Material Bangunan

Kawat Las: Jenis, Kode Elektroda, Ukuran, dan Ampere

Panduan kawat las: fungsi, jenis per proses las, cara baca kode elektroda AWS, ukuran diameter dan setelan ampere, plus cara menyimpan yang benar.

Titis Nur Pratomo · SEO & Content Contributor
15 menit baca
Kawat Las: Jenis, Kode Elektroda, Ukuran, dan Ampere

Buat orang yang tiap hari pegang mesin las, kawat las bukan sekadar batang logam yang dibakar sampai habis. Batang itulah yang menentukan seberapa kuat sambungan yang jadi dan seberapa sering Anda harus menggerinda ulang pekerjaan sendiri. Salah pilih elektroda, hasilnya bisa terlihat menempel rapi di permukaan padahal penetrasinya dangkal dan sambungannya menyerah begitu dibebani.

Repotnya, kode di kotak elektroda terbaca seperti sandi: E6013, E7018, ER308L, E71T-1. Padahal angka-angka itu punya arti yang spesifik dan bisa dibaca dalam hitungan detik begitu Anda tahu polanya. Panduan ini membahas kawat las dari dasar, mulai dari fungsi fluks, jenis kawat menurut proses las, cara membaca kode AWS, ukuran diameter beserta setelan ampere, sampai cara menyimpan elektroda supaya hasil las tidak berlubang.

Jawaban singkat: Kawat las atau elektroda adalah bahan pengisi yang mencair bersama logam induk lalu membeku menjadi satu sambungan las. Pada las listrik SMAW, batangnya dibungkus salutan fluks yang ikut terbakar menjadi gas pelindung dan terak, sehingga kolam las terlindung dari oksigen dan nitrogen di udara. Jenis kawat mengikuti proses las yang dipakai, sedangkan ukurannya (umumnya 1,6 sampai 4,0 mm) dipilih berdasarkan tebal material dan langsung menentukan setelan ampere mesin.

Apa Itu Kawat Las dan Apa Fungsinya

Kawat las, atau elektroda las, adalah bahan pengisi yang mencair bersama logam induk lalu membeku menjadi sambungan. Pada las listrik jenis SMAW, batangnya punya dua bagian: inti logam di tengah dan salutan fluks yang membungkusnya dari ujung ke ujung.

Fluks inilah yang membedakan elektroda terbungkus dari kawat logam biasa. Begitu busur menyala, salutan ikut terbakar dan melepas gas pelindung yang mengusir oksigen serta nitrogen dari kolam las. Sisa salutan yang mencair mengapung ke permukaan dan membeku menjadi terak, melindungi logam las yang masih panas dari oksidasi selama pendinginan. Di luar itu, fluks juga bekerja sebagai penstabil busur dan deoksidator, sehingga busur lebih gampang dijaga dan manik las keluar lebih bersih.

Artinya, kualitas sambungan tidak ditentukan mesin las saja. Elektroda yang salah kelas, salah diameter, atau sudah telanjur lembap tetap menghasilkan las jelek walaupun mesinnya bagus. Kalau Anda sedang menyusun perlengkapan bengkel dari nol, lihat juga rangkuman jenis alat bangunan dan fungsinya.

Sekumpulan batang elektroda las lurus berjajar rapi di atas meja kerja bengkel

Jenis Kawat Las Menurut Proses Pengelasan

Bentuk fisik kawat las mengikuti proses las yang dipakai. Empat proses berikut yang paling sering dijumpai di bengkel dan proyek di Indonesia, dan masing-masing menuntut bentuk bahan pengisi yang berbeda.

Tukang las memakai topeng las dan sarung tangan kulit sedang mengelas rangka baja di bengkel

Elektroda Terbungkus untuk SMAW

Shielded Metal Arc Welding, alias las busur listrik manual, memakai batang elektroda bersalut fluks yang habis terpakai selama pengelasan. Prosesnya paling sederhana, alatnya paling terjangkau, dan tidak perlu tabung gas karena perlindungan datang dari fluksnya sendiri. Itu sebabnya SMAW jadi pilihan default untuk pagar, teralis, rak, kanopi, sampai perbaikan darurat di lapangan. Kelemahannya, terak harus dipukul dan disikat setiap selesai satu jalur, dan hasilnya sangat bergantung pada tangan operator.

