Material Bangunan

Besi WF: Ukuran, Berat, Beda dengan H-Beam, dan Fungsinya

Panduan besi WF: cara baca ukuran seperti WF 200 x 100 x 5,5 x 8, berat per meter, bedanya dengan H-beam, UNP dan CNP, plus aplikasinya di konstruksi.

Jordy Salim · Founder, Tokban
16 menit baca
Besi WF: Ukuran, Berat, Beda dengan H-Beam, dan Fungsinya

Kalau Anda pernah lewat proyek gudang, ruko bertingkat, atau jembatan yang sedang dikerjakan, hampir pasti Anda melihat batang baja panjang berpenampang seperti huruf I yang berdiri sebagai tiang dan melintang sebagai balok. Itulah besi WF. Di lapangan namanya bisa berubah-ubah, ada yang menyebutnya baja WF, IWF, atau wide flange, tetapi barangnya sama saja: profil baja canai panas yang jadi tulang punggung hampir semua konstruksi baja di Indonesia.

Sayangnya WF juga termasuk material yang paling sering salah dipesan. Notasi ukurannya terdiri dari empat angka berurutan yang tidak semua orang hafal urutannya, dan bedanya dengan H-beam sering dianggap cuma soal nama. Padahal perbedaan itu berpengaruh langsung ke perilaku struktur dan ke berat baja yang Anda bayar, karena baja dijual per kilogram.

Jawaban singkat: Besi WF (Wide Flange) adalah profil baja canai panas berpenampang seperti huruf I atau H, dengan sayap (flange) yang lebar dan badan (web) yang relatif tipis. Ukurannya ditulis dalam empat angka berurutan, yaitu tinggi profil, lebar sayap, tebal badan, lalu tebal sayap, sehingga WF 200 x 100 x 5,5 x 8 berarti tinggi 200 mm, lebar sayap 100 mm, tebal badan 5,5 mm, dan tebal sayap 8 mm. Panjang standar di pasaran Indonesia umumnya 12 meter per batang. Bedanya dengan H-beam ada pada proporsi penampang: WF jauh lebih tinggi daripada lebar sehingga efisien sebagai balok, sedangkan H-beam tinggi dan lebarnya hampir sama sehingga lebih cocok sebagai kolom.

Apa Itu Besi WF dan Kenapa Bentuknya Seperti Huruf I

Besi WF adalah profil baja struktural hasil canai panas (hot rolled), artinya baja dibentuk saat masih membara lewat rol pembentuk, bukan ditekuk dingin dari pelat tipis. Hasilnya satu batang utuh tanpa sambungan, dengan penampang berbentuk I atau H: dua sayap horizontal di atas dan bawah, dihubungkan satu badan vertikal di tengah. Ciri khas WF adalah permukaan sayapnya rata dan sejajar, bukan miring ke arah ujung.

Tumpukan profil baja WF tersusun rapi dan lurus di area stok material

Gambar produk di artikel ini hanya ilustrasi/referensi, bukan foto produk asli. Untuk foto dan spesifikasi produk yang kami jual, silakan konsultasi dulu sebelum membeli.

Kenapa Bentuk I Lebih Efisien daripada Batang Padat

Ini bagian yang jarang dijelaskan di toko, padahal justru inti dari kenapa WF dipakai di mana-mana. Ketika sebuah balok dibebani dan melentur, serat paling atas tertekan dan serat paling bawah tertarik. Di antara keduanya ada garis imajiner yang nyaris tidak mengalami tegangan sama sekali, namanya sumbu netral. Kekakuan lentur sendiri diukur dengan momen inersia, dan kontribusi tiap bagian material terhadap momen inersia naik sangat cepat seiring jaraknya dari sumbu netral.

Artinya material yang menumpuk di tengah batang hampir tidak memberi manfaat struktural, sementara material di tepi atas dan bawah bekerja maksimal. Solusinya sederhana: buang material di tengah, pindahkan ke tepi. Dari situ lahir bentuk I yang ikonik itu. Sayap menahan gaya tarik dan tekan akibat lentur, badan yang tipis menahan gaya geser sekaligus menjaga jarak antar sayap. Hasilnya kekakuan tinggi dengan berat jauh lebih ringan dibanding batang masif setinggi sama, dan itu berujung pada kolom lebih kecil, pondasi lebih hemat, serta ongkos angkat lebih murah.

