Salah satu komponen yang sangat penting dalam konstruksi adalah batu bata. Material ini memiliki banyak jenis bata dengan karakteristik dan penggunaannya masing-masing. 

Nah, pada artikel ini penulis akan membahas tuntas terkait fungsi, jenis, sampai cara memilih batu bata yang baik. Informasi ini sangat penting untuk diketahui, terutama bagi Anda yang akan membangun rumah. Yuk langsung aja baca artikel ini dengan baik!

Fungsi Batu Bata

Sebelum membahas apa jenis-jenis batu bata, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa fungsi dari batu bata. Berikut fungsi-fungsinya:

  • Untuk penyusun dinding bangunan

Dalam membangun dinding bangunan, perlu adanya batu bata supaya dinding atau tembok dapat berdiri kokoh.

  • Untuk penyangga atap

Selain dinding, sebuah bangunan tentunya membutuhkan penyangga atap bukan?

Nah, batu bata juga mampu berfungsi sebagai penyangga atap bangunan. Penyangga atap yang terbuat dari bata cenderung lebih murah, dibandingkan membuat kuda-kuda yang berasal dari kayu.

7 Jenis Bata

  • Batu bata merah

Di Indonesia, jenis bata merah menjadi yang paling banyak ditemukan. Bata merah terbuat dari tanah liat, kemudian dicetak bentuk persegi, lalu dibakar.

Keunggulan jadi bata merah yaitu kokoh, tahan lama, dan harganya yang cenderung lebih terjangkau daripada jenis bata lainnya. Selain itu, bata merah juga dinilai lebih cocok untuk iklim tropis, karena dapat memberikan suasana sejuk.

Batu bata yang satu ini terbuat dari bahan yang bisa didaur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan. Kelebihan lainnya yakni pada warnanya yang eksotis, cocok digunakan untuk membuat dinding ekspos.

  • Batako

Jenis bata yang kedua yakni batako. Batako dibuat dari pasir kasar dan semen, kemudian dicetak. Salah satu sifat yang dimiliki batako yakni kedap air, sehingga batako mampu meminimalisir rembesan dari air hujan. Proses pemasangan batako juga lebih cepat dibandingkan jenis lainnya, karena ukurannya yang besar dan memiliki rongga.

Baca Juga  7 Merk Granit Terbaik Bagus dengan Kualitas Tinggi [Terlengkap]

Walaupun ukurannya besar, tetapi bobot batako lebih ringan daripada batu bata merah. Namun, batako cenderung menyerap panas, sehingga suasana sejuk dalam ruangan cenderung sulit didapatkan.

Batako sendiri dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yakni semen dan trass.

  • Bata ringan atau hebel

Hebel atau disebut juga dengan bata ringan, dibuat melalui proses kimiawi dari beberapa bahan baku. Bahan baku tersebut adalah kapur, semen, gypsum, pasir silika, dan pasta aluminium.

Seperti namanya, bobot jenis bata ini sangat ringan, serta daya serap airnya rendah. Oleh sebab itu, penggunaan bata ringan mampu mengurangi beban struktural dari sebuah bangunan. Sayangnya, proses perekatan bata hebel memerlukan semen khusus jenis MU 380.

Selain itu, proses perekatannya juga membutuhkan tenaga ahli. Akibatnya, anggaran yang dikeluarkan menjadi cukup banyak.

  • Bataton atau bata beton

Bataton atau singkatan dari bata beton memiliki materi penyusun yang berbeda, yaitu kerikil, pasir, semen, air, agregat, dan bahan tambahan lain. Setelah itu, bata beton kemudian dicetak sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dibutuhkan.

Bataton sendiri dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu interlock, aerasi, dan berongga.

  • Bata kapur putih

Jenis bata yang selanjutnya yakni bata kapur putih. Pembuatan bata kapur putih melewati tahap proses yang berbeda dibandingkan bata-bata sebelumnya. Bata ini berasal dari alam langsung, tepatnya di gunung kapur.

Cara mendapatkannya yaitu dengan memotong bongkahan-bongkahan kapur yang ditambang. Bata kapur putih lebih tahan asam dan kuat, karena dibuat dari bahan alami. Bata ini biasanya digunakan untuk konstruksi pabrik dan jembatan.