Kawat Gulungan Solid untuk MIG atau GMAW

Gas Metal Arc Welding memakai kawat solid yang digulung pada spool lalu disuapkan otomatis lewat torch, sementara perlindungan kolam las datang dari gas. Kalau gas pelindungnya inert seperti argon, prosesnya disebut MIG; kalau memakai gas aktif seperti karbon dioksida atau campuran, sebutannya MAG. Karena kawat mengalir terus tanpa perlu ganti batang, proses ini jauh lebih cepat untuk pekerjaan produksi dan meninggalkan permukaan bersih tanpa terak.

Gulungan kawat las MIG tergulung rapi pada spool di atas meja kerja bengkel

Kawat Berinti Fluks untuk FCAW

Flux Cored Arc Welding memakai kawat gulungan yang bagian tengahnya diisi fluks bubuk. Bentuknya mirip kawat MIG, tapi karena fluks ikut terbawa di dalam kawat, sebagian tipe bisa jalan tanpa gas pelindung tambahan. Kombinasi kecepatan kawat gulungan dan toleransi fluks membuat FCAW banyak dipakai untuk material tebal, pekerjaan struktural, dan kondisi lapangan yang berangin.

Batang Isian untuk TIG atau GTAW

Gas Tungsten Arc Welding berbeda sendiri karena elektrodanya tidak ikut habis. Busur dinyalakan dari elektroda tungsten yang tahan panas, lalu batang isian dicelupkan manual ke kolam las oleh tangan yang satunya, dengan argon sebagai gas pelindung. Hasilnya paling rapi dan paling terkendali, jadi TIG jadi andalan untuk stainless tipis, aluminium, dan pekerjaan yang tampilannya ikut dinilai.

Cara Membaca Kode Elektroda AWS

Kode elektroda SMAW mengikuti sistem American Welding Society, dan setiap karakternya berarti sesuatu. Huruf E di depan berarti electrode. Dua angka berikutnya (tiga angka pada kode lima digit) menyatakan kuat tarik minimum logam las dalam ribuan psi, jadi 60 berarti 60.000 psi dan 70 berarti 70.000 psi.

Angka berikutnya, yang berada di posisi kedua dari belakang, menunjukkan posisi pengelasan yang diizinkan. Angka 1 berarti elektroda bisa dipakai di semua posisi, termasuk vertikal dan di atas kepala, sedangkan angka 2 membatasi pemakaian pada posisi datar dan fillet horizontal. Angka 4 menandai elektroda untuk posisi datar, horizontal, di atas kepala, dan vertikal turun, sedangkan angka 3 yang berarti posisi datar saja sudah jarang dijumpai di pasar. Untuk kasus di luar itu, lembar data pabrikan tetap acuan terakhir.

Angka paling belakang menerangkan jenis salutan sekaligus jenis arus yang cocok. Salutan selulosa (angka 0 dan 1) memberi penetrasi dalam, salutan rutil (angka 3) memberi busur halus dengan penetrasi ringan, dan salutan low hydrogen berserbuk besi (angka 8) memberi penetrasi sedang dengan kandungan hidrogen rendah. Dalam praktiknya dua angka terakhir dibaca sebagai satu pasangan, karena kombinasinya yang menentukan salutan sekaligus polaritas.

Contoh pembacaan pada dua kode paling umum di pasar:

  • E6013. E berarti elektroda busur; 60 berarti kuat tarik minimum 60.000 psi; angka 1 berarti bisa dipakai di semua posisi; angka 3 berarti salutan rutil kalium dengan busur halus, penetrasi ringan, dan bisa jalan dengan arus AC maupun DC.
  • E7018. 70 berarti kuat tarik minimum 70.000 psi, satu tingkat di atas E6013; angka 1 berarti semua posisi; angka 8 berarti salutan low hydrogen dengan serbuk besi, dipakai dengan arus AC atau DC elektroda positif.