Anatomi Profil WF dan Cara Membaca Notasi Ukurannya

Kenali dulu nama bagiannya, karena istilah ini yang dipakai di gambar kerja maupun surat jalan.

  • Flange (sayap), dua pelat horizontal di sisi atas dan bawah. Lebarnya ditandai huruf b, tebalnya tf.
  • Web (badan), pelat vertikal yang menghubungkan kedua sayap. Tebalnya ditandai tw.
  • Tinggi profil, diukur dari sisi luar sayap atas sampai sisi luar sayap bawah, ditandai huruf h.
  • Fillet (radius sudut), lengkungan kecil di pertemuan sayap dan badan. Tidak ikut ditulis di notasi, tetapi menjelaskan kenapa hitung manual selalu meleset sedikit dari tabel resmi.
Close-up penampang ujung profil baja WF memperlihatkan bentuk huruf I dengan sayap dan badan

Cara Membaca WF 200 x 100 x 5,5 x 8

Urutan empat angka pada profil WF selalu sama, dan semuanya dalam milimeter:

  1. Angka pertama, tinggi profil, yaitu 200 mm.
  2. Angka kedua, lebar sayap, yaitu 100 mm.
  3. Angka ketiga, tebal badan, yaitu 5,5 mm.
  4. Angka keempat, tebal sayap, yaitu 8 mm.

Kadang penjual menambahkan angka kelima, misalnya WF 150 x 75 x 5 x 7 x 12M. Angka terakhir itu bukan bagian dari penampang, melainkan panjang batang. Kalau Anda hanya menyebut WF 200 tanpa angka lain, yang dimaksud biasanya WF 200 x 100 x 5,5 x 8 karena itu varian paling umum di depo, tapi jangan pernah menganggapnya otomatis. Tulis empat angkanya lengkap di purchase order agar tidak ada perdebatan saat barang turun.

Beda Besi WF dan H-Beam

Inilah titik yang paling sering keliru. Keduanya sama-sama profil H canai panas, sama-sama bersayap rata dan sejajar, dan secara internasional masuk standar yang sama, yaitu JIS G3192 untuk baja profil H canai panas. Yang membedakan adalah proporsi penampangnya, dan pasar Indonesia sudah terlanjur memisahkan keduanya jadi dua kategori barang berbeda.

WF punya tinggi jauh lebih besar daripada lebar sayapnya, perbandingannya kira-kira 2 banding 1. Contohnya WF 200 x 100, WF 300 x 150, WF 400 x 200. Karena tinggi, momen inersianya besar terhadap sumbu kuat, sehingga sangat efisien untuk elemen yang menahan lentur. Itu sebabnya WF jadi pilihan default untuk balok lantai, girder, dan rangka atap bentang lebar.

H-beam punya tinggi dan lebar yang hampir sama, mendekati 1 banding 1. Contohnya H 150 x 150, H 200 x 200, H 300 x 300. Penampang yang gemuk dan simetris ini stabil terhadap tekuk dari dua arah sekaligus, bukan hanya satu. Kolom menerima beban tekan yang bisa membuatnya menekuk ke arah mana saja, jadi profil yang kuat merata ke segala arah jauh lebih aman. Itu sebabnya H-beam jadi pilihan untuk kolom bangunan bertingkat dan tiang pancang.

Dua profil baja berdampingan memperlihatkan perbedaan proporsi penampang tinggi dan lebar

Perbedaan proporsi ini terasa berat sekali di anggaran. WF 200 x 100 x 5,5 x 8 beratnya sekitar 21,3 kg per meter, sedangkan H 200 x 200 x 8 x 12 yang tingginya sama beratnya sekitar 49,9 kg per meter. Lebih dari dua kali lipat, untuk tinggi profil yang identik. Jadi saran seperti naik saja ke H-beam biar lebih kuat belum tentu efisien untuk sebuah balok. Balok butuh tinggi, bukan lebar.

