Untuk bangunan rumah di wilayah tropis, atap onduline memang bisa menjadi pilihan terbaik. Selain memiliki kemampuan bagus dalam menyerap panas, onduline juga dapat meredam suara bisik hingga 30%. Jadi, aktivitas di rumah tidak akan terganggu meskipun di luar sedang hujan badai.

Bukan hanya unggul dari segi proteksi, onduline adalah jenis atap ramah lingkungan sebab tidak mengandung metal dan asbes. Dengan begitu, kesehatan para penghuni rumah bisa tetap terjaga. Menariknya lagi, onduline bisa match dengan berbagai macam material rangka atap.

Apa itu Atap Onduline?

Atap onduline adalah salah satu jenis material rumah yang terbuat dari kombinasi bitumen dan daur ulang serat selulosa. Proses pembuatan onduline dilakukan dengan suhu panas dan tekanan tinggi sehingga tidak mengherankan jika menghasilkan produk berkualitas jempolan yang terkenal kokoh.

Hadir dengan kualitas material teruji, onduline juga sangat fleksibel dalam penerapannya. Pasalnya, bisa dipadukan dengan rangka baja ringan maupun kayu. Wajar apabila atap ramah lingkungan ini begitu diminati oleh berbagai kalangan. Apalagi, harganya juga sangat bersahabat.

Tekstur dan Ukuran Atap Produk Onduline

Atap dari onduline umumnya memiliki bentuk bergelombang dengan ketebalan rata-rata 0,3 cm dan diameter 200 cm (P) x 95 cm (L) dan tinggi gelombang 3,8 cm. Luas atap mampu menutupi hingga 1,28 m2 – 1,53 m2. Sedangkan untuk jumlah atap yang dibutuhkan dapat dihitung per meter persegi.

Baca Juga  Panduan Instalasi Listrik Rumah yang Baik dan Aman

Pemasangan onduline tidak membutuhkan peralatan khusus karena tinggal memasang baut dan memastikan kalau menempel kuat pada rangka atap. Jadi, memang tergolong praktis. Saat ini, onduline tersedia dalam beberapa varian warna, antara lain hitam, hijau, merah, dan coklat.

Jenis Jenis Atap Bahan Onduline

Terdapat 3 jenis atap dari material onduline yang saat ini ada dipasaran. Sebelum memutuskan untuk membelinya, pastikan Anda sudah memahami apa saja perbedaan serta kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis onduline. Dengan begitu, maka akan mendapatkan pilihan terbaik.

Berikut ini adalah jenis-jenis atap bahan onduline:

1. Onduline Classic

Lembaran atap bitumen dengan tekstur bergelombang dan telah mengantongi sertifikasi SNI serta ramah lingkungan. Onduline classic memiliki sifat anti korosi dan anti karat karena tidak mengandung elemen asbes dan metal. Jadi, sangat direkomendasikan untuk rumah.

2. Onduvilla

Memiliki tampilan fisik seperti genteng, Onduvilla memiliki bobot ringan dan terkenal dengan variasi warna shaded dan 3D nya. Jika diperhatikan secara seksama, onduvilla tampak seperti genteng keramik yang terlihat begitu menawan dan juga artistik.

3. Bardoline

Jenis Bardoline terbuat dari material dasar aspal, sehingga tidak mengherankan kalau lebih dikenal dengan sebutan genteng aspal bertaraf internasional.

Kelebihan dan Kekurangan Atap Onduline

Produk onduline bukan hanya dirancang sebagai proteksi dan memberi kenyamanan bagi penghuni rumah saja. Akan tetapi juga memastikan materialnya aman untuk kesehatan, sebab tidak mengandung asbestos. Meskipun begitu, jangan lupa bahwa onduline juga memiliki kekurangan.

Kelebihan onduline:

1. Awet dan Tahan Lama

Kandungan selulosa pada onduline membuat produk ini memiliki tingkat ketahanan dan keawetan lebih prima karena material tersebut juga terkandung pada semen serta beton. Apabila dipasang secara benar, maka akan membuat atap bebas kerusakan, seperti korosi.

Baca Juga  Mengenal Macam-Macam Tipe Rumah Populer di Indonesia

Di negara-negara Eropa misalnya, keawetan Onduline dibuktikan dengan pemakaian selama 50 tahun, dan untuk kawasan tropis seperti Indonesia, umumnya memiliki masa pakai sampai 30 tahun. Bahkan, di lingkungan dengan suhu di atas 70o C onduline masih dapat bertahan.