Elektroda Populer dan Karakternya

Di pasar Indonesia, tiga keluarga elektroda ini yang paling sering muncul. E6013 adalah elektroda serbaguna bersalut rutil: busurnya lembut, mudah dinyalakan, percikannya sedikit, dan teraknya lepas sendiri. Karena itu E6013 jadi elektroda pertama yang dipegang pemula, dan cocok untuk pelat tipis sampai sedang, rangka ringan, braket, serta perbaikan harian di bengkel.

E7018 adalah elektroda low hydrogen. Kuat tariknya lebih tinggi dan ketangguhan logam lasnya lebih baik, sehingga dipakai pada sambungan struktural, jembatan, bejana tekan, dan baja kekuatan tinggi yang keandalannya tidak boleh ditawar. Kalau proyek Anda menyambung profil struktural seperti yang tercantum di tabel baja WF, keluarga low hydrogen inilah yang biasanya diminta. Konsekuensinya, E7018 minta kontrol busur lebih rapat dan penanganan penyimpanan yang jauh lebih disiplin.

E6010 dan E6011 bersalut selulosa dan terkenal karena penetrasinya dalam serta busurnya agresif. Keduanya mampu menembus permukaan yang berkarat, bercat, atau berminyak, dan sering dipakai untuk root pass pada pipa. Bedanya, E6010 hanya jalan dengan arus DC, sedangkan E6011 bisa dipakai pada AC maupun DC karena salutannya lebih kaya kalium yang menstabilkan busur. Buat pemilik mesin las AC kelas bengkel, E6011 jauh lebih praktis.

Close-up ujung elektroda las menyala membentuk manik las pada sambungan dua pelat baja
Aspek E6013 E7018 E6011
Jenis salutan Rutil kalium Low hydrogen, serbuk besi Selulosa kalium
Kuat tarik minimum 60.000 psi 70.000 psi 60.000 psi
Penetrasi Ringan Sedang Dalam
Jenis arus AC dan DC AC dan DC AC dan DC
Kemudahan pemakaian Paling mudah, busur halus, percikan sedikit Perlu kontrol busur lebih rapat Busur agresif tapi toleran terhadap permukaan kotor
Sensitif kelembapan Relatif rendah Tinggi, wajib disimpan kering Relatif rendah
Aplikasi khas Pelat tipis sampai sedang, pagar, rak, perbaikan umum Sambungan struktural dan baja kekuatan tinggi Permukaan berkarat atau bercat, root pass, kerja lapangan
Tokban — Marketplace Bahan Bangunan dan Perlengkapan Rumah

Ukuran Diameter Kawat Las dan Setelan Ampere

Diameter elektroda yang lazim beredar adalah 1,6 mm, 2,0 mm, 2,6 mm, 3,2 mm, dan 4,0 mm, dengan ukuran 5,0 mm untuk pekerjaan berat. Aturan mainnya sederhana: makin tebal material, makin besar diameter yang dipakai, dan makin besar pula arus yang dibutuhkan. Diameter 1,6 mm hanya dipakai untuk lembaran sangat tipis dan jalan di arus paling rendah, sedangkan 2,6 mm sampai 3,2 mm adalah ukuran yang paling sering dibeli untuk kerja umum.

Tabel berikut adalah acuan umum untuk elektroda baja karbon kelas E6013. Anggap angkanya sebagai titik awal, bukan harga mati.

Diameter Elektroda Tebal Material (Acuan) Kisaran Ampere (Acuan) Pemakaian Umum
2,0 mm 1 sampai 2 mm 40 sampai 70 A Pelat tipis, rangka ringan, bodi
2,6 mm 2 sampai 4 mm 60 sampai 90 A Besi hollow, besi siku, pagar, teralis
3,2 mm 4 sampai 10 mm 80 sampai 120 A Rangka struktural, pelat sedang
4,0 mm 10 sampai 20 mm 110 sampai 170 A Pelat tebal, konstruksi berat, las berlapis

Cara paling aman menyetel ampere adalah mulai dari nilai tengah rentang, lalu naikkan atau turunkan sedikit demi sedikit sambil melihat hasilnya. Busur yang stabil, manik yang konsisten, dan terak yang lepas sendiri adalah tanda setelan sudah pas. Kalau arus terlalu rendah, elektroda gampang lengket dan penetrasi kurang; kalau terlalu tinggi, muncul undercut di tepi jalur dan percikan berhamburan. Uji dulu di potongan sisa material yang sama tebalnya sebelum masuk ke pekerjaan asli.