Beda WF dengan UNP, CNP, INP dan Besi Siku

INP adalah kakek dari WF. Bentuknya sama-sama I, tetapi permukaan dalam sayapnya miring atau tirus, lebih tebal di pangkal dan menipis ke ujung. Sayap miring itu bikin pemasangan pelat sambung dan baut lebih rumit dibanding sayap rata milik WF, dan itu salah satu alasan INP kalah populer di proyek modern.

UNP adalah profil kanal berbentuk huruf U hasil canai panas, dengan badan tinggi dan dua sayap menghadap satu sisi. Karena penampangnya tidak simetris, UNP kurang ideal sebagai elemen lentur utama dan lebih sering dipakai untuk gording, rangka tangga, atau penopang. CNP mirip UNP tetapi berbentuk huruf C dengan bibir tekuk di ujung sayap, dan dibuat dengan proses tekuk dingin (cold formed) dari pelat tipis. Ketebalannya umumnya 1,6 mm sampai 3,2 mm, jadi tempatnya memang di gording atap, rangka plafon, partisi, dan kanopi ringan. Logika pemilihan penampang untuk rangka ringan mirip dengan yang berlaku pada ukuran besi hollow. Sementara besi siku berbentuk L dengan dua kaki tegak lurus, paling sering dipakai sebagai bracing, dudukan, atau pengaku.

Profil Bentuk penampang Proporsi tinggi terhadap lebar Fungsi struktur utama Aplikasi umum
WF (Wide Flange) Huruf I atau H, sayap rata dan sejajar, canai panas Tinggi jauh lebih besar dari lebar, sekitar 2 banding 1 Menahan lentur, elemen balok Balok lantai, girder jembatan, rangka gudang, mezzanine
H-Beam Huruf H, sayap rata dan sejajar, canai panas Tinggi dan lebar hampir sama, mendekati 1 banding 1 Menahan tekan aksial dan tekuk dua arah, elemen kolom Kolom bangunan bertingkat, tiang pancang gedung dan jembatan
UNP (Kanal U) Huruf U, sayap di satu sisi badan, canai panas Badan lebih tinggi daripada lebar sayap Elemen sekunder dan rangka, penampang tidak simetris Gording baja berat, rangka tangga, penopang, dudukan
CNP (Kanal C) Huruf C dengan bibir tekuk, tekuk dingin dari pelat tipis Serupa UNP namun jauh lebih tipis Rangka ringan, bukan pemikul beban utama Gording atap, rangka plafon, partisi, kanopi

Ukuran Besi WF yang Umum dan Panjang Batang Standar

Di pasaran Indonesia, seri WF beredar mulai dari sekitar WF 100 sampai profil raksasa di kelas WF 800 ke atas untuk jembatan dan bangunan industri. Untuk rumah tinggal dua lantai, ruko, dan kanopi bentang sedang, yang paling sering keluar adalah kelas WF 150 sampai WF 300. Untuk gudang, pabrik, dan mezzanine berbentang panjang, kelas WF 300 ke atas jadi standar.

Panjang batang standar umumnya 12 meter. Sebagian supplier menyediakan potongan 6 meter atau panjang khusus sesuai pesanan, tetapi tabel berat dan acuan harga hampir selalu disusun berdasarkan batang 12 meter. Ini penting untuk perencanaan, karena sisa potongan sangat menentukan efisiensi. Bentang 6 meter itu ekonomis karena satu batang terbelah pas jadi dua. Bentang 5 meter justru menyisakan 2 meter yang belum tentu terpakai.

Berikut contoh berat beberapa ukuran yang paling sering ditanyakan. Perhatikan bahwa antar tabel penjual sering ada selisih kecil, karena setiap pabrik punya toleransi produksi sendiri dan sebagian tabel membulatkan hasilnya.

Ukuran WF (mm) Berat per meter (kg/m) Berat per batang 12 m (kg, estimasi kasar)
WF 150 x 75 x 5 x 7 14,0 ±168
WF 200 x 100 x 5,5 x 8 21,3 ±256
WF 250 x 125 x 6 x 9 29,0 sampai 29,6 ±348 sampai 355
WF 300 x 150 x 6,5 x 9 36,7 sampai 37,3 ±440 sampai 448
WF 400 x 200 x 8 x 13 65,4 sampai 66,0 ±785 sampai 792

Daftar lengkapnya dari WF 100 sampai kelas besar, beserta berat per meter dan berat per batang, sudah kami rangkum terpisah di tabel baja WF. Simpan halaman itu sebagai rujukan saat menyusun bill of quantity, dan pakai artikel ini untuk memahami logika di balik angkanya.

