mm umum dipakai karena beban puntir ditanggung rangka. Kalau bidang kacanya besar atau daunnya frameless, gunakan kaca tempered yang pecahannya berbentuk butiran tumpul, bukan serpihan tajam.
Pintu kamar mandi aluminium murah kualitasnya bagaimana?
Yang biasanya dipangkas pada versi murah adalah tiga hal: ketebalan dinding profil, mutu finishing, dan hardware. Profil terlalu tipis membuat rangka bergetar dan sambungan sudut cepat longgar, sementara engsel besi berlapis akan berkarat dalam hitungan bulan di area basah. Kalau anggaran ketat, lebih baik ambil model paling sederhana dengan profil dan hardware yang benar, daripada model mewah dengan bahan tipis.
Pintu kamar mandi harus ada lubang anginnya?
Sangat dianjurkan, terutama kalau kamar mandi tidak punya jendela ke luar. SNI 03-6572-2001 mencantumkan kamar mandi dan peturasan pada angka 10 kali pertukaran udara per jam di tabel ventilasi mekanis, dan untuk ventilasi alami meminta luas bukaan tidak kurang dari 5% dari luas lantai ruangan. Minimal sediakan celah sekitar 1 sampai 2 cm di bawah daun, dan idealnya tambahkan jalusi bawah atau boven di atas kusen.
Butuh Bantuan Pengadaan Material untuk Proyek Kamar Mandi Anda
Mengganti satu pintu kamar mandi biasanya tidak berdiri sendiri. Ada keramik, sanitary, pipa, dan finishing lain yang ikut jalan, dan mengurus semuanya ke penjual berbeda menghabiskan waktu yang harusnya dipakai mengawasi pekerjaan. Tokban bantu pengadaan material bangunan untuk proyek renovasi maupun bangun baru, mulai dari menyusun daftar kebutuhan sampai pengiriman ke lokasi, dengan dokumen pembelian yang rapi untuk keperluan administrasi perusahaan.
Kirim daftar kebutuhan atau foto kondisi lapangan Anda lewat WhatsApp, tim kami bantu cek ketersediaan dan susun penawarannya: konsultasi kebutuhan material lewat WhatsApp.

Elisya
Desain & Estetika
Elisya adalah kontributor desain dan estetika di Tokban. Sebelum menulis tentang hunian, ia lama mengelola sebuah studio foto dan menangani pemotretan produk untuk merek fashion dan kecantikan, pekerjaan yang menuntut kepekaan tinggi pada warna, komposisi, detail, dan pencahayaan. Pengalaman itu kini ia alihkan ke dunia rumah: menulis tentang kombinasi warna cat, penataan denah, pemilihan material dan flooring, serta sentuhan dekoratif yang membuat sebuah ruang terasa nyaman sekaligus enak dipandang.
Artikel Terkait

Pintu Sliding: Jenis, Ukuran, dan Cara Memilihnya
Panduan pintu sliding: jenis menurut material dan sistem rel, ukuran lazim, syarat struktur, masalah umum, plus perawatan agar pintu tidak seret.

Plafon Gypsum: Jenis, Rangka, dan Cara Pasang
Panduan plafon gypsum: kelebihan kekurangan, jenis papan, rangka hollow galvalum vs metal furring, tahapan pasang, perawatan, dan estimasi kebutuhan.

Saklar Lampu: Jenis, Fungsi, dan Cara Memilih yang Tepat
Panduan saklar lampu: beda saklar tunggal, ganda, tukar (hotel), dan silang, pilihan inbow atau outbow, tinggi pemasangan, plus kesalahan yang sering terjadi.

Pintu Aluminium: Jenis, Ukuran, Profil, dan Finishing
Panduan pintu aluminium: jenis bukaan, isian kaca dan ACP, profil 3 vs 4 inch, ukuran standar 80 x 200 cm, finishing, plus kelebihan dan kekurangannya.