Perhatikan juga bahwa tebal dinding material sering lebih tipis daripada yang dikira. Untuk pagar dan teralis yang mayoritas memakai besi hollow, tebal dindingnya bisa hanya sekitar 1 sampai 2 mm, jadi elektroda 3,2 mm pada arus tinggi hampir pasti melubangi profilnya.

Sambungan las yang rapi pada rangka besi hollow kotak dengan jalur las teratur

Kawat Las untuk Material Khusus

Baja karbon biasa hanya sebagian kecil dari pekerjaan las. Begitu materialnya berganti, kelas kawat lasnya wajib ikut berganti, karena logam pengisi harus menyamai komposisi logam induk supaya kekuatan dan ketahanan korosinya tidak turun.

  • Stainless Steel. Untuk stainless seri 18-8 seperti tipe 304, dipakai elektroda seri 308, umumnya E308L-16 yang kadar karbonnya rendah agar tidak terjadi presipitasi karbida. Untuk stainless tipe 316 dan 316L, gunakan seri 316 karena kandungan molibdenumnya sekitar 2 sampai 3 persen, yang menjaga ketahanan terhadap korosi sumuran di lingkungan berklorida. Memakai 308 pada material 316 akan menurunkan ketahanan korosi sambungan.
  • Besi Tuang. Besi tuang butuh elektroda berbasis nikel. Tipe ENi-CI hampir seluruhnya nikel murni dan menghasilkan las yang paling lunak serta paling mudah dibubut, cocok untuk perbaikan dingin pada besi tuang kelabu dengan tingkat kekangan rendah. Tipe ENiFe-CI adalah paduan nikel-besi yang lebih kuat, lebih tahan retak pembekuan, dan lebih cocok untuk besi tuang nodular atau penyambungan besi tuang ke baja.
  • Aluminium. Dua kawat isian yang paling umum adalah 4043 dan 5356. Seri 4043 mengandung silikon sekitar 5 persen sehingga lebih tahan retak panas dan enak dipakai pada paduan yang sensitif retak seperti 6061. Seri 5356 mengandung magnesium sekitar 5 persen, kekuatan gesernya lebih tinggi, dan warnanya lebih cocok kalau hasilnya akan dianodisasi. Jangan pakai 4043 pada paduan bermagnesium tinggi seperti 5083, karena reaksi silikon dengan magnesium menghasilkan senyawa magnesium silisida yang membuat las getas.
  • Kuningan dan Tembaga. Kawat las kuningan, sering disebut brass brazing rod, dipakai untuk menyambung dan melapisi kuningan, tembaga, serta perunggu. Prosesnya lebih dekat ke brazing daripada las cair, karena logam pengisinya mencair sementara logam induk tidak ikut lumer.

Cara Menyimpan Kawat Las yang Benar

Ini bagian yang paling sering diabaikan padahal dampaknya paling mahal. Salutan fluks bersifat menyerap uap air dari udara, dan uap air adalah sumber hidrogen. Ketika elektroda lembap dibakar, air terurai menjadi hidrogen yang larut ke dalam logam las.

Untuk elektroda rutil seperti E6013, kelembapan berlebih membuat busur meliuk, percikan bertambah, dan porositas mulai muncul. Untuk elektroda low hydrogen seperti E7018, akibatnya lebih serius: hidrogen memicu retak dingin yang tertunda, yang bisa baru muncul puluhan jam setelah lasan dingin dan sudah terlihat bagus. Karena itu elektroda low hydrogen dijual dalam kemasan tersegel dan, pada pekerjaan struktural, disimpan dalam oven penyimpan bersuhu sekitar 120 sampai 150 derajat Celsius sesuai ketentuan AWS D1.1.