  • Bata roster

Bata roster memiliki lubang-lubang di tengahnya, akibatnya jenis bata ini juga disebut dengan ventilation block. Lubang tersebut berfungsi sebagai ventilasi pada bangunan, supaya cahaya dan udara bisa masuk ke dalam ruangan. 

Baca Juga  Pengertian Rumah Sehat dan Ciri-Cirinya

Maka, tidak heran jika Anda akan sering menemuinya di negara tropis dengan iklim yang panas.

Sebelum menggunakan bata roster, Anda perlu merendam bata ini selama 24 jam, kemudian dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Oleh karena itu, waktu persiapan yang dibutuhkan menjadi lebih panjang.

  • Bata purpose made

Jenis bata yang terakhir ini dibuat sesuai kebutuhan konstruksi khusus, serta terbuat dari campuran tanah liat dan pasir. Keunggulannya yaitu mampu memudahkan proses pemasangan jendela dan kusen pintu.

Sebab pembuatannya khusus (bukan partai besar), sehingga harganya pun menjadi mahal.

Cara Memilih Batu Bata yang Baik

  • Perhatikan bentuk dan ukurannya

Bata merah yang baik berbentuk prisma segi empat panjang, serta sudutnya siku-siku tajam. Tidak hanya itu, permukaan batu bata yang baik tidak retak dan rata. Untuk ukuran standarnya, menyesuaikan dengan jenis modul, dengan rincian sebagai berikut:

  • Modul M-5a (190 x 90 x 65 mm)
  • Modul M-5b (190 x 140 x 65 mm) 
  • Modul M-6 (230 x 110 x 55 mm)

Batu bata juga memiliki tingkatan kelas, mulai dari 25, 50, 100, 150, 200, hingga 250. Jadi, Anda bisa memilih tingkat kelas sesuai dengan kualitas yang diinginkan.

  • Perhatikan kandungan garam

Batu bata yang baik idealnya tidak mengandung garam terlalu tinggi, sebab bisa menyebabkan pengkristalan sampai 50%. Hal itulah yang menyebabkan tembok mudah rusak, rapuh, serta lapisan cat mengelupas.

  • Periksa bunyi benturannya

Cara memilih batu bata yang ketiga yaitu dengan memeriksa bunyi benturannya. Ketika dua buah bata merah saling diketukkan dan menghasilkan suara yang nyaring seperti besi, maka bata ini berkualitas.

Cara lain untuk memeriksa kekuatan bata merah yaitu dengan cara mengetuk bata menggunakan besi. Apabila suara ketukan yang dihasilkan nyaring, maka bata tersebut kuat dan berkualitas.

  • Periksa kualitas bata dengan cara merendamnya atau membelahnya di air

Khusus mata merah, Anda bisa memeriksa kualitasnya dengan cara merendam atau membelahnya di dalam air. cara perendaman dilaksanakan untuk mengetahui daya serap air. Semakin sedikit air yang diserap oleh bata merah, maka kualitas bata semakin bagus.

Baca Juga  Mengenal Rumah Industrial : Karakteristik dan Contoh Desain

Sedangkan, metode pembelahan dilakukan untuk mengetahui kualitas bata. Ketika bata merah dibelah bata merah dan mempunyai warna merah yang rata, maka bata tersebut berkualitas baik.

  • Beli batu bata di toko yang terpercaya

Cara yang terakhir ini cenderung berbeda dengan cara-cara sebelumnya. Jika cara sebelumnya Anda melakukan pemeriksaan kualitas sendiri, cara yang satu ini pemeriksaan kualitas sudah dilakukan oleh toko.

Oleh karena itu, beli bata di tempat atau toko yang terpercaya dan menjual batu bata yang berkualitas. Jangan sampai Anda kecewa dengan hasil konstruksi akibat membeli bata yang tidak berkualitas di sembarang tempat. 

Nah, toko yang menjual berbagai jenis macam yang lengkap, berkualitas, serta harga yang terjangkau yakni di Tokban. Apalagi, cara membelinya juga cukup mudah, hanya dengan mengunjungi situs tokban.com/product-category/bata/

Setelah membaca artikel di atas, apakah Anda sudah mulai tercerahkan terkait fungsi dan jenis bata, beserta cara memilihnya yang baik? Jika iya, jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke orang-orang sekitar Anda supaya informasi ini dapat diketahui banyak orang.