Tokban — Marketplace Bahan Bangunan dan Perlengkapan Rumah

Aplikasi Besi WF di Konstruksi

WF dipakai justru di tempat yang beban dan bentangnya membuat beton konvensional jadi tidak praktis.

  • Balok dan kolom bangunan bertingkat. Pada perkantoran, apartemen, dan pusat perbelanjaan, WF bekerja sebagai balok utama sementara kolomnya sering memakai H-beam. Rangka baja juga mempercepat pekerjaan karena tidak menunggu waktu pengeringan seperti beton cor.
  • Rangka gudang dan pabrik. Bangunan industri butuh ruang bebas kolom seluas mungkin, dan portal baja WF memungkinkan bentang lebar tanpa tiang di tengah.
  • Jembatan. WF berperan sebagai girder dan elemen penyangga yang menahan beban kendaraan berat sekaligus beban dinamis dan cuaca.
  • Rangka atap bentang lebar. Untuk aula, hangar, dan bangunan olahraga, kuda-kuda baja WF menggantikan rangka baja ringan yang kapasitasnya terbatas.
  • Mezzanine. Lantai tambahan di dalam gudang atau pabrik untuk menambah luas tanpa memperluas bangunan, dan relatif cepat dirakit di bangunan eksisting.
  • Struktur penunjang mesin dan platform kerja. Dudukan mesin berat, tangga industri, dan platform perawatan.
Rangka baja gudang dengan kolom dan balok profil WF yang terpasang lurus dan kokoh

Mutu Baja dan Standar yang Berlaku

Ukuran hanya separuh cerita. Dua batang WF 200 x 100 bisa terlihat identik tetapi punya mutu baja berbeda, dan itu mengubah kapasitas strukturnya.

  • SS400 (JIS G3101). Baja struktural umum dari standar Jepang, dengan kuat tarik di kisaran 400 sampai 510 MPa dan tegangan leleh minimum sekitar 245 MPa. Ini mutu yang paling banyak beredar untuk profil struktural di Indonesia.
  • ASTM A36. Padanan dari standar Amerika untuk baja karbon struktural, dengan tegangan leleh minimum sekitar 250 MPa dan kuat tarik 400 sampai 550 MPa. Dikenal mudah dilas dan dibentuk.
  • BJ 37. Penandaan mutu warisan SNI 03-1729-2002 yang sampai sekarang masih sering muncul di gambar kerja dan tabel penjual, dengan tegangan leleh 240 MPa dan kuat tarik 370 MPa. Angka 37 pada namanya merujuk ke kuat tarik itu. Di lapangan BJ 37 biasa disandingkan dengan SS400 dan ASTM A36 sebagai kelas mutu yang sebanding, walaupun angka minimum ketiganya tidak persis sama.
  • SNI 1729:2020. Standar perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung yang berlaku saat ini. Ini standar desain, bukan standar produk, jadi yang diaturnya adalah cara insinyur menghitung, bukan cara pabrik menggulung profilnya.

Untuk dimensi dan toleransi profilnya sendiri, acuan yang lazim dipakai adalah JIS G3192, sementara standar produk di Indonesia sekarang adalah SNI 9150:2023 tentang baja profil canai panas, yang sejak Maret 2023 menggantikan SNI 07-7178-2006 dan beberapa standar profil lama lainnya. Toleransi yang diizinkan bukan nol, dan angkanya berbeda antar standar. Menurut JIS G3192, untuk profil dengan lebar sayap sampai 400 mm dan tinggi di bawah 800 mm, yang mencakup hampir semua ukuran WF yang beredar di pasaran kita, penyimpangan tinggi profil maupun lebar sayap sama-sama dibatasi ±2,0 mm, sedangkan ASTM A6/A6M memberi ruang lebih longgar pada lebar sayap, sekitar ±6 mm. Kelurusan batang umumnya dibatasi sekitar 1 sampai 1,5 mm per meter panjang. Artinya batang 12 meter masih boleh melengkung beberapa belas milimeter. Pahami ini supaya Anda tidak menolak barang yang sebenarnya masih dalam batas standar, tapi juga tidak menerima barang yang jelas di luar batas.

Sambungan baut pada pertemuan balok dan kolom baja dengan pelat sambung rata

Cara Menghitung Kebutuhan dan Berat Besi WF

Baja profil dijual per kilogram, jadi begitu ukuran dan panjang ditentukan, kebutuhan Anda otomatis berubah jadi angka berat. Rumusnya sesederhana ini:

Berat total = berat per meter (kg/m) x panjang batang (m) x jumlah batang

Contoh kasus. Anda butuh enam balok WF 200 x 100 x 5,5 x 8, masing-masing sepanjang 6 meter, untuk rangka mezzanine kecil. Total panjang yang dibutuhkan 36 meter. Karena berat per meternya sekitar 21,3 kg, estimasi kasar beratnya 36 x 21,3, yaitu sekitar 766,8 kg atau kurang lebih 0,77 ton. Dari sisi pembelian, satu batang 12 meter beratnya sekitar 255,6 kg, dan karena bentang 6 meter membelah satu batang jadi tepat dua, Anda cukup memesan tiga batang tanpa sisa potongan sama sekali. Ini contoh nyata kenapa memilih modul bentang yang ramah terhadap batang 12 meter sering menghemat lebih banyak daripada menawar harga per kilogram.

Tiga catatan supaya angkanya tidak menyesatkan. Pakai berat dari tabel produsen, jangan hitung manual dari luas penampang, karena radius fillet tidak masuk hitungan sederhana sehingga hasilnya selalu meleset sedikit (berat jenis baja struktural sendiri sekitar 7.850 kg/m³). Tambahkan cadangan untuk potongan, pelat sambung, pelat pengaku, dan baut, yang semuanya ikut menambah tonase. Dan ingat bahwa ini estimasi kasar untuk perencanaan pengadaan, bukan pengganti perhitungan struktur. Logikanya mirip dengan cara menghitung berat besi beton, hanya saja variabelnya lebih banyak.

Catatan Pengadaan dan Hal yang Sering Keliru

Waspadai Profil di Bawah Ukuran

Di pasar dikenal istilah besi banci, yaitu profil yang dimensinya sengaja dibuat di bawah nominal untuk menekan biaya. Batang yang dijual sebagai WF 200 bisa saja tingginya kurang dari itu, atau tebal badannya lebih tipis dari yang tertulis. Efeknya berlapis: kapasitas struktur turun, dan berat aktual yang Anda terima lebih ringan daripada tabel padahal Anda membayar berdasarkan tonase. Bawa meteran dan sigmat saat barang datang, lalu ukur tinggi dan lebar profil dengan meteran serta tebal badan dan tebal sayap dengan sigmat, pada beberapa batang acak.

Minta Dokumen Mutu yang Benar

Mill test certificate diterbitkan pabrik pembuatnya dan berisi hasil uji komposisi kimia serta sifat mekanik dari batch produksi. Ini dokumen yang wajib Anda minta untuk pekerjaan struktural, dan pastikan nomor batch di sertifikat benar-benar bisa ditelusuri ke barang yang dikirim, bukan sekadar lembar generik.

Kenali Baja Bekas Pakai

Profil rekondisi biasanya menunjukkan warna baja yang tidak merata, bercak korosi, permukaan lebih kasar, atau bekas las dan gerinda di sepanjang badan. Baja bekas tidak selalu haram, tetapi riwayat pembebanan dan kualitas lasnya tidak diketahui, jadi sebaiknya hindari untuk elemen struktur utama.

Pahami Apa yang Membentuk Harganya

Harga besi WF hampir selalu dihitung dari berat, bukan dari panjang. Begitu Anda naik satu tingkat ukuran, biaya ikut naik mengikuti berat per meternya. Faktor lain yang ikut menentukan adalah mutu baja, asal produksi, kelengkapan sertifikat, panjang batang yang dipesan, serta ongkos kirim dan bongkar. Batang 12 meter butuh armada panjang dan alat bongkar, dan biaya itu sering luput dari perhitungan awal.

Rencanakan Fabrikasi Sejak Awal

Pemotongan dan penyambungan yang tidak presisi bisa menurunkan kekuatan sambungan dan membuat rangka melenceng saat dirakit. Pastikan pengelasan dikerjakan tukang las bersertifikat dengan prosedur yang benar, dan sepakati sejak awal apakah pemotongan dilakukan di workshop atau di lokasi. Perlindungan korosi juga jangan dilupakan, karena baja telanjang di lingkungan lembap atau dekat pantai akan kehilangan ketebalan seiring waktu.

Pekerja konstruksi Indonesia berhelm mengarahkan profil baja WF yang diangkat crane di lokasi proyek

Catatan: angka spesifikasi, ukuran, dan kebutuhan material di artikel ini adalah acuan umum yang bisa berbeda antar merek, standar pabrik, dan kondisi lapangan. Untuk perhitungan dan pelaksanaan di proyek Anda, konsultasikan dulu dengan tukang berpengalaman atau tenaga ahli yang kompeten.

Pertanyaan Seputar Besi WF

Apa beda besi WF dan H beam?
Bedanya pada proporsi penampang. WF punya tinggi jauh lebih besar daripada lebar sayapnya, sekitar 2 banding 1, misalnya WF 200 x 100 atau WF 400 x 200, sehingga efisien menahan lentur dan cocok untuk balok. H-beam punya tinggi dan lebar yang hampir sama, misalnya H 150 x 150 atau H 200 x 200, sehingga stabil terhadap tekuk dari dua arah dan lebih cocok untuk kolom.

Bagaimana cara membaca ukuran WF 200 x 100 x 5,5 x 8?
Urutannya tinggi profil, lebar sayap, tebal badan, lalu tebal sayap, semuanya dalam milimeter. Jadi tingginya 200 mm, lebar sayapnya 100 mm, tebal badannya 5,5 mm, dan tebal sayapnya 8 mm. Kalau ada angka kelima seperti 12M, itu menunjukkan panjang batang.

Besi WF panjang berapa meter per batang?
Panjang standar yang paling umum di pasaran Indonesia adalah 12 meter per batang. Sebagian supplier juga menyediakan potongan 6 meter atau panjang khusus sesuai pesanan, tetapi tabel berat dan acuan harga biasanya disusun berdasarkan batang 12 meter.

Besi WF untuk balok atau kolom?
Secara umum WF paling efisien sebagai balok, karena penampangnya tinggi dan ramping sehingga memberi kekakuan lentur besar dengan berat relatif ringan. Untuk kolom, profil dengan tinggi dan lebar hampir sama seperti H-beam lebih disukai karena kuat merata ke segala arah. Penentuan akhirnya tetap ada di perhitungan struktur, karena beban, bentang, dan tinggi kolom tiap proyek berbeda.

Berapa berat besi WF 200 per meter?
WF 200 x 100 x 5,5 x 8 beratnya sekitar 21,3 kg per meter, sehingga satu batang 12 meter kurang lebih 256 kg sebagai estimasi kasar. Angka antar tabel penjual bisa berbeda sedikit karena toleransi produksi masing-masing pabrik.

Butuh Bantuan Menyiapkan Material Proyek Anda

Memilih profil WF yang tepat adalah kombinasi antara memahami bentuknya, membaca notasinya dengan benar, dan memastikan barang yang datang sesuai spesifikasi. Kalau Anda sedang menyusun kebutuhan material proyek, dari rangka sampai pekerjaan finishing yang mengikutinya, tim Tokban bisa bantu memetakan daftar kebutuhan dan mencarikan opsinya lewat satu jalur komunikasi. Untuk melihat kategori terkait, Anda bisa jelajahi halaman besi hollow dan besi beton Tokban.

Konsultasi kebutuhan material proyek lewat WhatsApp

Bagikan:WhatsApp
Jordy Salim

Jordy Salim

Founder, Tokban

Jordy Salim adalah Founder Tokban, marketplace dan layanan pengadaan bahan bangunan yang membantu pemilik rumah, kontraktor, dan pelaku usaha mendapatkan material berkualitas dengan proses yang lebih praktis dan transparan. Ia menulis untuk menjembatani sisi teknis konstruksi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

LinkedIn

Artikel Terkait

Artikel Terbaru