Praktik minimum yang masuk akal untuk bengkel kecil: simpan elektroda dalam kotak tertutup rapat bersama silica gel, jauhkan dari lantai dan dinding yang lembap, jangan simpan di dekat kamar mandi atau area cuci, dan ambil secukupnya saja untuk satu sesi kerja. Elektroda yang sudah menginap semalam di udara terbuka sebaiknya tidak dipakai untuk sambungan penting.

Kotak penyimpanan elektroda las tertutup dengan batang elektroda tersusun lurus dan kantong pengering

Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto dan spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.

Cacat Las yang Sering Muncul dan Penyebabnya

Sebagian besar cacat las bisa dilacak ke tiga hal: pilihan elektroda, setelan ampere, dan kebersihan material. Kenali polanya supaya Anda tidak menyalahkan mesin terus-menerus.

  • Porositas. Lubang-lubang kecil di dalam atau di permukaan las. Penyebab paling umum adalah elektroda yang lembap atau terkena air, panjang busur berlebihan, arus terlalu rendah, kecepatan gerak terlalu cepat, dan permukaan material yang masih berkarat, berminyak, atau basah.
  • Undercut. Alur cekung di tepi jalur las yang mengurangi ketebalan efektif material. Biasanya karena arus terlalu tinggi, kecepatan gerak terlalu cepat, panjang busur berlebihan, sudut elektroda salah, atau ayunan yang tidak rata.
  • Percikan Berlebih. Butiran logam berhamburan dan menempel di sekitar jalur. Umumnya karena ampere disetel terlalu tinggi, jarak busur terlalu jauh, atau elektroda yang sudah lembap.
  • Penetrasi Kurang. Sambungan hanya menempel di permukaan. Penyebabnya arus terlalu rendah, kecepatan gerak terlalu cepat, celah sambungan di luar rentang yang wajar, jarak busur terlalu tinggi, atau sudut elektroda yang keliru.

Kalau cacatnya berulang di pekerjaan yang sama, ubah satu variabel saja per percobaan. Mengubah elektroda, ampere, dan kecepatan sekaligus membuat Anda tidak pernah tahu mana yang sebenarnya bermasalah.

Merek Kawat Las yang Beredar di Indonesia

Pasar elektroda dalam negeri diisi campuran merek lokal, merek Jepang yang diproduksi di sini, dan merek global. Beberapa nama yang paling sering dijumpai di toko besi dan toko perkakas:

  • Kobe Steel atau Kobelco. Elektroda Kobelco diproduksi di Indonesia oleh PT Intan Pertiwi Industri, yang berdiri pada 1976 dan mulai memproduksi elektroda pada 1977 lewat kerja sama teknis dengan Kobe Steel, Ltd. Jepang. Lini produknya mencakup mild steel, high tensile steel, stainless steel, besi tuang, hardfacing, sampai kelas tahan panas.
  • Nikko Steel. Merek yang sangat mudah ditemui di pasar Indonesia dengan lini elektroda seri RD seperti RD-260, RD-360, dan RD-460, ditambah seri NSN untuk stainless, kawat berinti fluks, serta kawat MIG dan TIG.
  • ESAB. Merek global dengan jajaran elektroda stainless dan consumable las lain yang produknya beredar lewat distributor di Indonesia.
  • Lion. Merek yang dipasarkan lewat distributor lokal dengan tipe seperti Lion 26 untuk kelas E6013 dan Lion TL 36 untuk kelas E7016.

Harga kawat las bervariasi menurut merek, kelas AWS, diameter, dan berat kemasan, dan biasanya dijual per kilogram atau per dus. Perbedaan harga antar kelas itu wajar karena elektroda low hydrogen dan elektroda paduan memang memakai bahan serta proses produksi yang berbeda.