2. Kedap Suara

Apabila dibandingkan dengan atap dari material logam, maka onduline jauh lebih unggul. Onduline memiliki daya serap sangat baik sehingga suara berisik yang ditimbulkan air hujan dapat diminimalisir. Jadi, Anda bisa melakukan kegiatan di dalam rumah dengan tenang.

3. Bobot Ringan

Onduline dijual dalam bentuk lembaran dan mempunyai bobot sangat ringan, yaitu sekitar 3 kg per meter persegi. Hal ini membuat onduline sangat fleksibel saat dipasang di berbagai rangka, termasuk baja ringan atau kayu.

Meskipun bobot onduline ringan, akan tetapi atap ini bisa menahan beban hingga 960 kg per meter persegi. Di samping itu, untuk mencegah kerusakan, maka pengerjaan pasang atap material onduline sebaiknya hanya dilakukan oleh ahli yang sudah berpengalaman.

4. Ramah Lingkungan

Produk onduline telah mengantongi sertifikasi ramah lingkungan sebab kandungan karbonnya terbilang sangat rendah, yakni 4 kg SQ/m2. Sisa penggunaan onduline juga dapat didaur ulang sehingga bisa dipastikan tidak menghasilkan limbah membahayakan.

5. Anti Bocor

Aplikasi atap bahan onduline akan memberikan perlindungan ekstra pada hunian karena memiliki sifat anti bocor. Jadi, sangat direkomendasikan bagi yang tinggal di kawasan dengan curah hujan tinggi. Onduline cukup kebal menghadapi iklim ekstrim, seperti hujan badai.

6. Mudah Dipasang

Bobot yang ringan membuat pengerjaan memasang atap material onduline dapat dilakukan lebih praktis dan cepat. Meskipun begitu, pemasangan harus dipasang ahli karena membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam memperhatikan kemiringan atap.

7. Multifungsi

Material onduline mudah dibentuk dan dipotong, sehingga gampang disesuaikan dengan model atap apa saja. Selain difungsikan sebagai atap, onduline juga bisa dijadikan untuk kanopi. Bagaimana, multifungsi sekali, bukan?

Baca Juga  Tips & Cara Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah. Lengkap!

Kekurangan onduline:

1. Warna Mudah Pudar

Onduline jenis bardoline dan onduvilla mudah mengalami perubahan warna. Setelah pemakaian beberapa waktu, maka warna atap akan berubah perlahan menjadi kusam.

2. Rentan Terhadap Defleksi

Dibandingkan material metal, bitumen memiliki karakter lebih kecil sehingga membutuhkan lebih banyak aplikasi bahan yang merupakan penyebab utamanya terjadinya defleksi.

Cara Memasang Atap Onduline

Setiap sudut atap memiliki kemiringan berbeda dan membutuhkan perlakuan beda saat proses pemasangan. Oleh sebab itu, agar posisi atap terpasang dengan baik dan benar, maka beberapa langkah-langkah pemasangan onduline di bawah ini bisa dijadikan sebagai bahan referensi.

1. Kemiringan 5-10

Untuk derajat kemiringan 5-10, maka membutuhkan decking kayu tebal 12 mm, dengan jarak antar overlap sekitar 30 cm. Sementara itu, jarak antar lembaran adalah 2 gelombang. Setiap lembar membutuhkan 20 buah paku, dan jarak maksimal overhang adalah 7 cm.

2. Kemiringan 10-15

Apabila kemiringan atap berada di angka 10-15, maka jarak ringnya maksimal adalah 45 cm, sedangkan jarak overlapnya 20 cm. Pada sudut kemiringan ini, jarak antar setiap lembaran berkisar 1 gelombang, dan membutuhkan setidaknya 14 buah sekrup per lembar.

3. Kemiringan 15 ke Atas

Apabila dipasang pada rangka kayu dengan kemiringan lebih dari 15, maka jarak reng yang diterapkan maksimal 60 cm, sedangkan overlap 17 cm, dan jarak lembaran 1 gelombang. Pada kemiringan ini membutuhkan 19 paku untuk tiap lembar, dan overhang 7 cm.

Jika Anda sedang mencari produk Atap Onduline ramah lingkungan untuk diaplikasikan pada hunian, maka membelinya di produsen distributor bahan bangunan terbaik Tokban.com. Selain onduline, ada juga jenis atap lain yang bisa dijadikan referensi, seperti atap genteng, beton cor, dan sebagainya.