Cara Memilih Kawat Las untuk Proyek Anda

Urutannya sederhana. Mulai dari jenis logam induk, karena itu yang mengunci kelas elektroda: baja karbon ke seri E60 atau E70, stainless ke seri 308 atau 316, besi tuang ke elektroda nikel, aluminium ke seri 4043 atau 5356. Setelah itu tentukan tuntutan kekuatan sambungan; pekerjaan struktural mengarah ke low hydrogen, sedangkan pagar dan rak cukup dengan E6013. Baru kemudian pilih diameter berdasarkan tebal material dan setel ampere mengikuti rentang di tabel.

Terakhir, cocokkan dengan mesin yang Anda punya. Inverter kecil kelas rumahan biasanya nyaman di elektroda 2,0 sampai 2,6 mm, sementara elektroda 4,0 mm butuh kapasitas arus lebih besar. Untuk rangka ringan dari besi siku atau profil hollow, elektroda 2,6 mm pada arus menengah umumnya sudah lebih dari cukup.

Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.

Pertanyaan Seputar Kawat Las

Kawat las 2,6 mm pakai ampere berapa?
Sebagai acuan umum, elektroda E6013 diameter 2,6 mm dipakai pada kisaran 60 sampai 90 A untuk material tipis sampai sedang. Mulai dari nilai tengah, lalu sesuaikan sampai busur stabil dan teraknya lepas sendiri. Rentang setiap merek bisa sedikit berbeda, jadi kotak elektroda tetap acuan pertama.

Apa beda E6013 dan E7018?
E6013 bersalut rutil, kuat tarik minimum 60.000 psi, busurnya halus dan paling mudah dipakai, cocok untuk pekerjaan umum. E7018 bersalut low hydrogen dengan kuat tarik minimum 70.000 psi, hasil lasnya lebih tangguh dan dipakai untuk sambungan struktural, tapi menuntut kontrol busur lebih rapat dan penyimpanan yang benar-benar kering.

Kawat las untuk stainless pakai apa?
Untuk stainless tipe 304 dan sekelasnya, gunakan elektroda seri 308, umumnya E308L-16. Untuk stainless tipe 316 atau 316L, gunakan seri 316 karena kandungan molibdenumnya menjaga ketahanan korosi di lingkungan berklorida. Untuk pekerjaan tipis yang mementingkan tampilan, TIG dengan batang isian ER308L atau ER316L memberi hasil paling rapi.

Kenapa hasil las berlubang atau muncul porositas?
Penyebab paling sering adalah elektroda yang lembap, permukaan material yang masih berkarat, berminyak, atau basah, panjang busur berlebihan, dan arus yang terlalu rendah. Bersihkan area sambungan sampai logam bersih, simpan elektroda dalam wadah kering, dan jaga panjang busur tetap pendek dan konsisten.

Kawat las ukuran berapa untuk plat tipis?
Untuk pelat sekitar 1 sampai 2 mm, elektroda 2,0 mm pada kisaran 40 sampai 70 A adalah titik awal yang wajar. Untuk lembaran yang lebih tipis lagi, ukuran 1,6 mm dipakai dengan arus paling rendah. Kunci lainnya ada di teknik: gunakan las titik berselang agar panas tidak menumpuk dan pelat tidak bolong atau melengkung.

Butuh Material Baja untuk Proyek Pengelasan Anda

Pemilihan elektroda baru terasa hasilnya kalau material yang dilas juga sesuai spesifikasi. Tokban bantu pengadaan material bangunan untuk proyek Anda, dari besi dan baja sampai kebutuhan finishing, dengan penawaran dan jadwal pengiriman yang bisa disesuaikan dengan progres kerja di lapangan.

Konsultasikan kebutuhan material proyek Anda lewat chat WhatsApp Tokban dan tim kami bantu susun daftar materialnya.

Bagikan:WhatsApp
Titis Nur Pratomo

Titis Nur Pratomo

SEO & Content Contributor

Titis Nur Pratomo adalah praktisi SEO dan content writing dengan pengalaman bertahun-tahun di dunia digital. Ia menaruh perhatian pada industri bahan bangunan dan properti, memadukan riset kata kunci dengan kebutuhan nyata pemilik rumah, kontraktor, dan tukang agar kontennya akurat sekaligus mudah dipraktikkan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru